Pakem yang sudah menjadi pameo ini: "*Risk < Reward*" dalam dunia trading
saham sering terdengar. Dalam beberapa milis, pakem ini identik dengan satu
dua orang tertentu. Yang mungkin jarang didengar oleh para klien/investor
adalah lawakan para in-house analis tentang pakem itu sendiri.

Analis: *Risk < Reward*: artinya, ujung-ujungnya suruh klien "*buy*". Cara
bacanya yang tepat:
-*risk* lebih kecil karena yang bertransaksi klien/nasabah; resiko "mereka"
(*moral hazard*)
-*reward* jelas lebih besar karena memberikan rekomendasi/provokasi adalah
kewajiban kerja analis; untuk itu terima gaji.

Kalau *Risk > Reward*? Artinya resiko menjadi analis lebih besar daripada *
reward* yang diterima klien. Dan, ketika ini terjadi, analisnya sudah tidak
terima *order* analisis karena b*y that time* *he/she* sudah *running
his/her own business* dan menggaji analis.

PS: Klien/nasabah, *next time* mendengar "pakem" tersebut, jangan lupa *joke
* ini.

:d
-- 
'+'

Follow positif01indo on Twitter: https://twitter.com/#!/positif01indo

Persetujuan *request followers* baru diberikan hanya satu kali tiap akhir
kuartal maks 500 *request */ diskresi kami.

Kirim email ke