LIKE THIS!


________________________________
 From: Musicallypso <[email protected]>
To: [email protected] 
Sent: Friday, March 2, 2012 7:48 AM
Subject: Re: [saham] Sri Mulyani Bisa Jadi Bos Bank Dunia Pertama dari Luar AS
 

  
gk penting jg mikirin karir org....pikirkan karir sendiri aj


2012/3/2 <[email protected]>

 
>  
> Iya bener ... Kapan yah?
>
>Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung 
>Teruuusss...!
>________________________________
>
>From:  "caknoval" <[email protected]> 
>Sender:  [email protected] 
>Date: Fri, 02 Mar 2012 00:34:16 -0000
>To: <[email protected]>
>ReplyTo:  [email protected] 
>Subject: [saham] Sri Mulyani Bisa Jadi Bos Bank Dunia Pertama dari Luar AS
>
>  
>Syaratnya, RI harus jadi negara bagian AS dulu :-D
>
>http://us.finance.detik.com/read/2012/02/24/113712/1850652/4/sri-mulyani-bisa-jadi-bos-bank-dunia-pertama-dari-luar-as
>
>Jumat, 24/02/2012 11:39 WIB
>Sri Mulyani Bisa Jadi Bos Bank Dunia Pertama dari Luar AS 
>Wahyu Daniel - detikFinance 
>
>Jakarta - Mantan Menteri Keuangan Sri Mulyani yang saat ini menjadi Direktur 
>di Bank Dunia berpotensi jadi Presiden Bank Dunia menggantikan Robert 
>Zoellick. Sri Mulyani bisa menggeser monopoli AS.
>
>Seperti dikutip dari www.worldbankpresident.org dikatakan sejak 1944, Presiden 
>Bank Dunia selalu dimonopoli oleh Amerika Serikat. Namun saat ini calon dari 
>negara berkembang bisa naik karena posisi ekonominya lebih baik.
>
>Sebelumnya, Robert Zoellick yang akan mundur pada 30 Juni 2012 ini juga 
>berasal dari AS. Dari berita di media luar, nama Hillary Clinton menjadi calon 
>kuat Presiden Bank Dunia.
>
>Dalam siaran pers Bank Dunia dikatakan, Dewan Eksekutif Bank Dunia telah 
>menyepakati 5 kriteria untuk calon Presiden barunya yaitu:
>
>Terbukti memiliki rekam jejak yang kuat sebagai pemimpin
>Berpengalaman memimpin organisasi besar yang aktif di tingkat internasional 
>dan terbiasa bekerja dengan sektor publik
>Mampu menjabarkan misi pembangunan Bank Dunia secara jelas
>Memiliki komitmen dan apresiasi kuat terhadap kerjasama multilateral
>Dapat berkomunikasi secara efektif dan diplomatis, dan menjalani kewajiban 
>seorang Presiden secara imparsial dan obyektif.
>Batas waktu pencalonan nama Presiden baru adalah Jumat 23 Maret 2012. 
>Pencalonan dapat dilakukan oleh anggota Dewan Eksekutif, atau anggota Dewan 
>Gubernur melalui Direktur Eksekutifnya.
>
>Seorang calon harus berasal dari salah satu negara anggota Bank Dunia. Setelah 
>proses pencalonan ditutup, Dewan Eksekutif akan membentuk shortlist berisikan 
>maksimum tiga nama, lalu mempublikasikan shorlist tersebut dengan persetujuan 
>ketiga nama yang bersangkutan.
>
>Selanjutnya, Dewan Eksekutif akan mewawancarai ketiga calon dengan harapan 
>bisa mencapai konsensus sebelum 'Spring Meetings' (pertemuan tahunan musim 
>semi) pada April 2012 mendatang.
>
>Negara-negara berkembang sedang berebut posisi nomor satu di Bank Dunia 
>setelah Robert Zoellick menyatakan mundur. Salah satu yang berpotensi 
>menduduki jabatan itu adalah Direktur Bank Dunia Sri Mulyani.
>
>Pemerintah dari berbagai negara mulai mencoba untuk menghentikan kebiasaan 
>rutin Amerika Serikat (AS) dalam mencalonkan warga negaranya untuk menjadi 
>orang nomor satu di Bank Dunia. Seperti pemerintah dari Brasil dan Filipina.
>
>Sayangnya, tidak banyak kandidat yang bisa diusulkan oleh negara-negara 
>berkembang untuk bisa bersaing dengan calon dari AS. Apalagi sudah berhembus 
>kabar beberapa calon kuat sudah disiapkan oleh AS.
>
>Namun, sejak 2010 lalu Bank Dunia sudah mulai melebarkan sayapnya dengan 
>menerima eksekutif-eksekutif dari negera-negara berkembang.
>
>Sehingga muncul tiga nama yang diprediksi bisa menjadi orang nomor satu di 
>bank tersebut, yaitu kepala ekonomnya yang berasal dari China, dan dua dari 
>tiga direktur dari negara berkembang, yaitu Mesir dan Indonesia.
>
>Calon yang berasal dari Indonesia tak lain adalah mantan Menteri Keuangan Sri 
>Mulyani yang mulai bekerja di kantor pusat Bank Dunia Washington pada 2010 
>lalu. Saat ini, Sri Mulyani menjabat sebagai salah satu direktur di Bank Dunia.
>
>(dnl/hen) 
>
>

 

Kirim email ke