yup betuulll bang... saya sangat setuju.
makanya kalo swing saya fokus ke TA... tidak perduli dengan berita2 yang ada.


 
 " Hidupmu adalah Imajinasimu "  


________________________________
 From: Irwan Ariston Napitupulu <[email protected]>
To: [email protected] 
Sent: Monday, October 15, 2012 12:47 PM
Subject: Re: [saham] Ticker Saham
 

  
Analisa grafik tidak bias, bagi yang disiplin. Tapi yang jelas analisa grafik 
tidak pernah memastikan suatu gerakan di masa mendatang. Analisa grafik hanya 
kasih tahu suatu trend sudah berubah atau setidaknya sedang tidak berlanjut 
karena kondisi2 tertentu di bentuk grafiknya. Tapi analisa grafik tidak pernah 
memberikan janji bahwa harga mendatang akan bergerak kemana. Bisa saja suatu 
trend bullish, kemudian secara TA dikasih sinyal trend bullishnya sudah berubah 
atau berakhir, tapi beberapa hari kemudian harga sahamnya kembali naik dan 
melanjutkan trend bullishnya. TA akan jujur bicara bila trend bullishnya memang 
berlanjut kembali bila harga di pasar memenuhi kriteria2 tertentu suatu bentuk 
grafik.

Pada pengetesan kasus grafik yang pernah saya kirimkan ke milis ini beberapa 
waktu yang lalu, dimana saya tidak ceritakan grafik tersebut grafik apa, banyak 
analisa grafik yang diberikan jadi cenderung sempurna dan penuh kehati2an dan 
cenderung obyektif berdasarkan bentuk grafiknya. Tapi, ketika orang mulai 
mencoba mengait2kan ke bentuk saham sektor tertentu, maka analisa grafiknya 
jadi bias. Bahkan ketika saya katakan bahwa grafik tersebut berhubungan dengan 
logam (walau saya tidak sebutkan atau kaitkan ke saham logam/mining), maka 
beberapa orang langsung membuat analisa grafik dengan mengaitkan kemungkinan 
prospek industri/sektor logam dalam jangka panjang sehingga analisa grafiknya 
jadi bias.

Akhirnya saya ungkapkan beberapa hari kemudian bahwa grafik tersebut adalah 
grafik hasil lempar koin 100x. Grafik lanjutan hasil lempar koin 100x 
berikutnya memang belum saya tampilkan sesuai janji sebelumnya.

Dari hal di atas, sangat bisa terlihat bahwa ketika kita mencoba mengaitkan 
dengan saham tertentu, atau sektor tertentu, atau pada realitanya sering 
mengaitkan dengan prospek emiten tertentu hanya karena tahu tickernya, maka 
analisa grafik yang dilakukan seringnya menjadi bias, tidak lagi fokus hanya di 
analisa grafik itu sendiri. Boleh percaya boleh tidak. :)

Catatan: saya pribadi terkadang masih suka kepleset terjebak ticker dalam 
trading. Tapi kalau lagi cuek dengan ticker, hanya fokus di grafik, cenderung 
lebih mudah cari profitnya. :)


jabat erat,
Irwan Ariston Napitupulu


2012/10/15 Mikail <[email protected]>


>
>Bagaimana mengukur tingkat ke-"bias"-an analisa grafik? karena menurut saya, 
>analisa grafik itu sendiri sudah mengandung faktor bias,
>walaupun tanpa pengetahuan tentang ticker sebuah saham.
>
>
>2012/10/9 Irwan Ariston Napitupulu <[email protected]>
>
> 
>>  
>>"Hal yang bisa membuat seorang trader saham yang mengandalkan grafik
>>menjadi bias analisa grafiknya adalah ketika dia mengetahui ticker
>>(kode) dari saham tersebut." --- IAN ---
>>
>>jabat erat,
>>Irwan Ariston Napitupulu
>>
>
>
>

 

Kirim email ke