Ipotnews - Bank Indonesia sedang menyiapkan ketentuan yang mengharuskan 
perbankan nasional mengajukan izin tambahan untuk berbagai aksi korporasi yang 
akan dilakukannya. Hal ini dilatarbelakangi kebijakan sejumlah negara yang 
tidak memberikan kemudahan yang sama bagi perbankan Indonesia ketika ingin 
membuka cabang di luar negeri.

"BI akan mengeluarkan `multi-licensing` (izin berganda) yang bertujuan 
memperkuat pengawasan perbankan," kata Deputi Gubernur Bank Indonesia Muliaman 
D Hadad di sela-sela pertemuan The Asian Bankers di Bangkok, Thailand, Kamis 
(26/4), seperti diberitakan Antara Sabtu (27/4).

Namun, menurut Muliaman Hadad, ketentuan itu tidak akan membatalkan perizinan 
yang telah dikeluarkan BI bagi bank, karena izin tambahan yang diharuskan hanya 
untuk aksi korporasi yang akan dilakukan.

"Kita ini menganut `single license`, sekali izin keluar bank bisa melakukan apa 
saja dan itu tidak akan kita cabut. Namun sekarang akan ada beberapa izin lain 
dan diskresi dengan berbagai pertimbangan-pertimbangan lain," katanya.

Muliaman mencontohkan mengenai akan adanya izin tambahan untuk menjadi bank 
devisa atau membuka cabang baru di daerah atau pulau lain yang akan disesuaikan 
dengan kebutuhan masyarakat daerah itu.

Tuntutan untuk memberikan izin berganda bagi operasional perbankan ini muncul 
karena sejumlah negara tidak memberikan kemudahan yang sama seperti yang 
diberikan BI di Indonesia jika perbankan Indonesia akan membuka cabang di luar 
negeri.

Namun, menurut Muliaman tuntutan asas resiprokal di bidang perbankan ini mulai 
mengalami kemajuan terutama di China dan Malaysia. Begitu juga di Korsel dan 
Singapura.

Contohnya, Bank Mandiri akan membuka cabang di Shanghai pada pekan ini, setelah 
adanya perundingan BI dengan otoritas perbankan setempat. "Malaysia sejak awal 
April lalu juga sudah mulai membuka pasarnya, setelah mereka menyadari 
pentingnya membuka pasar mereka untuk mendorong kemajuan industri perbankan 
mereka," katanya.

Muliaman menambahkan, izin berganda bagi perbankan ini juga akan diarahkan 
untuk tidak menghambat program penyatuan industri perbankan ASEAN yang akan 
berlaku 2020.

Namun, menurut dia,integrasi industri perbankan Asean masih terkendala beberapa 
hal seperti kemampuan sumber daya manusia, infrastruktur keuangan, regulasi dan 
kualifikasi perbankan antara lima negara maju di ASEAN dan lima negara ASEAN 
yang masih tertinggal.

"Komunikasi antarnegara ASEAN penting untuk saling membuka diri seperti 
mengenai asas resiprokal dan kerjasama yang saling menguntungkan," katanya.

Sumber: 
http://www.ipotnews.com/index.php?jdl=Dorong_Resiprokal__BI_Siapkan_Izin_Tambahan_Bagi_Aksi_Korporasi_Perbankan&level2=newsandopinion&id=1261855&img=level1_bigtopnews_1&urlImage=bank%20indonesia%20en%20wikipedia%20org.jpg



------------------------------------

Kunjungi situs http://www.info-saham.com untuk informasi seputar saham.

SEMUA POSTING DI MILIS INI TANGGUNG JAWAB PENGIRIM EMAIL DAN BUKAN ADMIN MILIS. 
SEMUA POSTING DI MILIS INI BUKAN UNTUK MENGAJAK MEMBELI ATAU MENJUAL EFEK. 
SETIAP KEPUTUSAN INVESTASI MENJADI TANGGUNG JAWAB PIHAK PEMILIK INVESTASI ATAU 
PEMILIK MODAL.

[email protected] untuk berhenti dari milis saham
[email protected] untuk bergabung ke milis saham
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/saham/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/saham/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke