Sebagaimana muncul dalam *sub-heading* "*Background* Ekuitas Domestik Indonesia Pertengahan Maret" dalam *tweet* kami Senin, 19 Maret, yang berjudul: "Harum Energy (HRUM) *Roadshow Goes to Europe* Minggu Ini *by* Goldman Sachs" (http://tinyurl.com/6mwjcym), disebutkan:
"Meredanya euforia yang diimpor dari dinamika ekuitas AS dua minggu pertama Maret, membantu mayoritas pelaku pasar untuk memetakan kembali secara lebih jernih kekuatan dan kelemahan sektoral pasar. Berikut adalah *key points* sepanjang minggu lalu yang akan menjadi catatan tersendiri bagi IHSG mengakhiri bulan Maret. *Key points* berikut akan dijelaskan lebih lanjut dalam *post* individual berikutnya." Di antaranya: "- Senin, 12 Maret: Standard & Poor's menegaskan tentang potensi peningkatan biaya kredit perbankan di tengah perlambatan ekonomi akan menjadi *turning point* bagi industri perbankan di Asia Pasifik, tidak terkecuali Indonesia, setelah mengalami kinerja positif yang stabil selama tiga tahun terakhir (*Asia-Pacific Banking Outlook: Higher Credit Costs Will Test Asia-Pacific Banks*, http://www.alacrastore.com/research/s-and-p-credit-research-Asia_Pacific_Banking_Outlook_Higher_Credit_Costs_And_Lower_Earnings_Will_Test_Banks_In_2012-947741) - Jumat, 16 Maret: Bank Indonesia menginstruksi perbankan untuk membatasi kredit perumahan (*loan-to-value ratio*) 70% dan menetapkan *down payment* kredit kendaraan bermotor roda 4 dan roda 2 masing-masing 30% dan 25%, efektif 15 Juni 2012 (*Indonesia sets rules to prevent housing, auto loan bubbles*, http://www.reuters.com/article/2012/03/16/indonesia-economy-cbank-idUSL4E8EG1XD20120316 );" Dan, menyusul peringatan dari lembaga pemeringkat S&P di atas terhadap sektor perbankan Asia, J.P. Morgan ("JPM") yang menguatkan tesis Deutsche Bank (Asia Economics Special, Maret 2012 <http://tinyurl.com/6m7dp6r>) bahwa inflasi Indonesia pasca-putaran kenaikan BBM kali ini bukan hal remeh temeh, hari ini merilis proyeksi terhadap perbankan Asia yang intinya mengambil sikap *cautious* khususnya untuk* Emerging Market* (EM). JPM menegaskan bahwa menguatnya perekonomian AS disertai kenaikan suku bunga di sana akan menjadi faktor atraktif bagi keluarnya* fund flow* dari perbankan Asia *emerging market* menuju *Developed Market* (DM), baik DM pada G7 maupun DM di kawasan Asia itu sendiri. Dengan latar belakang tersebut yang ditimpali potensi ekses kenaikan harga pasca-pemangkasan subsidi BBM di Indonesia, inflasi menjadi momok ekstra terhadap sektor perbankan yang saat ini berpotensi menjadi sasaran empuk *outlow* dari perbaikan kondisi di* Developed Market*. JPM, 22 Maret: Asian Banks End of Sweet Spot <http://tinyurl.com/6ma8mnf> *As seen on our tweet:* [image: Inline image 1] -- '+' Follow positif01indo on Twitter: https://twitter.com/#!/positif01indo Persetujuan *request followers* baru diberikan hanya satu kali tiap akhir kuartal maks 500 *request */ diskresi kami.
<<Tweet +01-JPM-Asia Banks End of Sweet Spot (22mar2012).GIF>>
