ga ada yg tau pasti pak, saya pencegahan aja, hold stock yg uptrend 30%, 70% 
cash.
BEI lebih aneh lg, ga respon regional, ada faktor RDI jd lesu :peace:

--- In [email protected], "panda" <panda.kuswadi@...> wrote:
>
> 2 minggu terakhir ihsg agak2 horor nih, hari ini pun ga bisa bangkit, apa 
> akan terjadi koreksi dalem yah seperti yang dibilang 
> Tanda2 alam dimulai dari banking sama ASII, biasanya cepet rebound, tapi kok 
> dihajar terus ya, seolah2 nunggu gebukan lagi
> Kalo nunggu chart bisa ketinggalan kalo bener koreksinya bakalan dalem
> Belum lagi kontrarian sama regional
> 
> Ada yang punya pendapat??
> 
> 
> Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung 
> Teruuusss...!
> 
> -----Original Message-----
> From: positif01 <positif01@...>
> Sender: [email protected]
> Date: Thu, 16 Feb 2012 14:15:18 
> Reply-To: [email protected]
> Subject: [saham] What to Expect: Indonesian Bonds Attack: JUAL
> 
> [image: Tweet +01-Indo Bonds Attack (16peb2012).gif]
> [image: What to Expect-Indonesian Bonds Attack-JUAL.gif]
> 
> *What to Expect: Indonesian Bonds Attack: JUAL*
> 
> **
>  Di tengah tekanan terhadap ekuitas Indonesia yang bergerak anomali
> terhadap bursa regional dan global, pasar obligasi Indonesia tampak bersiap
> menyambut serangan dadakan dari potensi serangkaian *profit taking* para
> investor institusi khususnya asing. Pasar obligasi merupakan sisi mata koin
> lainnya dari pasar finansial Indonesia, yang pergerakannya seketika akan
> berimbas terhadap dinamika ekuitas Indonesia.
> 
> Jika pada kuartal 4-2010 lalu (awal November) kami mengangkat tentang
> peringatan *Indonesia bonds attack* yang dirilis oleh media finansial kelas
> dunia Bloomberg (http://tinyurl.com/6utb7qf) dan hasilnya sebagaimana
> diketahui berdampak terhadap koreksi *intermediate* IHSG yang signfikan
> sebesar 8-10% yang ditandai dengan formasi *triple top* sejak November
> 2010, maka kali ini media finansial global yang lain telah menyuarakan
> peringatan terhadap *another Indonesian bonds attack *pasca-*investment
> upgrading*.
> 
> Naiknya harga SBN 10-tahun yang ditandai dengan penurunan *yield* secara
> cepat dan drastis hingga 50% dari rata-rata 3 tahun terakhir menjadi hanya
> 5,15% mengindikasikan laju pergerakan obligasi telah berada pada tahap *
> reversal* yang menentukan (*over-extended*). Kali ini, Citigroup Singapura
> yang bersikap meyakini pasar obligasi Indonesia sudah berada pada
> level *extreme
> bullish*.
> 
> *"The question, however, is whether the consensus has become overly bullish
> and investors are about to get burned."*
> 
> Sejumlah argumen penting diajukan. Di antaranya:
> 
> 1) *Headline yields* SBN 10-tahun saat ini 5,15% atau 4,6% setelah pajak,
> hanya berselisih tipis 60 basis points dari obligasi Australia bertenor
> sama namun berperingkat *Triple A*. Padahal baru 2 bulan saja obligasi
> Pemerintah RI dinaikkan statusnya dari *junk* menjadi *investment grade* level
> terbawah (8 knot di bawah *Triple A*) oleh Moody's dan Fitch. Jelas tidak
> cukup *safety buffer* bagi investor dengan *yield premium* saat ini.
> 
> 2) Selisih *yield* SBN 10-tahun RI yang berperingkat Baa3 (level *investment
> grade* terbawah) terhadap obligasi Korea (berperingkat A1) dan Malaysia
> (A3) yang jauh lebih tinggi, sudah menipis secara dramatis pada level yang
> tidak lagi *sustainable* (lihat Grafik di bawah).
> 
> [image: Yield Spread (14peb2012).gif]
> 
> 3) Menjawab argumen sejumlah pihak yang berpijak kepada asumsi *low
> inflation* oleh Bank Indonesia, Citigroup menegaskan bahwa data terakhir
> indeks harga konsumen yang menjadi referensi inflasi pada level 3,65%
> sungguh mencurigakan (*suspiciously low*). Kehati-hatian terhadap data yang
> dapat berimplikasi terhadap *complacency* (keterhanyutan) otoritas moneter
> tersebut ditopang dengan fakta bahwa GDP *deflator*, yang merupakan
> indikator makro inflasi, justru masih di atas 6%, dan pertumbuhan kredit
> juga masih bergerak di atas 20%. Dalam konteksi ini, Citigroup meyakini
> bahwa kebijakan moneter melalui pemangkasan suku bunga oleh BI sudah
> terlampau longar.
> 
> 4) Citigroup lebih lanjut menambahkan sejumlah faktor di antaranya status
> CA (*current account*) Indonesia yang defisit disertai dengan kurs Rupiah
> yang diperdagangkan melemah sejalan dengan pertumbuhan kredit yang berarti
> "mencetak" lebih banyak rupiah di pasar. Selain itu, tetap tingginya
> permintaan USD oleh institusi domestik jelas sangat berpotensi meningkatkan
> *risk-off* dan pada akhirnya berimplikasi kepada *credit weakness* (*CDS
> space*).
> 
> [image: Citigroup Indo Bond Attack.gif]
> 
> Kesemua faktor tersebut di atas, memberikan peluang besar bahwa formasi
> badai yang sempurna di depan mata sudah terbentuk.
> 
> Dan, bagi para *traders* yang berposisi kontrarian maka formasi dan
> perkembangan situasi tersebut di atas mengkonfirmasi satu kesimpulan: *"Get
> out of the market!"*
> -- 
> '+'
> 
> Follow positif01indo on Twitter: https://twitter.com/#!/positif01indo
> 
> Persetujuan *request followers* baru diberikan hanya satu kali tiap akhir
> kuartal maks 500 *request */ diskresi kami.
>




------------------------------------

Kunjungi situs http://www.info-saham.com untuk informasi seputar saham.

SEMUA POSTING DI MILIS INI TANGGUNG JAWAB PENGIRIM EMAIL DAN BUKAN ADMIN MILIS. 
SEMUA POSTING DI MILIS INI BUKAN UNTUK MENGAJAK MEMBELI ATAU MENJUAL EFEK. 
SETIAP KEPUTUSAN INVESTASI MENJADI TANGGUNG JAWAB PIHAK PEMILIK INVESTASI ATAU 
PEMILIK MODAL.

[email protected] untuk berhenti dari milis saham
[email protected] untuk bergabung ke milis saham
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/saham/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/saham/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke