Kalau hijau yah take profit, terus turun dikit buy back dengan lot yang sama 
misalnya. Kan sama hasilnya dengan hold 20 tahun kalau bolak balik beli jual 
dalam 20 tahun... ha..ha..ha


--- On Fri, 7/12/12, Iman <[email protected]> wrote:

From: Iman <[email protected]>
Subject: Re: [saham] Transkrip Seminar LKH: Mengapa Anda Perlu Berinvestasi
To: [email protected]
Received: Friday, 7 December, 2012, 7:32 PM
















 



  


    
      
      
      Menurut saya sih ada beberapa saham yang layak dikoleksi sampai 20 tahun. 
Masalahnya kuat nggak hold sampai selama itu? Biasanya ijo dikit udah gatel 
pengen profit taking. Investor yang holding periodnya beneran bisa sampai 20 
tahunan mungkin bisa diitung dgn jari.



2012/12/7 hakitrader <[email protected]>
















 



  


    
      
      
      


Sekarang agak sulit mencari saham utk 
dihold 20 thn kedepan, rasanya 5 tahun kedepan saja sudah 
cukup.

  ----- Original Message ----- 
  From: 
  chandra 
  Kurniawan 
  To: [email protected] 
  Sent: Friday, December 07, 2012 6:24 
  PM
  Subject: Bls: [saham] Transkrip Seminar 
  LKH: Mengapa Anda Perlu Berinvestasi
  
  
  
  
  
  Jadi Saham - saham apa saja yang bagus di collect buat 20 tahun ke 
  depan...mohon informasinya...hehehehe
  

  

  
  
  
  
  Dari: sahamvalas . <[email protected]>
Kepada: [email protected] 

Dikirim: Jumat, 7 Desember 2012 
  18:05
Judul: Re: [saham] 
  Transkrip Seminar LKH: Mengapa Anda Perlu Berinvestasi


  
    
  
  Mengapa perlu (belajar) investasi ?  salah satu sebabnya 
  :


kalau anda nanti di hari tua jadi kakek nenek berduit
begitu 
  datang menjenguk cucu
ujar cucunya " Ma, kakek datang Ma, kakek datang, 
  cepetan bukain pintu "

tapi kalau anda jadi kakek nenek bokek
begitu 
  cucu melihat wajah anda di pagar rumah mereka
"Ma, kakek dateng lagi 
  tuh....(sambil sibuk terus pencet-pencet PS3)

Beda 
  Euy......

jadi udah sadarkan pentingnya (belajar)  investasi 
  ?




  2012/12/7 Irwan Ariston Napitupulu <[email protected]>

  
      
    
    
    
    Berikut ini transkrip pemaparan awal (bukan sesi tanya jawab 
    dengan
host/saya atau peserta) pada acara seminar tanggal 6 Oktober 2012 
    yang
lalu. Di acara tersebut, ada 4 nara sumber, satu host (saya). 
    Acara
seminar diselenggarakan oleh harian Kontan, berlokasi di JCC 
    Senayan.
Acara tanya jawab antara 4 narasumber dengan host serta 
    dengan
peserta, jauh lebih seru, sayangnya tidak ada transkripnya. 
    Intinya,
ada pelajaran berharga yang didapat dari 4 narasumber yang sudah 
    mau
membagikan pandangan dan pengalamannya dibidangnya masing2. 
    :)

Transkrip ini saya copy paste dari FB sahabat saya, Mukhlis 
    Sihombing.

Semoga bermanfaat.

jabat erat,
Irwan Ariston 
    Napitupulu

MENGAPA ANDA PERLU BERINVESTASI?
(sebuah renungan dari 
    Lo Kheng Hong)

Tahukah Anda berapa jumlah uang yang beredar di 
    seluruh Indonesia? 2.500T

Tahukah Anda berapa jumlah uang yang ada di 
    pasar modal Indonesia?? 4.000T

Tahukah Anda berapa kapitalisasi saham 
    Apple di US?? 6.000T

Ternyata seluruh uang yang beredar dan yang ada 
    di pasar modal
Indonesia hanya cukup untuk membeli saham Apple. 
    Arti
nya jika uang Anda terlalu besar untuk pasar modal Indonesia 
    maka
pasar modal di tempat lain masi bisa menampungnya. Oleh karena 
    itu
seluruh kekayaan terbesar di dunia ini ada di pasar 
    modal.

Kenapa berinvestasi pada Saham? Sebuah saham publik yang kita 
    beli
sahamnya, akan sangat produktif untuk kehidupan. Mereka 
    menghasilkan
ditergen yang membantu Anda mencuci, menghasilkan batubara 
    untuk
menerangi Anda di malam hari, menghasilkan semen untuk 
    membangun
rumah-rumah Anda, minyak kelapa sawit yang membantu Anda 
    memasak. Lalu
Banyangkan jika Anda berinvestasi Emas, apa yang Anda 
    dapatkan? Hanya
emasnya saja, jika Anda membeli 1 kilo akan tetap 1 kilo 
    selamanya.
Anda juga tentu bingung menyimpan di mana, biaya penitipan 
    safety box
bisa jadi lebih mahal dari kenaikan harga emas itu sendiri. 
    Jika Anda
menginvestasikan tanah yang Anda dapatkan hanya tanah. Namun 
    jika Anda
berinvestasi pada saham perusahaan produktif. Selain 
    memberikan
manfaat kepada Anda sendiri, mereka memberikan lapangan 
    pekerjaan
untuk jutaan masyarakat. Mereka akan tumbuh dan 
    mensejahterakan
seluruh stakeholder. Perusahaan publik menyetor pajak 
    lebih dari 300T
triliun setiap tahunnya, belum termasuk pajak dari 
    penghasilan yang
Anda peroleh setiap bulannya dan pajak dari kontrak 
    tender dengan
rekanan. Pajak yang digunakan untuk membangun bangsa. 
    Berarti saat
ini, siapa yang menjadi pahlawan sebenarnya di negeri ini? 
    Tentu saja
Jawabannya adalah yang bisa menciptakan lapangan 
    pekerjaan,
mensejahterakan masyarakat, dan pemilik perusahaan publik lah 
    yang
menjadi pahlawan yaitu Anda para Investor.

Tidak seperti 
    orang yang membeli dolar, mereka adalah penghancur
bangsa. Karena mereka 
    akan selalu berharap negeri ini krisis, ekonomi
tidak stabil, rusuh di 
    mana-mana agar dolar mereka menguat. Seseorang
yang memegang dolar 
    harapannya menjadi tidak baik. Namun tidak
demikian dengan seorang 
    pemilik perusahaan publik. Mereka akan selalu
berharap negeri ini aman, 
    stabil, ekonomi tumbuh, supaya daya beli
masyarakat ikut 
    meningkat.

Investasi saham returnnya jauh lebih besar dibanding suku 
    bunga,
obligasi, dan emas. Sebuah buku ditulis oleh Prof. Jeremy Cedar 
    yang
melakukan riset di Amerika 200 tahun ke belakang. Ternyata jika 
    $1
tahun 1800 membeli emas maka tahun 2000 menjadi $15. Jika $1 
    dolar
tahun 1800 membeli treasury bills maka tahun 2000 menjadi $4500, 
    Jika
$1 tahun 1800 corporate bond pada tahun 2000 menjadi $14.000. Dan 
    jika
$1 tahun 1800 membeli saham maka akan menjadi $8.800.000 pada 
    Tahun
2000.

Kapan Anda harus memulai berinvestasi?? Haruskah 
    memiliki modal besar?
Tentu tidak. Bayangkan jika Anda memulai investasi 
    dengan 1 juta, dan
naik 10% tiap bulannya. Anggap lah 100% atau naik 1 
    kali lipat saja
setiap tahunnya maka berapa yang Anda miliki 20 Tahun 
    kemudian?
Jawabnya 1 TRILIUN. Mungkin Anda berfikir 1 triliun itu besar, 
    tapi
jika di pasar modal jumlah itu tidak ada artinya. Nilai 
    Kapitalisasi
Bank BCA itu 200T, jika dengan uang itu Anda membeli saham 
    BCA. Anda
hanya memiliki setengah persennya saja dan uang Anda 
    habis.

Maka sangat kasihan jika Anda tidak mengerti investasi. 
    Belajarlah,
kurangin konsumsi dan banyak berinvestasi.

    



  


    
     

    
    






  










    
     

    
    






  








Kirim email ke