Bu Ellen,

Kutipan tulisan ”Untuk trader pemula, sudah sangat bagus jika bisa menghasilkan 
rata-rata keuntungan sebesar 5% per bulan.”

Kalau saya artikan secara sederhana tulisan Bu Ellen diatas, seorang trader 
senior sudah biasa dengan profit 5% per bulan atau 60% setahun.

Jika asumsi modal awal Rp.500 juta maka akumulasi modal trader senior tersebut 
pada tahun ke:
1. Tahun ke 10 sebesar Rp.54,975,500,000,-
2. Tahun ke 15 sebesar Rp.576,460,000,000

Sharing yah pengalamannya.

Salam Profit.
-----Original Message-----
From: Ellen May <[email protected]>
Sender: [email protected]
Date: Tue, 26 Jun 2012 10:55:28 
To: <[email protected]>; <[email protected]>
Reply-To: [email protected]
Subject: [saham] Trading For Living, Bisakah ?

Dear all, berikut ini saya tulis kembali artikel tentang Trading For A
Living yang pernah dimuat di kol**
*

om ”Smart Traders Not Gamblers” Kontan 19 Mei 2012, semoga bermanfaat &
feel free to share :)
***

*

--------------------------------------
*

*Bisakah Trading For Living ?*

Saya sering sekali menerima pertanyan seperti judul diatas, “bisakah saya
melakukan *trading for a living* ? Sebelum menjawab pertanyaan itu, mari
kita pahami apa itu *trading for a living*. Mengapa *trading for a
living* populer
? Mengapa banyak yang ingin *trading for a living* ? Haruskah
melakukan *trading
for a living* ?

[image: Inline image 3]Secara harafiah, *trading for a living* berarti
melakukan aktivitas beli dan jual instrumen investasi, entah itu berupa
saham, valuta, ataupun komoditas dan asilnya dugunakan untuk memenuhi
kebutuhan sehari-hari.

Aktivitas *trading for a living* menarik, karena memberikan kebebasan waktu
dan tempat. Pelaku trading for living memikat banyak orang berikut apa saja
yang perlu disiapkan oleh mereka yang ingin *trading for a living*.

Menghitung biaya hidup setiap bulan, *trading for a living* berarti trading
untuk memenuhi kebutuhan hidup, Jadi, sebelum bertindak lebih jauh, trader
harus menghitung biaya hidupnya setiap bulan. Trader yang menikah, atau
hanya menghidupi dirinya sendiri, membutuhkan biaya hidup yang lebih kecil
daripada trader yang sudah berkeluarga tentu harus memikirkan biaya,
termasuk biaya darurat.

Trader juga harus menghitung berapa yang harus didapat, hingga bisa
memenuhi kebutuhan hidup sekaligus investasi. Ambil contoh, biaya hidup
anda per bula Rp 5.000.000 berarti anda harus memperoleh penghasilan lebih
dari Rp 5 juta per bulan. Sisa itu untuk diinvestasikan kembali atau biaya
darurat.

Cek kemampuan trading anda selama beberapa bulan, sebelum memulai *trading
for a living*.

Berapa persen rata-rata keuntungan anda hasilkan setiap bulannya? Untuk
trader pemula, sudah sangat bagus jika bisa menghasilkan rata-rata
keuntungan sebesar 5% per bulan.

Cek modal yang dimiliki. Anda tahu berapa rupiah yang harus anda kumpulkan
per bulan untuk memenuhi target kebutuhan hidup. Anda juga tahu bisa
menghasilkan rata-rata profit per bulan. Dari kedua variabel itu anda bisa
menghitung kebutuhan modal.

Dalam contoh diatas, kebutuhan biaya hidup Anda adalah 5 juta, dan
kemampuan mencetak profit adalah 5%, berarti modal yang Anda butuhkan
adalah Rp 5 juta dibagi 5% atau Rp 100 juta. Perlu dicatat, itu modal untuk
menutup kebutuhan hidup.

Jika ingin mendapat lebih, supaya bisa diinvestasikan ulang atau menyiapkan
biaya untuk hal-hal darurat, anda harus bisa menghasilkan lebih dari Rp 5
juta.

Ketiga unsur diatas meski terlihat sederhana, namun sangat riskan jika satu
saja tidak terpenuhi.

Bagaimana jika trader tidak bisa menghasilkan profit dalam nilai sebesar
dengan biaya hidup sebulan ?

Baca selengkapnya
....<http://www.ellen-may.com/v2/index.php?option=com_content&view=article&id=230:hidup-dari-jual-beli-saham--bisakah-&catid=1:latest-news>


-- 
*

Salam profit,


Ellen May


Twitter : @pakarsaham  <http://www.twitter.com/pakarsaham>

www.ellen-may.com


Learn,practice & pray, miracle happens. No action nothing happen
*
Info #TrainingTradingProfits email ke [email protected]

<<trading at home.jpg>>

Kirim email ke