Pak Yohanes, walau ditulis dengan OOT, tapi topik seperti di bawah tidak
berkaitan dengan urusan persahaman secara langsung. Jadi, silakan gunakan
milis politik saja untuk bahas hal2 seperti di bawah. Hal ini juga berlaku
bagi teman2 lainnya, untuk tidak membahas soal politik, dan lainnya yang
tidak berhubungan langsung dengan saham di milis saham. Milis saham hanya
diperuntukan untuk diskusi soal saham.

Berhubung Pak Yohanes mengaku masih baru, dan tampaknya belum begitu kenal
dengan milis saham, karenanya status email Pak Yohanes sementara ini di
moderasi dulu oleh ADMIN milis saham dengan harapan tidak melakukan
kesalahan yang sama.

catatan:
Keputusan ini tidak untuk didiskusikan di milis, dan keputusan sudah
bersifat final.
Hal ini juga untuk diperhatikan oleh anggota milis lainnya, karena ADMIN
bisa saja melakukan hal yg sama, langsung memoderasi status email yang
mengangkat topik seperti di bawah ini.

jabat erat,
Irwan Ariston Napitupulu
ADMIN milis [email protected]

2012/7/12 yohanes <[email protected]>

>
>
> Dear Bang Irwan, para senior dan teman2,
>
> Minta izin sedikit menyimpang di luar topik saham, mumpung masih hangat.
> Tadi malam saya baca berita di detik.com mengenai demografi 2 pemenang
> pilkada DKI 2012 menurut LSI.
> Link-nya disini:
> http://news.detik.com/read/2012/07/11/190250/1963146/10/inilah-demografi-pemilih-pilgub-dki-jakarta-versi-lsi
>
> Saya cuplik 2 paragraf berikut (copy paste):
>
> "Berdasarkan etnis, polling ini menunjukkan jika pasangan Foke-Nara
> mayoritas didukung 48,3 persen masyarakat Betawi. Sedangkan etnis Cina
> sebanyak 100 persen mendukung pasangan Jokowi-Ahok.
>
> Jika melihat dari agama, Foke-Nara didominasi umat muslim dengan
> persentase 35,3 persen. Jokowi-Ahok didukung 77,1 persen umat Protestan."
>
> Kesimpulan pertama yang saya dapat dari 2 paragraf diatas adalah terdapat
> perbedaan karakteristik pemilih yang tegas berdasarkan suku dan agama
> (SARA).
> Foke didukung mayoritas orang betawi dan mayoritas orang muslim, sedangkan
> Jokowi mayoritas didukung oleh orang protestan (77,1% dari total pemilih
> Jokowi adalah orang protestan) dan semua orang chinese di Jakarta memilih
> Jokowi.
>
> *Saya coba cari data terkait paragraf kedua dan berakhir bingung.
>
> *Perhitungan saya adalah sebagai berikut:
>
> Jumlah DPT DKI 2012             6.962.348 jiwa, sumber data:
> http://pilkadadki2012.com/berita-terbaru/jumlah-dpt-susut-21-ribu-pemilih-lebih.html
>
> Pemilih yang golput  = 38%. sumber data
> http://bangka.tribunnews.com/2012/07/11/jsi-golput-pilkada-dki-38-persen
>
> Pengguna hak pilih                 4.316.656 jiwa  (a) = 62% x jumlah DPT
>
> Pemilih Jokowi 42,5% x a       *1.834.579* jiwa (dibulatkan keatas)  (b).
> Kalau gak salah prosentasi menurut LSI sekitar 43%.
> Jumlah (b) x *77,1%*                 *1.414.461* jiwa (dibulatkan
> keatas). Ini adalah jumlah (seharusnya) penduduk DKI yang beragama
> protestan yang memilih Jokowi pada pilkada DKI 2012 putaran pertama.
>
> Menurut Wikipedia (
> http://id.wikipedia.org/wiki/Daerah_Khusus_Ibukota_Jakarta), persentase
> umat protestan di DKI Jakarta adalah 6,2%.
> Jumlah penduduk DKI per November 2011 adalah 10.183.498 jiwa (WNI) menurut
> situs ini
> http://www.kependudukancapil.go.id/index.php/statistik/penduduk-dki-jakarta/42-statistik/4-jumlah-penduduk-provinsi-dki-jakarta
> .
> Dengan menggunakan data diatas, maka jumlah penduduk beragama protestan di
> Jakarta menurut komposisi (%) wikipedia adalah *621.193 *jiwa.
>
> Kesimpulan yang saya dapat dari hitung2-an saya adalah bahkan seandainya
> orang protestan di Jakarta semuanya berumur diatas 17 tahun, semuanya
> terdaftar dalam DPT, semuanya pergi memilih dan semuanya memilih Jokowi,
> jumlah mereka (621.193) hanya maksimum *33,86%* dari total pemilih Jokowi
> menurut versi quick count.  Jadi, bukan mayoritas.
>
> Kemudian saya berpikir lagi. Mungkin saya salah memahami kalimat berita
> diatas. Seharusnya dari seluruh orang DKI yang beragama protestan, 77,1%
> memilih Jokowi.
> Jika demikian, maka persentase jumlah pemilih protestan terhadap total
> pemilih Jokowi hanya sebesar *26,11%* (=77,1% dikalikan 621.193 jiwa
> dibagi 1.834.579 jiwa dikali 100%), *bukan mayoritas*.
> Pertanyaannya kemudian adalah:
> 1. Siapa pemilih mayoritas Jokowi berdasarkan agama?
> 2. Apakah berita ini tidak terkesan membandingkan apel dengan jeruk?
> 3. Kenapa tidak membandingkan aple to aple: berapa persen pemilih Jokowi
> yang beragama Islam dibandingkan dengan persentase pemilih Foke yang
> beragama Islam?
> 4. Kenapa ketika menyebutkan etnis Betawi yang mendukung Foke, tidak
> menyebutkan juga berapa persen etnis Betawi yang mendukung Jokowi? Kenapa
> kemudian kalimat berikutnya malah menyebutkan dukungan etnis Cina kepada
> Jokowi tanpa menyebutkan persentase mereka (etnis cina) terhadap jumlah
> pemilih?
>
> Menurut saya, seharusnya berita ini membandingkan aple to aple supaya
> tidak terkesan mengarahkan kesimpulan pembaca ke arah tertentu.
>
> Mohon bantuan para suhu, senior dan teman2 disini untuk menjelaskan cara
> yang benar untuk memahami berita diatas.
>
> Akhirnya, kalau ada salah2 kata, nubie mohon maaf sebesar2-nya.
>
> Salam,
>
> yohanes
>
>
>
> 

Kirim email ke