Mengapa perlu (belajar) investasi ? salah satu sebabnya :
kalau anda nanti di hari tua jadi kakek nenek berduit begitu datang menjenguk cucu ujar cucunya " Ma, kakek datang Ma, kakek datang, cepetan bukain pintu " tapi kalau anda jadi kakek nenek bokek begitu cucu melihat wajah anda di pagar rumah mereka "Ma, kakek dateng lagi tuh....(sambil sibuk terus pencet-pencet PS3) Beda Euy...... jadi udah sadarkan pentingnya (belajar) investasi ? 2012/12/7 Irwan Ariston Napitupulu <[email protected]> > ** > > > Berikut ini transkrip pemaparan awal (bukan sesi tanya jawab dengan > host/saya atau peserta) pada acara seminar tanggal 6 Oktober 2012 yang > lalu. Di acara tersebut, ada 4 nara sumber, satu host (saya). Acara > seminar diselenggarakan oleh harian Kontan, berlokasi di JCC Senayan. > Acara tanya jawab antara 4 narasumber dengan host serta dengan > peserta, jauh lebih seru, sayangnya tidak ada transkripnya. Intinya, > ada pelajaran berharga yang didapat dari 4 narasumber yang sudah mau > membagikan pandangan dan pengalamannya dibidangnya masing2. :) > > Transkrip ini saya copy paste dari FB sahabat saya, Mukhlis Sihombing. > > Semoga bermanfaat. > > jabat erat, > Irwan Ariston Napitupulu > > MENGAPA ANDA PERLU BERINVESTASI? > (sebuah renungan dari Lo Kheng Hong) > > Tahukah Anda berapa jumlah uang yang beredar di seluruh Indonesia? 2.500T > > Tahukah Anda berapa jumlah uang yang ada di pasar modal Indonesia?? 4.000T > > Tahukah Anda berapa kapitalisasi saham Apple di US?? 6.000T > > Ternyata seluruh uang yang beredar dan yang ada di pasar modal > Indonesia hanya cukup untuk membeli saham Apple. Arti > nya jika uang Anda terlalu besar untuk pasar modal Indonesia maka > pasar modal di tempat lain masi bisa menampungnya. Oleh karena itu > seluruh kekayaan terbesar di dunia ini ada di pasar modal. > > Kenapa berinvestasi pada Saham? Sebuah saham publik yang kita beli > sahamnya, akan sangat produktif untuk kehidupan. Mereka menghasilkan > ditergen yang membantu Anda mencuci, menghasilkan batubara untuk > menerangi Anda di malam hari, menghasilkan semen untuk membangun > rumah-rumah Anda, minyak kelapa sawit yang membantu Anda memasak. Lalu > Banyangkan jika Anda berinvestasi Emas, apa yang Anda dapatkan? Hanya > emasnya saja, jika Anda membeli 1 kilo akan tetap 1 kilo selamanya. > Anda juga tentu bingung menyimpan di mana, biaya penitipan safety box > bisa jadi lebih mahal dari kenaikan harga emas itu sendiri. Jika Anda > menginvestasikan tanah yang Anda dapatkan hanya tanah. Namun jika Anda > berinvestasi pada saham perusahaan produktif. Selain memberikan > manfaat kepada Anda sendiri, mereka memberikan lapangan pekerjaan > untuk jutaan masyarakat. Mereka akan tumbuh dan mensejahterakan > seluruh stakeholder. Perusahaan publik menyetor pajak lebih dari 300T > triliun setiap tahunnya, belum termasuk pajak dari penghasilan yang > Anda peroleh setiap bulannya dan pajak dari kontrak tender dengan > rekanan. Pajak yang digunakan untuk membangun bangsa. Berarti saat > ini, siapa yang menjadi pahlawan sebenarnya di negeri ini? Tentu saja > Jawabannya adalah yang bisa menciptakan lapangan pekerjaan, > mensejahterakan masyarakat, dan pemilik perusahaan publik lah yang > menjadi pahlawan yaitu Anda para Investor. > > Tidak seperti orang yang membeli dolar, mereka adalah penghancur > bangsa. Karena mereka akan selalu berharap negeri ini krisis, ekonomi > tidak stabil, rusuh di mana-mana agar dolar mereka menguat. Seseorang > yang memegang dolar harapannya menjadi tidak baik. Namun tidak > demikian dengan seorang pemilik perusahaan publik. Mereka akan selalu > berharap negeri ini aman, stabil, ekonomi tumbuh, supaya daya beli > masyarakat ikut meningkat. > > Investasi saham returnnya jauh lebih besar dibanding suku bunga, > obligasi, dan emas. Sebuah buku ditulis oleh Prof. Jeremy Cedar yang > melakukan riset di Amerika 200 tahun ke belakang. Ternyata jika $1 > tahun 1800 membeli emas maka tahun 2000 menjadi $15. Jika $1 dolar > tahun 1800 membeli treasury bills maka tahun 2000 menjadi $4500, Jika > $1 tahun 1800 corporate bond pada tahun 2000 menjadi $14.000. Dan jika > $1 tahun 1800 membeli saham maka akan menjadi $8.800.000 pada Tahun > 2000. > > Kapan Anda harus memulai berinvestasi?? Haruskah memiliki modal besar? > Tentu tidak. Bayangkan jika Anda memulai investasi dengan 1 juta, dan > naik 10% tiap bulannya. Anggap lah 100% atau naik 1 kali lipat saja > setiap tahunnya maka berapa yang Anda miliki 20 Tahun kemudian? > Jawabnya 1 TRILIUN. Mungkin Anda berfikir 1 triliun itu besar, tapi > jika di pasar modal jumlah itu tidak ada artinya. Nilai Kapitalisasi > Bank BCA itu 200T, jika dengan uang itu Anda membeli saham BCA. Anda > hanya memiliki setengah persennya saja dan uang Anda habis. > > Maka sangat kasihan jika Anda tidak mengerti investasi. Belajarlah, > kurangin konsumsi dan banyak berinvestasi. > >
