SPMA Tender Offer di Rp600, Fund Manager Asing Akumulasi Rumor yang kemarin berkembang mengenai akuisisi SPMA oleh StoraEnso, salah satu perusahaan kertas terbesar di dunia yang berasal dari Finlandia untuk membeli 45% saham PT Suparma Tbk (SPMA) yang dimiliki oleh PT Gloriajaya Gempita dan PT Mahkotamutiara Mustika, serta pelaksanaan Tender Offer sisa saham SPMA di harga Rp600 ternyata menarik perhatian beberapa Fund Manager asing. Fund Manager asing ini terus mengakumulasi SPMA melalui beberapa broker asing dan BUMN, sehingga meskipun pada awal perdagangan Kamis (11/10/12) kemarin SPMA sempat terus melemah ke level Rp325, tetapi daya beli asing yang kuat dapat membuat harga SPMA naik. Kinerja keuangan SPMA yang pada kuartal III 2012 ini dikabarkan mengkilap juga menjadi salah satu faktor akumulasi oleh Fund Manager ini. Berdasarkan capaian pada kuartal III 2012, SPMA secara fundamental ternyata sangat bagus dimana PER (Price to Earning) nya termasuk yang terendah di industri kertas dan DER (ratio utang terhadap modal) masih rendah sehingga memungkinkan SPMA semakin berkembang. Pada perdagangan Kamis (11/10/12) SPMA ditutup naik signifikan hingga terkena Auto Rejection atas di harga Rp440 atau naik 85 poin (23.94%), dengan volume transaksi sebanyak 266 juta lebih lembar saham senilai Rp105 Milyar dan total diperdagangkan sebanyak 25.062 kali. Ditengah derasnya penjualan pihak asing di Bursa Efek Indonesia kemarin, SPMA masih mencatatkan pembelian bersih (net buy) asing sebanyak lebih dari Rp 5 Milyar yang dimotori oleh BK (JP Morgan Securities Indonesia).
-DISLAIMER-
