Kita sebagai orang yg mempunyai pendidikan, komentar/tulisan politisi jangan ditelan mentah2. Seharusnya pertamina dan pemerintah bisa memberikan kalkulasi logis, minimal kalangan menengah bs mengerti
Sent from my AXIS Worry Free BlackBerry® smartphone -----Original Message----- From: "fabiantowangsamulya" <[email protected]> Sender: [email protected] Date: Mon, 26 Mar 2012 01:31:08 To: <[email protected]> Reply-To: [email protected] Subject: [saham] Re: Fw: Kenaikan Harga BBM: SBY Untung Rakyat Buntung Sampai juga ke milis ini kesimpulan ngaco yang disampaikan oleh Rieke Dyah Pitaloka berdasarkan hitungan Kwik Kian Gie. Saya ikut tanggapi 1. Biaya cost recovery belum dimasukkan. Di milis lain ada yang mempertanyakan biaya cost recovery ini yang nilainya lebih besar daripada bagian pemerintah dalam penerimaan lifting minyak. 2. Silakan baca APBN. Sejak jaman dahulu kala sampai 2012 dan saya pikir akan sampai kapanpun, bagian/hak pemerintah dalam lifting minyak SUDAH masuk ke dalam APBN. Di manakah adanya dalam APBN? Ada di POS PENERIMAAN NEGARA SEKTOR MIGAS. Jadi tidak benar kalau bagian pemerintah dalam lifting minyak hilang atau tidak jelas ke mana. 3. Kembali lihat APBN. Dalam APBN seluruh dunia, bagian penerimaan dan pengeluaran negara akan dibuat balance seperti neraca. Bahkan di APBN 2012 pengeluaran negara lebih besar yang harus diimbangkan dengan pos defisit. Pos defisit ini bisa direalisasikan dengan merealisasikan pos penerimaan negara baru yaitu penerbitan surat utang. Kembali ke BBM, penerimaan negara sektor migas bukan hanya sudah dimasukkan, tetapi juga sudah dipakai atau dialokasikan dalam pos-pos pengeluaran negara. Jadi kembali saya tegaskan (berdasarkan APBN) bahwa tidak ada kehilangan penerimaan negara sektor migas. Bagi saya, kesimpulan Rieke Dyah Pitaloka untuk mendukung haluan politiknya malah membodohi masyarakat karena masyarakat diarahkan untuk mengabaikan bahwa ADA yang namanya penerimaan negara sektor migas DALAM APBN. --- In [email protected], "Gito Sibarani" <totosibar@...> wrote: > > > Best Regards, > gS > Powered by Telkomsel BlackBerry® > > -----Original Message----- > From: Koko Tobing <koko_tobing@...> > Sender: [email protected] > Date: Sun, 25 Mar 2012 19:59:28 > To: [email protected]<[email protected]> > Reply-To: [email protected] > Subject: [Batak_Gaul] Kenaikan Harga BBM: SBY Untung Rakyat Buntung > > Apakah ada tanggapannya saudara/??? > (hapus) > 9. Maka kesimpulannya adalah pemerintah malah kelebihan uang, yaitu > sebesar perolehan hasil penjualan ke pertamina â€" kekurangan yang dibayar > Pemerintah (subsidi) > = Rp. 224,546 Trilyun â€" Rp. 126,591 Trilyun > = Rp. 97,955 Trilyun > Artinya, APBN tidak Jebol justru saya jadi bertanya: dimana sisa uang > keuntungan SBY jual BBM Sebesar Rp. 97,955 trilyun, itu baru hitungan 1 > tahun. Dimana uang rakyat yang merupakan keuntungan SBY jual BBM selama 7 > tahun kekuasaannya? > JANGAN MAU DIBOHONGI LAGI, mohon bantu berikan penyadaran kepada > rakyat, tolak kenaikan BBM, Tolak BLT sebab itu adalah akal muslihat > agar subsidi dicabut akibatnya SBY UNTUNG RAKYAT BUNTUNG! >  >  > Jakarta 16 Maret 2012 > Salam Juang >  >  >  > Rieke Diah Pitaloka >
