Garuda adalah salah satu saham BUMN yang masuk ke lantai bursa belakangan ini, 
namun harga saham ini berubah arah. Setelah naik ke level tertinggi di 780,  
turun terus menerus dan tanpaknya harga bisa kembali ke 500 perak bila tidak 
ada buyer besar lagi. 


Anehnya saham ini melemah terus setelah ada headline di koran BI bahwa CT 
untung besar. Entah kenapa harga pembelian Rp 620 sebanyak 10% lebih 
kepemilikan, tidak mampu menahan harga saham ini terus melemah, tembus sampai 
Rp 590.


Apakah ini disengaja atau tidak, saya sendiri tidak tahu, sebagai investor 
kecil2an nampaknya ini adalah sesuatu yang sangat menyeramkan. Bayangkan harga 
tertinggi di Rp 780, bisa kembali keharga Rp 590,- turun sebanyak 24%.

Apakah ada perubahan FA GIAA menjadi buruk sehingga saham ini turun terus 
menerus?
Apakah perusahaan mengalami penurunan kondisi keuangan (alias rugi) sehingga 
melorot?

Hanya mereka2 saja yang tahu. Semoga saja Anak Singkong mau menolong saham ini, 
untuk kembali ke habitat yang benar.

Maaf ya, kalau ada salah.. 




Salam,




JG

Kirim email ke