Lupa saya hitungan siapa ya. Tapi dari hitungan itu laba Astra growth 20% baru 
layak untuk dikoleksi untuk harga saat itu (lupa juga pas harga berapa itu). 

Intinya sih yang saya ingin sampaikan walau laba naik, perlu juga kita analisis 
terhadap kondisis harga sekarang. 

________________________________
 From: Bambang Kansah <[email protected]>
To: saham <[email protected]> 
Sent: Friday, July 27, 2012 9:03 AM
Subject: [saham] 
 

  
Saham2 seperti ASII, BBRI, UNVR, INDF, HRUM, kalau
lagi diguyur,  justru kesempatan bagi
kita untuk belanja. By the way, HRUM kalau diguyur lagi ke 5000, apalagi sampe
ke 4.800, borong aja yg banyak….
 
Astra Raih Laba Rp 9,7 Triliun, Naik 13%
Angga Aliya - detikfinance
Kamis, 26/07/2012 17:13 WIB
 
Ilustrasi Foto: dok detikFinance
Jakarta - PT Astra International Tbk (ASII)
meraih laba bersih Rp 9,7 triliun di paruh pertama 2012, naik 13% dari Rp 8,6
triliun di periode yang sama tahun lalu. Peningkatan laba salah satunya
didorong tingginya penjualan mobil.

"Grup Astra menunjukkan kinerja yang baik sepanjang semester I tahun 2012,
khususnya pada penjualan mobil yang diuntungkan dari menguatnya permintaan
dalam negeri dan meningkatnya pasokan yang didukung oleh penambahan kapasitas
serta berkurangnya gangguan pasokan yang pernah terjadi tahun lalu," kata
Presiden Direktur ASII Prijono Sugiarto dalam keterangan tertulis, Kamis
(26/7/2012).

Pendapatan bersih Astra sepanjang enam bulan pertama tahun 2012 mencapai Rp
95,9 triliun, meningkat 26% dibandingkan periode yang sama tahun 2011 sebesar
Rp 76,3 triliun. 

Laba bersih per saham juga naik 13% menjadi Rp 239 dibandingkan semester
pertama tahun sebelumnya sebesar Rp 212 per saham. 

"Meski diberlakukannya aturan uang muka minimum dalam pembiayaan kendaraan
bermotor mulai 15 Juni 2012 akan memberikan dampak negatif pada penjualan
otomotif, Grup Astra diharapkan dapat memberikan kinerja yang memuaskan di
semester II tahun 2012,” tambahnya.

Kegiatan Grup Astra fokus kepada enam lini bisnis inti, yaitu Otomotif; Jasa
Keuangan; Alat berat dan pertambangan; Agribisnis; Infrastruktur dan Logistik;
serta Teknologi Informasi.

Kontribusi laba bersih divisi 0tomotif semester I tahun 2012 meningkat 25%
menjadi Rp 4,9 triliun, termasuk Rp 2,5 triliun dari perseroan dan anak
perusahaan serta Rp 2,4 triliun dari perusahaan asosiasi dan jointly control
entities di bidang otomotif. 

Total penjualan mobil nasional meningkat 28% menjadi 535.000 unit. Penjualan
mobil Grup Astra (Toyota, Daihatsu, Isuzu, UD Trucks dan Peugeot) mengalami
kenaikan 32% menjadi 302.000 unit, dengan pangsa pasar sebesar 56% dibandingkan
55% pada periode yang sama tahun lalu. Sepanjang Semester I tahun 2012, Astra
meluncurkan 13 model baru dan 18 model facelift.

Sementara itu, penjualan sepeda motor nasional turun 9% menjadi 3,7 juta unit
dibandingkan periode yang sama tahun 2011. Penjualan sepeda motor PT Astra
Honda Motor (AHM) tumbuh 0,1% menjadi 2,1 juta unit dan berhasil meningkatkan
pangsa pasar dari 52% menjadi 57%. 

Sepanjang semester I tahun 2012, AHM meluncurkan 2 model baru dan 8 model
facelift. Secara keseluruhan, penjualan sepeda motor nasional pada semester I
tahun 2012 terkena dampak negatif dari pengetatan standar pemberian pinjaman
pada beberapa perusahaan pembiayaan konsumen pihak ketiga.

PT Astra Otoparts Tbk (AUTO), perusahaan di bidang manufaktur komponen yang
95,7% sahamnya dimiliki oleh Perseroan, mencatat laba bersih sebesar Rp 528
miliar, naik 10% dibandingkan semester I tahun 2011. 

Penjualan meningkat sebesar 17%, terutama untuk pasar pabrikan (OEM) dan suku
cadang pengganti. Namun naiknya penjualan tersebut tergerus sebagian oleh
tingginya biaya bahan baku
dan tenaga kerja yang tidak dapat dibebankan seluruhnya ke pelanggan OEM. 

Kontribusi laba bersih divisi jasa keuangan mengalami kenaikan 4% menjadi Rp
1,8 triliun. Total pembiayaan melalui bisnis pembiayaan otomotif Astra yang
terdiri dari Federal International Finance (FIF), Astra Credit Companies (ACC)
dan Toyota Astra Financial Services (TAFS) tumbuh 10% menjadi Rp 26,3 triliun,
termasuk melalui joint bank financing without recourse. 

Total pembiayaan alat berat Astra melalui PT Surya Artha Nusantara Finance dan
PT Komatsu Astra Finance meningkat 32% menjadi Rp 4,4 triliun. Bisnis
pembiayaan alat berat tidak menggunakan fasilitas joint bank financing. 

Toyota Astra Financial Services dan Komatsu Astra Finance adalah perusahaan
patungan. PT Asuransi Astra Buana (AAB), anak perusahaan yang bergerak di
bidang asuransi, membukukan laba yang sedikit lebih rendah dibanding periode
yang sama tahun lalu, dikarenakan biaya komisi dan klaim yang lebih tinggi,
walaupun terdapat pertumbuhan pendapatan premi yang sangat baik. 

PT Bank Permata Tbk dimana 44,5% sahamnya dimiliki oleh perseroan, melaporkan
laba bersih sebesar Rp 712 miliar, meningkat 1% didukung oleh pertumbuhan dari
pendapatan bunga bersih dan fee based income, meskipun terdapat kenaikan biaya
operasional.

Kontribusi laba bersih divisi alat berat dan pertambangan meningkat 21% menjadi
Rp 1,9 triliun. PT United Tractors Tbk (UNTR), yang 59,5% sahamnya dimiliki
oleh perseroan, melaporkan laba bersih sebesar Rp 3,1 triliun, naik 21%
dibandingkan semester I tahun 2011, yang didukung oleh kenaikan pendapatan
bersih pada tiga segmen bisnisnya, yaitu mesin konstruksi, kontraktor
penambangan dan pertambangan sebesar 19%. 

Pada sektor mesin konstruksi pendapatan bersih naik 9%, meskipun unit penjualan
alat berat Komatsu turun sebesar 2% menjadi 4.231 unit. Hal ini didukung oleh
perubahan product mix dan adanya kenaikan harga jual rata-rata alat berat,
serta menguatnya pertumbuhan usaha suku cadang dan layanan purna jual.

Komatsu masih memimpin pasar alat berat di Indonesia dengan pangsa pasar
sekitar 44%, dibandingkan 51% pada periode yang sama tahun lalu karena
meningkatnya persaingan di sektor alat berat sebagai akibat dari bertambahnya
pasokan unit tipe kecil dari pasar China yang masuk ke Indonesia. 

PT Pamapersada Nusantara (PAMA), anak usaha UT di bidang kontraktor penambangan
batu bara, mencatat peningkatan pendapatan bersih sebesar 31% seiring
peningkatan produksi batu bara sebesar 12% menjadi 45 juta ton dan peningkatan
pengerjaan pemindahan tanah (overburden removal) sebesar 13% menjadi 415 juta
bcm. 

Upaya yang diperlukan untuk memenuhi peningkatan target operasional, terutama
selama kuartal pertama terpengaruh oleh curah hujan tinggi yang mengakibatkan
meningkatnya biaya produksi. Anak perusahaan UT di bidang pertambangan
melaporkan kenaikan pendapatan bersih sebesar 29%, didukung oleh penjualan 3
juta ton batu bara pada semester I tahun 2012, meningkat sebesar 38%. 

Penurunan harga jual rata-rata batu bara dan meningkatnya biaya bahan bakar
memberi dampak negatif pada perolehan laba usaha pertambangan. UT dan anak 
perusahaan
memiliki 8 tambang batu bara dengan total cadangan diperkirakan berkisar antara
300 hingga 350 juta ton. 

Kontribusi laba bersih divisi agribisnis turun sebesar 25% menjadi Rp 764
miliar. PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI), yang 79,7% sahamnya dimiliki
perseroan, mencatat laba bersih semester I tahun 2012 sebesar Rp 959 miliar
dikarenakan adanya penurunan harga rata-rata CPO sebesar 2%, meskipun produksi
minyak sawit meningkat 7% menjadi 636 ribu ton. 

Total nilai penjualan naik 7%, sementara laba bersih terkena dampak negatif
akibat tingginya biaya produksi dan biaya operasional.

Kontribusi laba bersih divisi infrastruktur dan Logistik turun sebesar 10%
menjadi Rp 316 miliar dibanding periode yang sama tahun lalu, dikarenakan
adanya keuntungan tambahan tahun lalu yang berasal dari pembalikan penyisihan
pajak penghasilan. 

PT Marga Mandala Sakti (MMS), operator jalan tol yang 79,3% sahamnya dimiliki
oleh Astra, mengoperasikan jalur Tangerang – Merak sepanjang 72,5 km, mencatat
peningkatan volume trafik kendaraan sebesar 15% menjadi 18 juta kendaraan. Pada
kuartal ketiga tahun 2011, Astra mengakuisisi 95% saham jalan tol Kertosono –
Mojokerto dekat Surabaya sepanjang 40,5 km, saat ini sedang dalam masa
konstruksi dan diperkirakan akan selesai pada tahun 2013 sambil menunggu
penyelesaian pembebasan lahan. 

PT PAM Lyonnaise Jaya (PALYJA), perusahaan penyedia air bersih di wilayah
Jakarta Barat, pada semester I tahun 2012 berhasil meningkatkan penjualan air
bersih sebesar 5% menjadi 79 juta m3. PT Serasi Autoraya (SERA), anak
perusahaan yang sepenuhnya dimiliki Perseroan, mencatat kenaikan jumlah kontrak
sewa kendaraan di bisnis rental kendaraan TRAC sebesar 23% pada semester I
tahun 2012 dibandingkan semester I tahun 2011. 

Kontribusi laba bersih dari divisi teknologi informasi meningkat 32% menjadi Rp
54 miliar. PT Astra Graphia Tbk (AG), sebagai perusahaan yang bergerak di
bidang teknologi informasi dan agen tunggal Fuji Xerox di Indonesia, yang 76,9%
sahamnya dimiliki oleh Astra, membukukan laba bersih sebesar Rp 70 miliar, naik
32% dibandingkan periode yang sama tahun 2011.




(ang/dnl) 
Share:
-- 
send from my hoki blackberry@

 

Kirim email ke