Bukan pengen konfrontasi pendapat ente nih, bro. Moga2 yang lain juga punya 
pendapat yg sama spt ente, sehingga ada effek 'self-fulfilling prophecy'. Tapi 
coba bandingkan dengan LSIP yang likuiditas pasarnya lebih tinggi dan trailing 
PER yang jauh lebih rendah. Selebihnya, usia pohon sawit AALI yang sudah lebih 
tua dan tidak seproduktif LSIP. Bicara soal transparansi, manajemen dan 
dividen, memang AALI sebagai anak peruisahaan ASII gak diragukan. Tapi LSIP 
yang milik Salim Group juga gak jelek2 amat. Dan, harga rata2 CPO kuartal 1 
tahun ini juga akan lebih rendah dari periode yang sama tahun lalu! Peace...n 
semoga cuan!

Equity Indonesia
http://equityindonesia.blogspot.com





________________________________
 From: Rio Rizaldi <[email protected]>
To: 
Sent: Tuesday, 6 March 2012, 17:14
Subject: [saham] AALI Menguji Strong Resist Line, What Next?
 

  
'AALI Menguji Strong Resist Line, What Next?'


AALI kembali menguat menguji Strong Resist Line-nya di area 22200. 
Jika AALI mampu bertahan di atas level ini dan menguat menembus resisten 22900, 
saham ini berpeluang besar untuk mengakhiri konsolidasinya dan 
menguat mneuju 26900 dengan minor target 24460.
Rekomendasi: Buy jika break 22900. Stoploss level 21900.
Disclaimer ON
You may view the latest post at
http://galerisaham.com/2012/03/06/aali-menguji-strong-resist-line-what-next/

-- 

Best Regards,
 
 
Rio Rizaldi
 
Website: http://galerisaham.com 
Follow Twitter: @Galerisaham
Facebook Page: http://www.facebook.com/galerisaham"Like Us"
FREE Mailing List: (kirim email kosong ke) [email protected]
 
PPlease consider the environment before printing this e-mail

 

Kirim email ke