Wuih sanggahan dari simpatisan BUMI? Manteb deh, tarik ulur :D



Powered by Telkomsel BlackBerry®

-----Original Message-----
From: Bambang Kansah <[email protected]>
Sender: [email protected]
Date: Thu, 30 Aug 2012 09:26:34 
To: saham<[email protected]>
Reply-To: [email protected]
Cc: obrolan-bandar<[email protected]>
Subject: [saham] Potential Loss BUMI Tak Pengaruhi Arus Kas

*Potential Loss* BUMI Tak Pengaruhi Arus Kas
*Angga Aliya* - detikfinance
Kamis, 30/08/2012 08:19 WIB
*Jakarta *- PT Bumi Resources Tbk (BUMI) diprediksi terancam bangkrut
akibat beban utang dan rugi yang cukup tinggi. Tapi kerugian ini hanyalah
potensial loss di atas kertas yang tidak mengganggu arus kas.

Menurut Analis PT Indosurya Securities, Reza Priyambada, rugi bersih BUMI
itu hanya kerugian secara pencatatan. Jadi sifatnya masih potential loss,
belum direalisasikan,

"Sifatnya masih potential loss, belum direalisasikan. Karena itu menyangkut
posisi portofolio derivatif perusahaan, tapi tidak mengganggu *cashflow*,”
ujarnya, Kamis (30/08/2012).

Menurut Reza, jika dilihat dari segi pendapatan, BUMI masih mencatat
pertumbuhan 9% dari US$ 1,792 miliar menjadi US$ 1,946 miliar. Posisi laba
usaha pun masih mencatat angka positif US$ 239,165 juta.

Namun pada pos beban lain-lain, kata Reza, laba tersebut terpangkas karena
adanya kerugian derivatif yang sifatnya masih berupa potensi.

"Dalam pencatatan akuntansi, posisi portofolio derivatif itu tetap
dicatatkan hanya untuk menggambarkan posisi keuangan per akhir periode
dengan asumsi kerugian portofoli tersebut direalisasi. Tapi sebetulnya itu
belum terealisasi," imbuhnya.

Ia mengatakan, jika derivatif tersebut kembali normal di penghujung tahun
2012 ini makan BUMI diprediksi tidak akan mengalami rugi. Reza menjelaskan,
harga batubara memang sedang dalam tren melemah, tapi BUMI dinilainya tetap
memiliki prospek, mengingat pendapatan BUMI masih meningkat di tengah
penurunan harga batubara global.

Manajemen BUMI juga sepakat kinerja negatif ini lebih banyak diakibatnya
oleh transaksi derivatif. Pendapatan terbukti mengalami peningkatan setiap
triwulannya. Total pendapatan perseroan naik 8,6% dari US$ 1,792 miliar
menjadi US$ 1,94 miliar.

Total volume penjualan batu bara juga meningkat 10,4% dari 29,3 juta ton
menjadi 32,3 juta ton. 30% penjualan dikontribusikan pelanggan BUMI, Tata
Power.

"Saya tidak bisa berkomentar dengan rumor yang berkembang, termasuk
spekulasi yang ada. Bagaimana bisa dikatakan BUMI di ambang kebangkrutan
jika kinerja perusahaan terus menunjukkan peningkatan," ucap Direktur Bumi,
Dileep Srivastava dalam keterangannya kepada detikFinance, Rabu (29/8/2012).

Hasil riset eTrading Securities juga menyatakan meski BUMI menderita
kerugian sampai US$ 322 juta, BUMI mencatatkan kenaikan pendapatan 14,12%
year-on-year menjadi US$ 1,94 miliar.

"Selain itu, dengan melihat arus kas pada semester I tahun ini, perseroan
mencatatkan pendapatan arus kas operasi yang positif setelah membayar semua
kewajiban termasuk bunga pinjaman," kata hasil riset tersebut.

Perseroan juga meningkatkan pendapatan kas aktivitas operasi secara
signifikan atau naik sebesar 169% dari US$ 53,31 juta ke US$ 143,55 juta.

"Dengan mempertimbangkan hal ini, kami menyimpulkan bahwa BUMI masih
memiliki kinerja yang mampu memacu perusahaan untuk dapat membukukan
keuntungan di periode berikutnya," tambahnya.



*(ang/ang)*

-- 
send from my hoki blackberry@

Kirim email ke