JAKARTA, KOMPAS - Kenaikan harga bahan bakar minyak dan tarif dasar listrik, jika jadi diberlakukan per 1 April 2012, diperkirakan akan mendorong inflasi menjadi 6-7 persen. Pemerintah berupaya agar tekanan inflasi itu tidak begitu tinggi terhadap komoditas harga pangan.
"Inflasi akan meningkat, hanya dapat dikelola, berkisar 6-7 persen. Yang penting kita jaga, harga pangan jangan sampai bergejolak," kata Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa, Kamis (1/3). Selain target inflasi, asumsi makro yang direvisi dalam rancangan APBN-P yang diajukan pemerintah, antara lain, pertumbuhan ekonomi yang diperkirakan 6,5-6,7 persen, harga minyak mentah Indonesia (*Indonesia crude price*/ICP) sebesar 105 dollar AS per barrel, serta defisit anggaran sekitar 2,2 persen. Direktur Perbankan Komersial dan Bisnis PT Bank Mandiri (Persero) Tbk Sunarso, menjawab wartawan, menjelaskan, kenaikan harga BBM bersubsidi berdampak terhadap inflasi. Selanjutnya, akan berpengaruh terhadap bunga simpanan di bank. Sunarso menjelaskan, bunga kredit juga akan terpengaruh dan naik. http://cetak.kompas.com/read/2012/03/02/04483076/inflasi.bakal.6-7.persen -- '+' Follow positif01indo on Twitter: https://twitter.com/#!/positif01indo Persetujuan *request followers* baru diberikan hanya satu kali tiap akhir kuartal maks 500 *request */ diskresi kami.
