Ipotnews - Lembaga pemeringkat utang Standard and Poor`s (S&P) mengingatkan Indonesia akan dampak buruk bagi perekonomian, terkait kebijakan sektor pertambangan dan kegagalan pemerintah menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi beberapa waktu lalu. Peringatan ini disampaikan di tengah harapan lembaga tersebut menaikkan peringkat utang Indonesia ke level "investment grade".Â
S&P mempertahankan level peringkat utang Indonesia tetap di bawah "investment grade" dengan prospek positif dan memuji capaian investasi asing langsung yang mencapai rekor pada kuartal pertama tahun ini, namun kebijakan pemerintah di sektor pertambangan - seperti pengenaan dan kenaikan pajak ekspor mineral dan batubara serta renegosiasi kontrak karya - dan kegagalan menaikkan harga BBM bersubsidi dinilai sebagai perkembangan negatif. "Kami merasa ranah kebijakan memburuk akibat sejumlah kebijakan baru atau yang baru diusulkan, juga ketidakmampuan pemerintah mendorong reformasi subsidi (BBM). Itu (kenaikan BBM) benar-benar penyesuaian harga dan mereka tidak melakukannya," ujar analis S&P, Agost Bernard, seperti diberitakan Reuters, Senin (23/4). Investasi asing langsung di Indonesia pada kuartal I melonjak 30,3 persen year on year menjadi USD5,61 miliar, melebihi angka kuartal terakhir 2011 yang mencapai kenaikan 25,2 persen, yang didorong oleh investasi pertambangan dan kenaikan peringkat utang ke level "investment grade" dari Moody`s pada Januari. Sebelumnya, lembaga pemeringkat Fitch juga melakukan hal yang sama. Namun, para analis mengingatkan bahwa sejumlah kebijakan di sektor pertambangan serta buruknya infrastruktur dapat mempengaruhi sikap investor di masa mendatang. Kebijakan untuk menaikkan pajak ekspor pada mineral dan batubara yang bertujuan menaikkan pendapatan negara serta mengharuskan perusahaan tambang asing melakukan divestasi setidaknya hingga separuh setelah 10 tahun beroperasi, dinilai menakut-nakuti investor. Sektor pertambangan, yang menyumbang 12 persen PDB Indonesia tahun lalu, mengambil seperlima porsi investasi asing langsung pada kuartal pertama. "Keputusan dari pemerintah yang diambil dalam beberapa bulan terakhir, itu akan berdampak dalam 12 bulan ke depan, saya kira mungkin investasi akan melambat," ujar Executive Director of Wealth Management Research pada UBS, Dominic Schnider. Menurut para analis itu, investasi baru merupakan kunci bagi Indonesia untuk menggapai ambisi masuk 10 besar kekuatan ekonomi dunia pada 2025. Sumber: http://www.ipotnews.com/index.php?jdl=S_P_Nilai_Kebijakan_Sektor_Tambang_Pemerintah_Bahayakan_Iklim_Investasi&level2=newsandopinion&id=1249163&img=level1_bigtopnews_1&urlImage=tambang%20batubara%20isuenergi%20com.jpg ------------------------------------ Kunjungi situs http://www.info-saham.com untuk informasi seputar saham. SEMUA POSTING DI MILIS INI TANGGUNG JAWAB PENGIRIM EMAIL DAN BUKAN ADMIN MILIS. SEMUA POSTING DI MILIS INI BUKAN UNTUK MENGAJAK MEMBELI ATAU MENJUAL EFEK. SETIAP KEPUTUSAN INVESTASI MENJADI TANGGUNG JAWAB PIHAK PEMILIK INVESTASI ATAU PEMILIK MODAL. [email protected] untuk berhenti dari milis saham [email protected] untuk bergabung ke milis saham Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/saham/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/saham/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
