Sebagaimana muncul dalam *sub-heading* "*Background* Ekuitas Domestik
Indonesia Pertengahan Maret" dalam *tweet* kami Senin, 19 Maret, yang
berjudul: "Harum Energy (HRUM) *Roadshow Goes to Europe* Minggu Ini
*by* Goldman
Sachs" (http://tinyurl.com/6mwjcym), disebutkan:

"Meredanya euforia yang diimpor dari dinamika ekuitas AS dua minggu pertama
Maret, membantu mayoritas pelaku pasar untuk memetakan kembali secara lebih
jernih kekuatan dan kelemahan sektoral pasar. Berikut adalah *key
points* sepanjang
minggu lalu yang akan menjadi catatan tersendiri bagi IHSG mengakhiri bulan
Maret. *Key points* berikut akan dijelaskan lebih lanjut dalam *post*
individual
berikutnya."

Di antaranya, lembaga pemeringkat Standard & Poor's ("S&P") yang merilis
dua riset penting sepanjang minggu lalu terkait dengan sektor
*cyclicals*dalam kelompok
* financials*, yaitu perbankan dan properti.

"- Rabu, 14 Maret: Standard & Poor's mengingatkan ancaman resiko kredit dan
tekanan modal kerja atas pengembang properti Indonesia (*Sector Review:
Sizing Up The Credit Risks For Developers In Indonesia's Buoyant Property
Sector*,
http://www.alacrastore.com/research/s-and-p-credit-research-Sector_Review_Sizing_Up_The_Credit_Risks_For_Developers_In_Indonesia_s_Buoyant_Property_Sector-946586
);

- Senin, 12 Maret: Standard & Poor's menegaskan tentang potensi peningkatan
biaya kredit perbankan di tengah perlambatan ekonomi akan menjadi *turning
point* bagi industri perbankan di Asia Pasifik, tidak terkecuali Indonesia,
setelah mengalami kinerja positif yang stabil selama tiga tahun
terakhir (*Asia-Pacific
Banking Outlook: Higher Credit Costs Will Test Asia-Pacific Banks*,
http://www.alacrastore.com/research/s-and-p-credit-research-Asia_Pacific_Banking_Outlook_Higher_Credit_Costs_And_Lower_Earnings_Will_Test_Banks_In_2012-947741
)"

Substansi kedua riset tersebut semakin mengerucut setelah tidak lama
berselang otoritas moneter/fiskal Indonesia melansir kebijakan baru yang
berbau pengetatan moneter:

"- Jumat, 16 Maret: Bank Indonesia menginstruksi perbankan untuk membatasi
kredit perumahan (*loan-to-value ratio*) 70% dan menetapkan *down
payment* kredit
kendaraan bermotor roda 4 dan roda 2 masing-masing 30% dan 25%, efektif 15
Juni 2012 (*Indonesia sets rules to prevent housing, auto loan bubbles*,
http://www.reuters.com/article/2012/03/16/indonesia-economy-cbank-idUSL4E8EG1XD20120316
);

- Jumat, 16 Maret: Bapepam akan menginstruksikan lembaga pembiayaan *leasing
* untuk turut menetapkan *down payment* kredit kendaraan bermotor roda 4
sebesar 30% *(Indonesia capital mkt regulator to set minimum auto payments*
,
http://www.reuters.com/article/2012/03/16/indonesia-economy-loans-idUSJ9E8D600O20120316
);"

Dan, reaksi pelaku pasar asing (*foreign overseas*) di tengah tekanan
terhadap bursa saham global memasuki minggu 19 Maret ini (*Ides of
March*sebagaimana
*post* kami http://tinyurl.com/7zs35yk) menunjukkan *pressure* yang kencang
terhadap sektor *cyclicals* ekuitas Indonesia berbasis finansial tersebut
di atas.

Dua ETF terbesar Indonesia yang diperdagangkan di NYSE, IDX (
http://finance.yahoo.com/q?s=idx&ql=1) dan EIDO (
http://finance.yahoo.com/q?s=eido&ql=1) jeblok pada penutupan NYSE 20 Maret
pagi ini, masing-masing -2,19% dan -1,81%. ETF yang berisi *proxies
large/big caps* Indonesia dengan dominasi* cyclicals* >50% (*ASII* dan *
financials*) sedikit banyak menentukan *leverage* dan tendensi
posisi*foreign local p
*ada BEI hari ini.

Kami proyeksikan sektor *sensitive* yang didominasi oleh grup industri *
energy*, khususnya berbasis *oil & gas* dan *coal*, membuka peluang *buy on
weakness* untuk antisipasi reversal. Sementara sektor *defensive*, *we tend
to downplay*.
-- 
'+'

Follow positif01indo on Twitter: https://twitter.com/#!/positif01indo

Persetujuan *request followers* baru diberikan hanya satu kali tiap akhir
kuartal maks 500 *request */ diskresi kami.

Kirim email ke