Buy ADRO, BUMI, HRUM, ITMG, atau PTBA. Pilih sesuai selera masing-masing, karena semua sudah obral. Tapi kalau saya sih lebih prefer HRUM, karena belum bagi Dividen yg jumlahnya sungguh aduhai Rp. Rp380,-. . Plus kinerja dan fundamental yg SUPER KINCLONG…
* * * * Konflik Iran Memanas, Harga Minyak Merangkak Naik** * * *Okezone.com, London *- Harga minyak mentah mulai menguat diatas USD107 per barel karena kekhawatiran atas memburuknya zona euro sedikit berkurang. Selain itu, kekhawatiran akan pasokan minyak mentah dari Timur Tengah kembali muncul, setelah pembicaraan program nuklir Iran tidak mengalami kemajuan berarti. Jajak pendapat menunjukkan masyarakat lebih banyak memilih pemerintahan konservatif pro-bailout Yunani, bisa memenangkan pemilu pada 17 Juni. Hal ini menimbulkan harapan Yunani tetap berada pada zona euro, dan membuat pelemahan mata uang euro mulai mereda. "Jajak pendapat terbaru melihat Yunani secara positif, dan tidak adanya kemajuan dalam perundingan Iran juga membantu mengangkat harga minyak mentah pasar," kata salah seorang broker Jefferies Bache, Christopher Bellew, di London seperti dilansir dari *Reuters*, Selasa (29/5/2012). Di sisi lain, Kekhawatiran perang Teluk mengancam pasokan minyak global. Kekhawatiran ini kembali datang, setelah perbincangan negara-negara barat gagal meyakinkan Iran menghentikan proyek nuklirnya. Akibatnya, ketegangan antara Iran dan Barat tetap tinggi menjelang pembicaraan di Moskow. Minyak mentah berjangka jenis Brent untuk Juli sempat naik hingga USD1,24 ke USD108,04 per barel. Namun, menjelang penutupan perdagangan, tekanan kembali melemahkan Brent menjadi USD107,11 per barel, dengan kenaikan 28 sen atau 0,26 persen. Sementara, minyak mentah Amerika Serikat (AS), West Texas Intermediate (WTI), naik lebih dari USD1 ke posisi tertinggi USD91,99 per barel. Investor mengatakan risiko utama pasar minyak adalah ketegangan atas program nuklir Iran. Negara barat meyakini, pengadaan nuklir di Iran dirancang untuk menghasilkan senjata atom. Perselisihan antara Iran dan Barat meningkat pada akhir pekan kemarin, setelah Teheran menolak Badan Energi Atom Internasional (IAEA) untuk mengunjungi situs nuklir yang diduga digunakan untuk mengembangkan senjata nuklir. "Setiap peningkatan ketegangan yang melibatkan Iran, akan mendongkrak premi risiko dan menempatkan pasar di ujung," kata trader di CMC markets, Ben Taylor.
