Kurs rupiah terhadap dolar AS di pasar spot valas antar bank Jakarta, Selasa (3/7/2012) ditutup menguat 20 poin (0,21%) ke posisi 9.365/9.370 dari posisi kemarin 9.385/9.395.
Analis senior Monex Investindo Futures Zulfirman Basir mengatakan, penguatan rupiah hari ini dipicu oleh kembali mencuatnya harapan pasar terhdap peluang digulirkannya Quantitative Easing (QE) AS untuk tahap ketiga dari The Fed. Harapan menguat setelah data manufaktur yang dirilis AS kemarin menegaskan, pemulihan ekonomi yang lemah. Karena itu, kata dia, AS membutuhkan suntikan stimulus tambahan untuk menggairahkan aktivitas ekonomi lebih lanjut. "Karena itu, rupiah ditutup pada level terkuatnya sepanjang perdagangan hari ini setelah sempat melemah ke 9.422 dari posisi pembukaan 9.380 per dolar AS,” katanya kepada INILAH.COM, di Jakarta, Selasa (3/7/2012). Indeks Manufaktur PMI AS dirilis turun jadi 52,5 atau lebih buruk dari prediksi 53 dan data sebelumnya 52,9. Harapan akan adanya QE ketiga tentunya akan jadi tekanan dolar AS. "Belum lagi dengan data-data ekonomi AS yang pekan ini menunjukkan angka yang negatif," tandas Firman. http://pasarmodal.inilah.com/read/detail/1878734/quantitative-easing-as-mencuat-rupiah-bangkit
