Laba HRUM Meningkat, Target Menuju Rp 10,000
Berkembang kabar di kalangan pelaku pasar bahwa pada akhir kuartal pertama 2012 ini, HRUM membukukan laba senilai lebih dari Rp 500 milyar. Jika dibandingkan dengan laba kuartal pertama tahun 2011 lalu, maka tahun ini HRUM mencetak peningkatan laba lebih dari 40%. Angka ini memang tidak fenomenal jika dibandingkan antara laba kuartal I tahun 2011 dengan kuartal I 2010. Namun di tengah gejolak krisis negara-negara Eropa, HRUM dinilai memiliki kinerja yang sangat baik. Jika dibandingkan dengan beberapa perusahaan pertambangan batu bara, HRUM cukup menggiurkan untuk dimasukkan dalam portfolio investasi saham. PER yang masih berada di bawah dibandingkan PER industri dan pesaing terdekatnya membuat saham HRUM layak untuk dilirik, menurut salah satu pengamat pasar modal. Ditambahkan juga olehnya, bahwa salah satu pemain kelas kakap dalam pertambangan batu bara akan menambah kepemilikannya dalam HRUM melalui pembelian di pasar. Dengan demikian menjadikan HRUM saham langka untuk dikoleksi, hal ini tentu saja akan mendorong harganya naik menuju target terdekat Rp 10,000 per lembar. Pada perdagangan Selasa kemarin, HRUM ditutup ke level Rp 7,250 per lembarnya atau naik 100 poin (+1.4%) dengan total nilai transaksi lebih dari Rp 135.3 milyar.
