Sekedar update saja, kinerja BBRI sudah diumumkan. Laba bersih 9 bulan pertama 2012 sebesar Rp13,17T, naik 26%. Asumsi yang saya gunakan pada perhitungan sebelumnya, tidak berbeda jauh karena saya memperkirakan Rp13,39T. Jadi, perbedaannya masih dalam batas toleransi sehingga perhitungan harga teoritis sebelumnya tidak ada perubahan mengingat angka yang diumumkan masih inline dengan perkiraan/asumsi sebelumnya. :)
jabat erat, Irwan Ariston Napitupulu 2012/10/22 Irwan Ariston Napitupulu <[email protected]>: > Oh ya, saya lupa sampaikan di laporan tersebut, perkiraan laba bersih > BBRI untuk Q3 2012 diperhitungan tersebut adalah sebesar Rp4,69T, > sehingga total untuk 9 bulan 2012 menjadi Rp13,39T. > > Nanti dilihat saja pengumuman BBRI, berapa labanya untuk Q3, seberapa > jauh perbedaannya dari perkiraan tsb, di atas atau dibawah. Kalau > beda2 dikit, tidak ada yang direvisi. Kalau bedanya banyak, barulah > direvisi. :) > > jabat erat, > Irwan Ariston Napitupulu > > > 2012/10/22 Irwan Ariston Napitupulu <[email protected]>: >> Jakarta, 22 Oktober 2010. >> >> Para sahabat saham dan sahabat FB, berikut ini sesuai janji saya akhir >> minggu lalu, saya kirimkan file PDF atas isi laporan yang mungkin >> dibutuhkan oleh investor ritel. Jangan fokus pada teknik perhitungan, >> karena masing2 analis bisa punya teknik perhitungannya sendiri2. Tapi >> fokuslah pada penyajian tabel 1 dan tabel 2. Sementara untuk tabel 3 >> hanya pembuktian teknik perhitungan yang sama di masa lalu. Saya taruh >> di halaman pertama, karena saya perkirakan hal itulah yang menjadi >> fokus utama dan pertama dari para investor ritel maupun institusi. >> Bila tertarik, barulah mereka mencoba membaca halaman2 berikutnya >> alasan2 yang bisa mendukung analisa tersebut. Bila mereka bisa >> menerimanya teknik perhitungannya, barulah mereka mungkin tertarik >> untuk investasi sesuai dengan kebutuhan jangka waktu investasi mereka. >> >> Investor bisa memiliki time frame investasi yang bisa berbeda2. Ada >> yang ingin investasi 6-12 bulan (jangka pendek), ada yang ingin >> investasi 1-3 tahun (jangka menengah), ada yang ingin investasi jangka >> panjang (> 3 tahun). Dengan memberikan dan menyajikan perkiraan harga >> saham untuk semua kebutuhan itu, maka laporan/riset atas suatu saham >> akan memiliki nilai tambah dari fungsinya sehingga memperbesar peluang >> laporan hasil riset itu bisa disimpan dan dilihat2 kembali oleh >> nasabah/user sampai ada perubahan atau perbaikan hasil riset karena >> ada perkembangan informasi dari emiten seperti misal keluarnya laporan >> keuangan yang baru. Selama hasil lapkeu masih inline dengan ekspektasi >> sebelumnya, tidak perlu dirubah. Bila ada perubahan yg cukup lumayan, >> maka perlu dirubah, baik di upgrade atau pun di downgrade harga2 >> teoritisnya. >> >> File yg saya kirim ini masih jauh dari sempurna. Tampilan layoutnya >> masih kalah jauh dengan layout yg biasa dikirimkan oleh teman2 para >> analis sekuritas yang bagi saya sudah sangat bagus dan perlu >> dipertahankan. Hal ini karena fokus saya saat ini bukan di hal >> tersebut melainkan soal tampilan tabel 1 dan 2 (halaman pertama), >> selain memang saya kurang mahir urusan mendesign layout. :) >> >> Laporan saya juga masih minim narasi, sehingga perlu ditambahkan >> dengan hal2 yang mungkin bisa bermanfaat bagi nasabah. Silakan >> dioptimalkan dalam laporan agar menjadi laporan yang penuh fungsi dan >> manfaat bagi para nasabah. Khususnya terkait soal kinerja emiten >> belakangan ini dan kemungkinan kinerja emiten ke depannya khususnya >> bila ada kemungkinan aksi korporasi dari emiten di masa mendatang yg >> bisa berdampak cukup signifikan ke kinerja keuangan. Biasanya, di >> perusahaan2 manufacture, sangat terkait dengan capex. >> >> Saya memakai pendekatan PER (Price to Earning Ratio) dalam >> perhitungan, karena bagi saya PER yg paling friendly ke harga pasar >> karena PER mengandung unsur Price (harga pasar) dan Earning (laporan >> keuangan/fundamental). Saya tidak pakai pendekatan FCFF (Free Cash >> Flow to Firm) atau FCFE (Free Cash Flow to Equity) karena bagi saya >> teknik itu lebih cocok untuk aksi akuisisi/merger. Saya tidak pakai >> DDM (Dividend Discount Model) karena emiten yg di analisa belum stabil >> DPR dan labanya sehingga besaran dividend nya masih fluktuatif, tidak >> sejalan dengan filosofi DDM itu sendiri. >> >> Semoga bisa bermanfaat dan bisa menjadi inspirasi baru bagi lahirnya >> bentuk2 laporan yang lebih memenuhi fungsi yang diinginkan oleh >> investor ritel maupun institusi. >> >> jabat erat, >> Irwan Ariston Napitupulu ------------------------------------ Kunjungi situs http://www.info-saham.com untuk informasi seputar saham. SEMUA POSTING DI MILIS INI TANGGUNG JAWAB PENGIRIM EMAIL DAN BUKAN ADMIN MILIS. SEMUA POSTING DI MILIS INI BUKAN UNTUK MENGAJAK MEMBELI ATAU MENJUAL EFEK. SETIAP KEPUTUSAN INVESTASI MENJADI TANGGUNG JAWAB PIHAK PEMILIK INVESTASI ATAU PEMILIK MODAL. [email protected] untuk berhenti dari milis saham [email protected] untuk bergabung ke milis saham Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/saham/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/saham/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
