Membeli Saham Untuk Investasi (1 : Kualitas) http://bei5000.com/2012/09/23/membeli-saham-untuk-investasi-1-kualitas/ membeli sebuah saha, persis halnya dengan membeli sebuah barang. Saham juga merupakan sebuah barang, hanya saya tidak ada bentuk nyatanya, dulu ada warkat, tapi saat ini sudah dalam bentuk elektronik. Seperti halnya dalam membeli sebuah barang yang nyata, dalam membeli suatu barang ada 2 aspek yang menjadi pertimbangan si pembeli pada umunya, yaitu KUALITASNILAI dan HARGA. Warren buffet bilang “harga adalah apa yang anda bayarkan, dan nilai adalah apa yang anda terima” Jadi ada dua sisi yang perlu kita perhatikan disini. Yaitu Kualitas / Nilai dan Harga. Sedikit cerita, kenapa amerika yang pertama kali membuat mobil, namun mobil jepang yang menguasai dunia ? Hal ini disebabkan karena Amerika dalam membuat mobil, kualitas nomer satu, hal ini juga berarti biaya produksi sangat mahal, namun kualitas bagus, anggplah harganya 1 Milliar namun bisa bertahan 20 tahun, sementara jepang bikin mobil kualitas bagus, tapi di bawah kualitas amerika, anggap saja seharga RP. 150 juta namun hanya bisa bertahan 5 tahun. Hal ini menyebabkan masyarakat dunia bahkan orang amerika sendiri lebih memilih mobil jepang karena lebih murah, walau kualitasnya di bawah kualitas mobil amerika yang bisa bertahan puluhan tahun namun harga mobil jepang jauh lebih murah. Disini anggap saja mobil amerika adalah emas namun harganya sudah harga berlian, mobil jepang sebaliknya kualitas perak tapi seharga perunggu. Contoh lain pula, pertarungan sengit antara Apple dan Samsung dimana Apple membuat produk yang bagus , samsung juga membuat produk yang tidak kalah bagusnya, namun samsung menjual dengan harga lebih murah, dan hanya dalam waktu yang singkat samsung bisa mengejar kepemimpinan apple di pasar smart phone. Hal yang sama pun terjadi di saham, banyak saham yang sebenarnya bagus, tapi dihargai kemahalan, walaupun bagus, namun jika kemahalan bagi saya tidak layak beli. Dan ada pula saham yang tidak terlalu bagus, namun dihargai di bawah harga wajarnya, inilah favorit saya. Kita akan mulai dari segi kualitas barang. Berbicara mengenai kualitas barang (kualitas saham), ada beberapa rasio yang perlu diperhatikan : 1. Resiko Dari segi resiko yang bisa kita lihat adalah kemampuan perusahaan dalam membayar hutang, Ada beberapa rasio : - DER : jumlah hutang / jumlah ekuitas, paling bagus kalau di bawah 1, namun hingga 1,5masih bisa ditoleransi, sudah agak bahaya kalau mencapai 2x , walau untuk perusahaan dengan growth yang tinggi masih bisa diterima, makin kecil makin baik. - Rasio antara hutang dengan laba setahun. –> Hutang / laba, standart saya adalah maksimal hutang = 10x laba. Artinya seluruh hutang dapat dibayar dengan laba 10 tahun (maksimal), makin kecil makin baik 2. Return kepada pemegang saham Hal kedua yang saya perhatikan adalah return kepada pemegang saham (ROE) , bagi saya ROE minimal adalah 2x suku bunga bank sentral. Jika suku bunga saat ini adalah 5,75% maka MINIMAL ROE = 11,5%, namun ideal yang ingin saya carai minimal 3x suku bunga = 17,25%. Jika ROE di bawah 6% maka lebih baik jika perusahaan bubar saja dan masukan semua ekuitasnya ke bank atau obligasi yang bisa memberikan return lebih tinggi. KArena tujuan utama pembentukan perusahaan adalah meng-usahakan manfaat keuangan yang sebesar – besarnya bagi pemegang saham yang telah menyetorkan modalnya. Jika perusahaan hanya mampu memberikan laba di bawah suku bunga pebankan yang berlaku saat ini, maka pemegang saham seharusnya lebih untung dengan cara nabung saja di bank, tidak usah repot – repot bentuk perusahaan. Maka buat saya ROE yang tinggi adalah suatu keharusan. 3. Pertumbuhan dan Prospek ke depan Treus terang menganalisa pertumbuhan dan prospek ini agak sulit, karena sekali lagi, tidak ada seorang pun yang tau masa depan. Tuhan Yesus aja yang tau masa depan, seperti kata broker saya. Jadi sangat sulit dalam analisa pertumbuhan, walau 10 tahun berturut – turun perusahaan bertumbuh 10% belum tentu di tahun yang ke 11 perusahaan bisa bertumbuh 10% juga. Dan memang faktor ASUMSI pertumbuhan inilah yang seringkali menjadi suatu kendala dalam analisa fundamental. sebab dalam analisa fundamental untuk menghitung harga wajar suatu saham diperlukan asumsi pertumbuhan yang statis, sementara riil di pasarm, tidak ada yang statis, semua variabel bergerak dinamis (tidak menentu) Namun ada beberapa pendekatan, - Jangan memilih saham sektor energi, misal batubara, dan minyak karena growth di perusahaan batubara dan minyak (sektor energi) sangat berghantung kepada harga komoditasnya,. dan perusahaan tidak punya kuasa untuk mengendalikan harga jual karena diatur oleh pasar (menggunakan harga spot). Bagi saya perusahaan komoditas hanya bisa dijadikan sarana trading saja, dan bagus buat trading daripada investasi jangka panjang. - Hindari saham dengan depresiasi besar, saya cenderung menghindari saham sektor telekomunikasi karena nilai depresiasi di sektor telekomunikasi tergolong besar - Tips pribadi saya : pilih perusahaan yang produknya dipakai oleh banyak orang dan bisa anda lihat setiap hari, misal sabun, shampo, sikat gigi, teh, dan lain – lain serta dalam 5 tahun terakhir memiliki pertumbuhan rata – rata yang stabil lebih dari 15% 4. Mengerti bisnis yang anda beli Hal yang cukup membantu menentukan semua kriteria di nomer 1-3 adalah apabila anda mengerti tentang bisnis yang anda beli. Kalau anda pelaku di bidang perbankan, mungkin lebh aman membeli saham bank. anda akan mengetahui kapan saat terbaik membeli bank, dan tentu bank apa yang terbaik. Kalau anda ahli di bidang BAN mobil/motor, ada baiknya anda lebih banyak melihat ke saham ban. Apabila anda bekerja di industri pertambangan,. anda akan lebih mngerti juga saham tambang apa yang bagus dan bagaimana rasio2 nya. Masing -masing industri memiliki kriteria – kriteria penilaian yang unik, oleh sebab itu kadang – kadang dalam analisa fundamental suatu perusahaan, saya langsung menghubungi teman saya atau member yang juga kebetulan bekerja di industri yang bersangkutan dan kami kemudian membahas industri tersebut sebelum akhirnya diambil suatu keputusan. kadang – kadang ada saham yang langsung saya cut loss ketika informasi dari pasar riil menyebutkan hal yang berlawanan dengan analisa saya. Yang say amaksudnkan dengan informasi dari pasar riil bukan insider trading namun kondisi pasar sebenarnya, misal harga jagung, harga beras dan harga cabe di pasar tradisional, dll. Kondisi lahan CPO, dan lain sebagainya. Kriteria unik, misalnya Stripping ratio pada tambang batubara, atau CAR, BOPO, NPL pada industri perbankan yang pada industri lain tidak ada. Bahkan industri perbankan cukup unik, sebab bank tidak bisa seenaknya menambah jumlah simpanan nasabah, sebab jika asset (salah satunya simpanan nasabah) bertambah,.maka pemilik bank harus setor dana, jadi bukannya terima cuan,malah setor dna terus agar rasio CAR nya terpenuhi. Ada banyak lagi kriteria unik dari masing – masing industri / perusahaan, yang hanya bisa dipahami oleh orang – orang yang ahli di bidangnya. Dan RESIKO pun akan berkurang apabila anda mengerti bisnis yang anda beli. Paling utama adalah masalah ENTRY point, bagi anda pelaku bisnis riil, anda pasti lebih mengerti kapan posisi masuk terbaik untuk saham perusahaan yang akan anda beli. bei5000.com http://www.facebook.com/rhliembono
twritter : @bei5000 disclaimer on
