Ada macam2 teknik analisa di FA, sama seperti ada macam2 teknik analisa di TA. PEG adalah salah satu cara analisa di FA. PEG menggunakan asumsi perkiraan rata2 growth laba, biasanya dipakai 5 tahun ke depan. Setidaknya itu yang sering saya lihat di yahoo finance. Sebagai contoh, berikut data2 beberapa rasio saham AAPL atau Apple Inc.
http://finance.yahoo.com/q/ks?s=AAPL+Key+Statistics Perkiraan growth 5 tahun ke depan, setahu saya kalau di AS itu, yg ngasih angkanya adalah pihak management perusahaan. Tapi tidak dilarang seorang analis membuat hitungan sendiri berdasarkan kemampuan dia memprediksi kondisi makro ataupun prospek perusahaan mengingat pihak managemen perusahaan bisa saja memberikan perkiraan angka pertumbuhan yang terlalu optimis atau sebaliknya malah memberikan perkiraan angka pertumbuhan yang terlalu pesimis. Itulah gunanya seorang analis funamental melakukan adjustmen dalam perhitungan dengan menggunakan asumsi2 yang dia yakini, untuk kemudian keluar angka perkiraan valuasi wajar suatu saham. Analisa atau prediksi para analis fundamental yg profesional, memang perlu terus memantau perkembangan situasi. Bila ada perubahaan situasi sehingga asumsi yang digunakan juga perlu disesuaikan, maka tentunya akan merubah perhitungan2 fundamental yang telah dibuat sebelumnya. Itu sebabnya, seorang analis fundamental yang profesional bisa beberapa kali mengupdate/merubah target price nya di satu saham walau dalam hitungan minggu atau bulan. Bukan karena analisanya tidak konsisten, tapi karena dia melihat adanya perubahan situasi yang bisa merubah asumsi2 perhitugnan sebelumnya. Seperti contoh kasus di Indonesia, dengan dikeluarkan pengumuman rencana pemerintah menaikkan harga BBM bersubsidi dari 4500 ke 6000, maka tentunya bila itu terjadi, akan ada perubahaan2 kondisi makro Indonesia, dan kondisi2 lainnya sehingga situasinya jadi berubah, dan asumsi2 perhitungan sebelumnya yang telah dibuat, perlu direvisi karena perubahan2 yg terjadi tersebut. Analisa fundamental itu bersifat dinamis, tidak statis. Dia akan membutuhkan penyesuaian ketika asumsi2 yg digunakan sebelumnya mengalami perubahaan karena kondisinya berubah. Saya pribadi, karena tahu cara ngitung FA secara cepat dan praktis, cenderung mengabaikan dan malas baca riset2 sekuritas atas analisa dari para analis2 fundamental yang profesional. Kalau pun sesekali saya baca, saya bacanya hanya berapa target harga dari sekuritas atau analis tsb. Bukan untuk dipakai, tapi lebih sekedar ingin tahu saja perkiraan orang lain. jabat erat, Irwan Ariston Napitupulu 2012/3/11 kangduren <[email protected]>: > bung Ian, mo tanya, hehehe....... > sebenernya FA ini ada macam2 aliran ya? > yg PEG ini salah satunya, cuma mungkin ada kelemahan yaitu, menentukan > growthnya bukan parameter seharusnya yg bersifat statis, tapi hrs fleksibel, > biasanya yg analisa fundamental ini institusi besar yg punya infrastruktur di > tiap2 negara utk memantau perkembangan global. > Oleh krn itu kita sering jg baca analis fundamental kadang2 berubah analisa > dalam hitungan minggu. > kira2 begitu ga bung Ian? :D > > --- In [email protected], Irwan Ariston Napitupulu <irwanariston@...> > wrote: >> >> Saya ingin update tulisan lama saya yang kebetulan sesuai dengan kenyataan >> atau mendekati kenyataan. >> Sekaligus ini sebagai contoh kasus nyata bahwa bisa saja suatu saat masuk >> secara FA (alasan valuasi) waktu BMRI di 6200 untuk tujuan investasi akan >> mendapat harga yang lebih baik ketimbang masuk secara TA untuk tujuan >> trading. >> >> Bila dilihat grafik BMRI, maka sinyal buy muncul pada hari kamis 8 Maret >> 2012, ketika garis konfirmasi untuk double bottoms yg di 6500 berhasil >> ditembus, yang mana teknik TA dengan menggunakan teknik chart pattern akan >> memberikan sinyal BUY bila tembus 6500 alias masuk di 6550 dengan stop >> limit di 5950. >> >> Sekarang para sahabat di milis saham ini bisa melihat pembuktian ucapan >> saya bahwa tidak selalu masuk secara TA bisa memberikan harga lebih baik >> ketimbang masuk secara FA. Dalam kasus contoh nyata BMRI di bawah, adalah >> salah satu buktinya. Saya menulis hal2 di bawah dan posting awalnya, pada >> saat belum kejadian muncul sinyal BUY TA dan disaat waktu itu TA masih >> menunjukkan bearish untuk BMRI. >> >> >> Satu hal lagi yang yg perlu diperhatikan terkati FA dan TA. >> >> Untuk TA (trading), orang akan keluar/jual pada saat muncul sinyal sell >> berdasarkan grafik. Sehingga dari sisi waktu, bisa muncul sinyal sell >> setiap saat tergantung bentuk grafiknya. Oleh karena itu, di TA orang akan >> mengenal atau menggunakan yang namanya stop limit untuk membatasi kerugian. >> >> Sementara untuk FA (investasi berdasarkan valuasi), orang akan keluar/jual >> setelah harga dilihat mahal secara relatif berdasarkan valuasi, maupun bila >> sudah overvalued berdasarkan valuasi, yang akan diperbaharui bila ada corp >> action yang sifatnya signifikan ataupun setelah ada pengumuman lapkeu atau >> laba/rugi setiap periode tertentu. Jadi, di FA, orang tidak mengenal yang >> namanya stop limit alias orang tidak akan menjual hanya karena supportnya >> tembus atau hal2 yg berbau teknikal lainnya. >> >> >> jabat erat, >> Irwan Ariston Napitupulu >> >> 2012/2/10 Irwan Ariston Napitupulu <irwanariston@...> >> >> > Kalau untuk trader mah, pantau saja chartnya. >> > Sinyal beli BMRI bisa muncul ketika harga BMRI di bawah 6200, misalkan >> > turun ke 5800 trus mantul ke 6000 lalu muncul sinyal buy. Tapi bisa juga >> > muncul sinyal buy BMRI ketika harga BMRI mantul ke 6500, baru muncul >> > indikasi BUY. >> > Jadi, kalau trading, kemungkinannya ada dua, beli lebih murah dari 6200 >> > atau beli lebih mahal dari 6200. >> > Sementara untuk smart investor, ngga pusingin volatilitas harga, karena >> > mereka fokus pada valuasi harga suatu saham. Ketika sudah dirasa murah dan >> > potensi cuannya sudah lumayan, maka saatnya masuk, BUY tutup mata tutup >> > telinga, ngga peduli asing nakut2innya seperti apa dengan macam2 news. BUY! >> > :) >> > >> > Antara investing dan trading, memiliki perlakuan yg berbeda dalam >> > pengambilan keputusan. >> > >> > catatan: >> > saya pribadi tidak memiliki saham BMRI, karena saya fokus di saham2 second >> > liner yg cuannya saya perkirakan bisa di atas 100% dalam setahun atau lebih >> > cepat :) >> > >> > >> > jabat erat, >> > Irwan Ariston Napitupulu >> > >> > 2012/2/10 saham_us <iching_prediction@...> >> > >> >> >> >> >> >> investor *ngiler* liat harga BMRI saat ini, trader *ketar-ketir *sambil >> >> pegang jantung yg mpot-mpotan [image: :D] >> >> >> >> >> >> --- In [email protected], Irwan Ariston Napitupulu <irwanariston@> >> >> wrote: >> >> > >> >> > Mumpung harga BMRI sudah turun banyak dari puncaknya, berikut ini saya >> >> > coba kasih gambaran BMRI. >> >> > >> >> > Net income BMRI tahun 2007 sebesar 4,346 triliun. >> >> > Net income BMRI tahun 2011 sebesar 11,9 triliun. >> >> > Rata2 pertumbuhan laba selama 4 tahun terakhir adalah sebesar 28,6%. >> >> > >> >> > Saat ini harga BMRI di 6200, PER setara dengan 12x. >> >> > >> >> > Suatu perusahaan dengan PER 12x, dan dengan pertumbuhan laba sebesar >> >> > 28,6%, secara valuasi adalah murah sekali. >> >> > Harga seperti ini bisa bikin ngeces para fund manager yg periode >> >> > investasinya jangka menengah ke panjang. >> >> > >> >> > Harga wajar BMRI menurut saya minimal di PER 17x saja maka harga wajar >> >> > BMRI ada di Rp8750 (potensi cuan 41%). >> >> > Bila laba BMRI di tahun 2012 bertumbuh 25%, maka net income 2012 >> >> > menjadi Rp14,875 triliun alias BMRI saat ini diperdagangkan di PE >> >> > 9,63x (future). >> >> > >> >> > Asumsi growth rata2 5 tahun ke depan sekitar 25% saja, maka di harga >> >> > tersebut PEG BMRI masih 0,68, alias masih murah. >> >> > >> >> > So, ngga perlu heboh, ngga perlu panik melihat penurunan yg terjadi >> >> > saat ini. Lihatlah penurunan ini sebagai peluang untuk beli di harga >> >> > murah. >> >> > >> >> > BUY BMRI di 6200 atau lebih rendah. Hold untuk investasi, tunggu cuan >> >> > 40-an persen sambil ongkang2 kaki atau sambil tidur (pinjam istilah >> >> > LKH) :) >> >> > >> >> > jabat erat, >> >> > Irwan Ariston Napitupulu >> >> > >> >> >> >> >> >> >> > >> > >> > >> > > > > > ------------------------------------ > > Kunjungi situs http://www.info-saham.com untuk informasi seputar saham. > > SEMUA POSTING DI MILIS INI TANGGUNG JAWAB PENGIRIM EMAIL DAN BUKAN ADMIN > MILIS. SEMUA POSTING DI MILIS INI BUKAN UNTUK MENGAJAK MEMBELI ATAU MENJUAL > EFEK. SETIAP KEPUTUSAN INVESTASI MENJADI TANGGUNG JAWAB PIHAK PEMILIK > INVESTASI ATAU PEMILIK MODAL. > > [email protected] untuk berhenti dari milis saham > [email protected] untuk bergabung ke milis saham > Yahoo! Groups Links > > > ------------------------------------ Kunjungi situs http://www.info-saham.com untuk informasi seputar saham. SEMUA POSTING DI MILIS INI TANGGUNG JAWAB PENGIRIM EMAIL DAN BUKAN ADMIN MILIS. SEMUA POSTING DI MILIS INI BUKAN UNTUK MENGAJAK MEMBELI ATAU MENJUAL EFEK. SETIAP KEPUTUSAN INVESTASI MENJADI TANGGUNG JAWAB PIHAK PEMILIK INVESTASI ATAU PEMILIK MODAL. [email protected] untuk berhenti dari milis saham [email protected] untuk bergabung ke milis saham Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/saham/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/saham/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
