Hrusnya bo'ong bnbr sebanyak-banyaknya haha
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

-----Original Message-----
From: "hakitrader" <[email protected]>
Sender: [email protected]
Date: Tue, 8 May 2012 12:07:17 
To: <[email protected]>
Reply-To: [email protected]
Subject: Re: [saham] Menu Hari Ini: Borong BNBR SEBANYAK-BANYAKNYA…!!!

Jangan buru buru bnbr masih belum bergerak.
http://www.facebook.com/hakie1
  ----- Original Message ----- 
  From: JsxSniper 
  To: [email protected] 
  Sent: Tuesday, May 08, 2012 9:20 AM
  Subject: Re: [saham] Menu Hari Ini: Borong BNBR SEBANYAK-BANYAKNYA…!!!


    
  Aya... Aya wae....



  JsxSniper
  fb : jsxsniper
  tw : @jsxsniper

------------------------------------------------------------------------------

  From: christy amalia <[email protected]> 
  Sender: [email protected] 
  Date: Tue, 8 May 2012 09:19:22 +0700
  To: <[email protected]>
  ReplyTo: [email protected] 
  Subject: [saham] Menu Hari Ini: Borong BNBR SEBANYAK-BANYAKNYA…!!!


    




  Jangan lewatkan kesempatan ini…!!!  Selama tahun 2011, BNBR berhasil 
menbukukan laba fantastis 132 miliar..!!!

  Mumpung masih di harga obral, borong BNBR sebanyak-banyaknya…!!! Langsung aja 
SAMBER DI OFFER begitu market buka…!!!



  DON’T LOSE THIS OPPORTUNITY….!!!!

  BORONG….

  YANG…

  BANYAK….!!!!!!



  Bakrie Brothers Cetak Laba Bersih Rp 132 Miliar



  Inilah.com, Jakarta - PT Bakrie and Brothers Tbk (BNBR) mencatatkan kinerja 
membaik di akhir tahun 2011. Kuasi reorganisasi yang dilakukan menunjukkan 
efeknya pada laporan keuangan perseroan yang diliris, Senin (7/5/2012) .

  Dalam keterangan tertulisnya, BNBR menyebutkan perseroan memperoleh laba 
bersih Rp132 miliar pada 2011. Sementara pendapatan tercatat Rp16,19 triliun 
berasal dari kegiatan yang terkait dengan investasi dan perdagangan.

  Manajemen BNBR optimis, kinerja finansial Perseroan akan berlanjut positif 
pada tahun-tahun berikutnya, sejalan dengan pertumbuhan ekonomi nasional yang 
kondusif dan semakin fokusnya Perseroan menggarap bidang usaha berbasis 
sumberdaya alam dan infrastruktur.

  “Efek kuasi reorganisasi yang sukses kami lakukan sudah tergambar jelas pada 
laporan keuangan perseroan 2011. Kami bersyukur kuasi reorganisasi dapat 
dituntaskan dengan baik, sehingga memberikan nilai tambah kepada para investor. 
Kami juga dapat melangkah dan memulai bisnis dengan lebih mantap,” kata 
Direktur Utama/CEO BNBR Bobby Gafur Umar.

  Ia berharap, tuntasnya kuasi reorganisasi dapat menjadi momentum yang baik 
untuk terus memperbaiki kondisi laporan keuangan konsolidasian perseroan, guna 
menunjukkan neraca yang lebih baik tanpa dibebani defisit masa lampau.

  Upaya keras jajaran perseroan untuk membenahi operasional perusahaan, 
membuahkan hasil. Manajemen bersyukur karena pada 2010, perseroan masih 
membukukan rugi sebesar Rp6,99 triliun. “Tapi di penghujung 2011, seperti 
tercatat dalam laporan keuangan BNBR yang hari ini kami rilis ke publik, BNBR 
berhasil mencatatkan laba bersih Rp132 miliar,” kata Bobby.

  Perolehan laba bersih ini antara lain ditopang oleh pendapatan sektor 
perdagangan, jasa dan investasi yang meningkat signifikan, dari Rp8,41 triliun 
pada tahun 2010 menjadi Rp10,55 triliun pada tahun 2011.

  Membaiknya kinerja sektor perdagangan, jasa dan investasi tersebut, pada 
akhirnya berdampak positif pula pada capaian laba usaha Perseroan secara 
konsolidasi. “Tahun 2010 secara konsolidasi perseroan masih mencatat rugi usaha 
sebesar Rp4,01 triliun, namun tahun 2011 sudah positif menjadi Rp1,76 triliun,” 
kata Bobby.

  Direktur Keuangan BNBR, Eddy Soeparno menambahkan, catatan positif perolehan 
pendapatan (revenue) sebesar Rp16,19 triliun sekaligus menunjukkan perseroan 
memiliki kemampuan yang cukup kuat untuk mengembangkan dan meningkatkan kinerja 
usahanya.

  Dekonsolidasi terhadap PT Bakrie Sumatera Plantations Tbk (UNSP) pada akhir 
2010 tidak berpengaruh menciutkan pendapatan perseroan yang pada 2011 tetap 
mencatatkan pendapatan yang tinggi. Hal ini antara lain karena adanya 
peningkatan pendapatan Bakrie Energy International.

  Perseroan juga mampu menurunkan kewajiban utangnya. Hal ini ditunjukkan oleh 
menurunnya debt to equity ratio (DER) dari 93,24% pada 2010 menjadi 88,03% pada 
2011.



  

Kirim email ke