Semoga berguna ya... Agnes (www.analisis-saham.com) --------------------------------- Seorang professor dari University of California yang bernama Terrance Odean menunjukkan suatu bukti mengenai adanya fenomena disposition effect. Disposition effect ini adalah suatu tendensi untuk menyimpan investasi merugi terlalu lama dan menjual investasi yang menguntungkan terlalu cepat.
Apa yang dia lakukan? Dengan bantuan data dari sebuah perusahaan sekuritas besar di NYSE ia menganalisis catatan perdagangan 10.000 akun aktif. Adapun perioda datanya adalah mulai dari Januari 1987 sampai dengan Desember 1993. Hasilnya pengolahan data yang dilakukannya menunjukkan bahwa investor cenderung untuk menjual saham yang memberikan gain bagi mereka, dan tidak menjual saham yang mengalami loss atau penurunan harga. Hal itu terjadi di semua bulan dalam 1 tahun, kecuali bulan Desember. Fenomena ini konsisten dari tahun ke tahun. Apa artinya? Kebanyakan investor tidak menerapkan strategi cut loss dengan beberapa alasan (1) secara psikologis, kerugian akan menyebabkan “luka” secara emosional sehingga hal ini dihindari oleh investor kebanyakan. (2) dalam posisi laba, secara umum investor cenderung lebih risk adverse sehingga gain direalisasi secepatnya. (3) dalam posisi rugi, secara umum investor cenderung risk taker sehingga loss nya tidak direalisasi (4) proporsi realisasi loss atas saham yang menurun kebanyakan terjadi di Bulan Desember karena investor berkepentingan terhadap kerugian guna mengurangi pendapatan kena pajak. Sebelumnya Odean ini juga beranggapan bahwa disposition effect itu bisa saja terjadi karena pertimbangan: 1. menyimpan saham rugi karena memiliki ekspektasi bahwa saham losers (merugi) akan menjadi winners alias akan menguntungkan dikemudian harinya. 2. investor menata ulang portfolionya. Namun dengan data yang ada dan pengujian yang dilakukan dalam artikel itu, kedua pertimbangan itu tidak terbukti. Bahkan saham winners kinerjanya masih jauh di atas kinerja saham losers setelah beberapa tahun kemudian. Artinya, jika investor focus pada saham2 yang kinerjanya bagus, dan cut loss pada saham yang kinerja pasarnya baik hasilnya lebih baik. Disinilah peran penting PENGETAHUAN terhadap TREND. Note: - Artikel di atas adalah hasil riset yang dipublikasikan di Journal of Finance Vol. 53. - Di bursa banyak yang setuju dengan cut loss strategy dan banyak juga yang menentang. Perbedaan itu tidak bukan focus yang diperdebatkan dalam tulisan ini. Siapkan strategi Anda sendiri berdasarkan preferensi risiko yang Anda miliki. oleh: Dedhy Sulistiawan (www.analisis-saham.com)
