Kutipan persisnya perkataan LKH sudah saya berikan di posting sebelumnya. Rekam 
yg lain sdh bisa menangkap poinnya dan sepertinya jadi sepakat, sepertinya anda 
belum ya :)

Kata penghianat adalah kata dari saya karena memang saya tidak ingat persis 
kosa kata yg digunakan oleh LKH waktu itu sebelumnya akhirnya saya cari 
transkripnya di FB kawan saya dan sudah saya postingkan. 

LKH menggunakan kata "penghancur bangsa", sementara saya menulis ulangnya dgn 
memakai kosa kata "penghianat bangsa". Ntah kosa kata mana yang lebih sadis, 
tapi lebih baik kita gunakan kosa kata yg digunakan LKH saja krn kita lagi 
bahas yg diucapkan oleh LKH. 

Soal kenapa LKH menggunakan kosa kata demikian, sudah jelas dan terang 
benderang dari penjelasannya dalam kutipan perkataan LKH yg saya berikan. Saya 
berikan lagi saja, takutnya anda terlewatkan.
"Karena mereka akan selalu berharap negeri ini krisis, ekonomi tidak stabil, 
rusuh di mana-mana agar dolar mereka menguat. Seseorang yang memegang dolar 
harapannya menjadi tidak baik. "

Rupiah melemah atau menguat bukan karena soal inflasi, just in case anda belum 
paham hal tsb. Seperti contoh, inflasi di China 10 tahum belakangan ini selalu 
lebih tinggi dari inflasi di AS (CMIIW). Kalau mengikuti logika anda, harusnya 
mata uang China sudah jatuh mendalam dibanding USD, kenyataannya adalah mata 
uang China menguat terus, bahkan dijaga jangan sampai terlalu menguat dibanding 
USD sampai2 pemerintah US menekan pemerintah China agar mata uang China 
dibiarkan menguat terhadap USD alias jangan di intervensi terus alias dijagai 
tidak boleh menguat. 

Jadi, nilai tukar suatu mata uang negara itu salah satu fungsinya adalah untuk 
menjaga agar roda ekonomi negara tsb bisa berjalan dengan baik sehingga perlu 
dijaga oleh bank sentralnya dengan menggunakan kekuatan yg dimiliki oleh bank 
sentral tsb. Kalau di rush, diserbu dari segala lini, bisa saja bank sentral 
tidak tahan dan akhirnya jebol pertahannya, dan akhirnya terjadi krisis ekonomi 
beneran, dst. Bank yg kuat saja, bisa rontok kalau para nasabahnya pada narik 
duit. Jadi, berhati2-lah dan bijaksanalah.

Selain hal di atas, neraca keungan yg dipenatuhi juga oleh neraca perdagangan 
turut memberi andil ke nilai tukar. Jadi bukan  karena urusan dengan inflasi 
seperti hitungan anda :) Neraca perdagangan China ke AS, surplus besar setiap 
bulannya. Sehingga China dalam contoh kasus di atas tadi  menerima dolar lebih 
banyak ketimbang keluar dolar untuk pembiayaan. Itu sebabnya, walau inflasi di 
china lebih tinggi ketimbang di AS, tapi mata uangnya malah menguat. Bertolak 
belakang dengan teori anda :)

Soal beli dolar untuk melindungi diri sendiri, ya silakan2 saja, LKH juga tidak 
melarang toh. Siapa sih LKH sampai bisa melarang anda beli dolar? :) Cuma khan 
sudah terlihat jelas disini, ketika anda sudah beli dolar waktu itu, beerapa 
bulan yang lalu, postingan2 yg anda kirimkan bernada menakutkan alias mencoba 
membuat kecemasan. Kalau kasih opini negatif terhadap view ekonomi atau view 
rupiah, masih oke2 saja. Tapi yg saya perhatikan, anda berulang2 mengirimkan 
postingan senada tanpa ada info baru yg disampaikan. Begitu seringnya anda 
kirim posting soal perkembangan kurs sambil kasih cerita2 cemas dan seram, 
layaknya ingin menakut2i. Kalau hanya untuk sharing, sekali dua kali saja, 
harusnya sudah cukup, tidak berulang2 sampai berkali2 sehingga denga jelas 
dapat terlihat modusnya lebih kepada membuat atau menciptakan kecemasan 
ketimbang sharing. Kalau kecemasan terjadi, dan orang ikut2-an beli dolar, 
harapannya tentu dolar menguat dan rupiah terpuruk, dan anda untung :)

Coba saja kita tengok, anda beli dolar waktu nilainya sekitar 9550-9600, 
setidaknya rate waktu anda tulis di milis saham waktu itu. Anda kasih hitungan2 
yg bagi saya aneh itu, sampai rupiah ke belasan ribu (lupa angka persisnya). 
Setelah berbulan2 rupiah jadi ke 9700, dan anda begitu gembiranya sampai bilang 
hore :)

Selama berbulan2 anda hanya untung 1-1,5% saja dari permainan rupiah dolar. Dan 
anda sudah begitu senangnya merasa anda benar. Sementara dalam periode yg sama, 
ada banyak saham yg kenaikannya lebih dari itu, berlipat2 dari hanya sekedar 
1-1,5% yg sudah membuat anda sampai bilang hore tab. Pada periode yg sama, ada 
saham yang kasih profit 5%, 10%, 30%, 50%, 100%, bahkan 200%. Saya tidak tahu, 
menurut anda mana yang lebih melindungi nilai sendiri, yg dapat profit hanya 
1-1,5% ataukah yg dapat profitnya puluhan dan bahkan ratus persen? Mana yg 
lebih cerdas menurut anda dalam mensiasati situasi? :)

Rupiah pernah melemah ke 10 ribu, lalu di intervensi oleh bank sentral. Rupiah 
juga pernah menguat ke 8500-an lalu diintervensi juga oleh bank sentral karena 
terlalu menguat. Seingat saya kejadiannya di Mei-Juni 2011, karena waktu itu 
saya sempat mencairkan reksadana saya semuanya, dan 50% nya saya belikan ke 
dolar, 50% tetap dalam rupiah. Hitung2 saya bantu BI menjaga nilai rupiah agar 
jangan terlalu menguat walau hati saya inginnya rupiah lebih menguat lagi, tapi 
saya percaya BI melihat kalau terlalu menguat akan tidak baik bagi ekonomi 
negara ini, demikian juga terlalu melemah. Dolar itu akhirnya saya jual di 
sekitar 9000 kalau ngga salah dipertengahan bulan agustus  atau pertengahan 
bulan september 2011 (silakan dicek arsip milis krn sudah pernah saya 
ceritakan) dan saya belikan saham kembali yg waktu itu kebetulan sudah turun 
banyak disaat orang lain pada ketakutan di saham, saya justru memborong saham :)
Rupiah memang akhirnya naik kembali ke sekitar 9500 kalau saya hold terus alias 
masih bisa dapat profit sekitar 5-6% lagi sampai batas yg bisa diterima BI. 
Tapi kalau seandainya hal itu saya lakukan waktu itu, maka saya akan kehilangan 
keuntungan yg saya dapat di saham yg mencapai puluhan bahkan ratus persen :) 
Sekedar catatan tambahan, sejak september 2011, setelah membaca artikel LKH di 
harian investor, saya tidak berniat investasi, tapi mulai fokus ke trading saja 
untuk mengejar target pribadi utk pensiun di akhir 2016. Saya agak beda dgn 
LKH. Bila LKH yg asetnya sdh triliunan tetap invest di saham, saya memilih bila 
mencapai hal tsb saya akan taruh ke deposito saja shg tiap bulan saya bisa dpt 
bunga bersih sekitar Rp4M. Saya bisa jalan2 keliling dunia selama berbulan2, 
tanpa hatus pusingkan harga saham lagi. Masing2 orang bisa punya mimpi yg 
berbeda. 

Oh ya, waktu disesi tanya jawab dengan host acara tsb (saya bertindak sebagai 
host di atas panggung), saya tamyakan ke LKH, apakah dia saat ini pegamg saham 
dan berapa banyak komposisinya di portonya dalam bentuk saham? LKH menjawab 
porto saya lebih dari 90% dalam bentuk saham, bahkan hampir 100%. Saya ridak 
mau taruh uang di deposito karena bunganya kecil, jauh lebih menguntungkan di 
saham dalam jangka panjang.

Saya tanya lagi, apakah Pak LKH tidak takit bila terjadi crash sehingga 
portonya turun banyak? LKH menjawab kalaupun terjadi krisis, toh walau turun 
nantinya akan naik lagi dan kenaikannya akan lebih tinggi dari sebelum terjadi 
krisis. Itu pun kalau terjadi krisis, kalau tidak terjadi krisis, khan kalau 
sayamjual saham akhirnya saya kehilangan peluang keuntungan atas kenaikan 
tersebut.

Lalu saya tanya lagi, kalau terjadi krisis dan harga sahamnya rurun lumayan 
sementara ada biaya hidup bulanan yg harus dia penuhi, bagaimana Pak LKH 
menyikapi situasi seperti itu?
Pak LKH kemudian menjawab, dari dividen yg saya terima saja di tahun 2011, 
besarnya sudah cukup untuk membiayai hidup saya seumur hidup sampai meninggal.

Mendengar jawaban Pak LKH tersebut saya langsung tepok jidat (istilah kiasan 
saya saja) dan tertawa bersama nara sumber dan peserta lainnya. Jawaban yg 
polos tapi ngga pernah terpikirkan oleh saya rasa hampir semua yg ada seruangan 
tersebut. Langsung saya coba2 hitung dalam hati biaya hidupnya selama sisa 
hidupnya lalu dibagi dengan rata2 dividend yield yg ada di bursa sehingga saya 
mendapat nilai portonya mencapai triliunan rupiah :)

Kira2 seperti itu tambahan sharing dari saya semoga bisa diambil manfaatnya. 
Semua terpulang kembali ke diri kita masing2 saja. Mau jalan mana yg ditempuh. 
Mau tetap spekulasi di mata uang walau dapatmya kecil, atau di saham yg 
potensinya besar. Setidaknya LKH sudah tunjukan dia berhasil dan dia contoh 
nyata bagi saya. Aar memudahkan membayangkan, sejak 98, rupiah dari 2500 
menjadi 9700 saat ini. Kalau beli rupiah di 98, maka untung hampir 300%. 
Sementara LKH dari 98 sampai 2011 (di aetikel yg saya baca) kalau tidak salah 
dengan investasi di saham LKH profit sekitar 120 ribu persen. Kenapa bisa 
demikian? Karena mindset nya LKH bukan hanya sekedar agar tetap mampu beli 
beras yg naik dari tahun ke tahun, tapi mindsetnya agar dia bisa beli beras, 
daging, kulkas, mobil, rumah, jalan2 berbulan2 ke LN, dan masih tersisa banyak 
uang yg ngga tahu cara ngabisinnya gimana. :)

Semoga bermanfaat ya dan semoga bisa menjadi motivasi anda. Setidaknya untuk 
tidak lagi mengirim posting ketakutan tentang rupiah secara intens di milis 
ini. Bikin postingan serem untu saham masih ngga masalah. Bikin postingan serem 
soal rupiah dengan intensitas tinggi, jangan lagi dilakukan. Bikin postingan 
serem atau berita bohong terkait bank seperti rush, itu urusannya bisa sama 
polisi krn akan dituduh melakukan tindakan subversif dan membahayakan 
keselamatan negara. Semoga kita semua bisa semakin bijaksana ya, untuk memilah 
mana hal2 yg berbahaya bagi negara dan mana hal2 yg masih oke. :)

jabat erat,
Irwan Ariston Napitupulu



Sent from my iPad2

On Dec 8, 2012, at 1:25 AM, "kangduren" <[email protected]> wrote:

> kan ada kata2 :
> Kalau katanya Lo Kheng Hong (LKH) di seminar awal Oktober 2012 lalu yg
> diselenggarakan harian Kontan, LKH tidak mau beli/simpan dolar karena
> orang yang simpan dolar baginya seperti penghianat bangsa. Kenapa LKH
> mengkategorikan demikian?
> ====================
> kata pengkhianat bangsa itu gimana?
> pusing bahas ginian intinya sih ane bukan mau pinter, tp ya dilihat lg kenapa 
> dolar bisa naik, umumnya kan gara2 inflasi atau utang, itu aja koq.
> kalo sampe ane berpikiran supaya indo rusuh gara2 beli dolar??? itu dugaan yg 
> menyedihkan dan penyesatan, spt yg udah ditulis beberapa member di milis ini.
> penekanan ane coba melek mana lebih pahit dolar naik 9000 ke 9700 (dan itu 
> sebabnya apa?) atau beras naik dr 3000 ke 7000 tempo 2004-2012, fakta mudah 
> begitu liatnya ga rumit2.
> LKH semestinya juga ga buat statement spt itu menurut ane, kalo org beli 
> dolar utk melindungi diri sendiri, entah maksud LKH org beli dolar adalah 
> pengkhianat.
> :peace:
> 
> --- In [email protected], Irwan <irwanariston@...> wrote:
>> 
>> LKH setahu saya tidak mengaitkan soal beli dolar dengan soal nasionalisme. 
>> LKH hanya mengatakan, kalau orang beli dolar untuk urusan berharap rupiahnya 
>> jatuh dan dolarnya naik (unsur spekulasi) maka ujung2 nya doanya biasanya 
>> buruk, berharap sesuatu yg buruk terjadi agar rupiah bisa ambruk.
>> 
>> Kalau beli saham, maka doanya umumnya bagus2 seperti misalnya perusahaannya 
>> maju dan berkembang.
>> 
>> LKH berniat investasi ke Yunani, karena beliau melihat peluang di Yunani. 
>> Jadi, kalaupun dia jadi beli saham di Yunani, maka doanya nanti bukan 
>> berharap Yunani makin terpuruk dan hancur, tapi doanya atau harapannya 
>> Yunani bisa bangkit, dan ekonominya pulih kembali. Bandingkan dengan orang 
>> yg nge short EUR/USD, doanya agar uni eropa kacau balai, yunani makin 
>> terpuruk, dst. Sudah kelihatan khan perbedaan dua doa tersebut antara 
>> investor vs pemain/spekulan mata uang?
>> 
>> Nanti kalau LKH ternyata benar lagi soal perkiraan di saham seperti yg 
>> sudah2, alias saham di Yunani yg dia beli (kalau jadi beli) ternyata naik 
>> dan untung besar lagi karena ekonomi Yunani berhasil bangkit lagi, misalkan 
>> saja hal itu terjadi dalam 5 tahun ke depan, LKH mungkin akan menjual 
>> sahamnya dan merealisasikan keuntungannya yang ratusan persen atau bahkan 
>> mungkin ribuan persen (LKH bilang kalau tidak salah saham yg mau dia beli di 
>> Yunani adalah saham yg dia hitung harga wajarnya katakan 100, tapi dijual 
>> hanya dgn harga 10, sehingga potensinya bisa 900% atau lebih).
>> 
>> Nah, setelah dijual, nanti LKH bisa bawa balik uangnya ke Indonesia lagi dgn 
>> jumlah yg jauh lebih besar dari ketika dia bawa ke Yunani.
>> 
>> Jadi, sekedar saya luruskan saja, LKH tidak mengaitkan denga masalah 
>> nasionalis (lihat transkrip seminar yg sudah saya kirimkan. Dia hanya 
>> mengaitkan ke masalah harapan buruk dan harapan baik.
>> 
>> Soal siapa yg benar atau salah, saya tidak tahu. Yang jelas yang saya tahu, 
>> LKH asetnya sudah triliunan hanya dari investasi di saham. Saya percaya, 
>> kalau dia banyak salahnya, sepertinya ngga akan jadi triliuner seperti 
>> sekarang. Jadi, saya saat ini berasumsi LKH lebih banyak benarnya ketimbang 
>> salahnya, setidaknya terlihat dari pertumbuhan asetnya :)
>> 
>> Ini sekedar potongan transkrip LKH:
>> 
>> ===== awal potongan transkrip LKH=====
>> Tidak seperti orang yang membeli dolar, mereka adalah penghancur
>> bangsa. Karena mereka akan selalu berharap negeri ini krisis, ekonomi
>> tidak stabil, rusuh di mana-mana agar dolar mereka menguat. Seseorang
>> yang memegang dolar harapannya menjadi tidak baik. Namun tidak
>> demikian dengan seorang pemilik perusahaan publik. Mereka akan selalu
>> berharap negeri ini aman, stabil, ekonomi tumbuh, supaya daya beli
>> masyarakat ikut meningkat.
>> ===== akhir potongan transkrip LKH =====
>> 
>> Semoga bermanfaat.
>> 
>> jabat erat,
>> Irwan Ariston Napitupulu
>> 
>> 
>> Sent from my iPad2
>> 
>> On Dec 7, 2012, at 10:43 PM, dumbfish2004@... wrote:
>> 
>>> 
>>> 
>>> Smoga Kang LKH kepahlawanannya tercermin dengan membatalkan niatnya invest 
>>> ke Yunani. Kok jauh2 investnya? Indonesia kapitalisasi "lokal"nya masih 
>>> kecil begini. Atau profit lbh penting drpd kepahlawanan? Mari kita lihat 
>>> kenyataannya.
>>> 
>>> kita jadiin studi aja deh, ga usah diperdebatkan :) toh keliatan kok ntar 
>>> mana yg benar / salah. Sabar aja, waktu akan menjawab.
>>> 
>>> Kembali ke tujuan kita satu aja, saling sharing dan belajar. Mari kita 
>>> tanamkan ini.
>>> 
>>> Thx
>>> From: "M. Alfatih, CFTe" <alfatih.aati@...>
>>> Sender: [email protected]
>>> Date: Fri, 7 Dec 2012 15:37:19 +0000
>>> To: [email protected]<[email protected]>
>>> ReplyTo: [email protected]
>>> Subject: [saham] Re: dolar kenape tuh :D
>>> 
>>> Kang Duren, saya salut ama Anda..
>>> peace... Anda benar, bahkan paling benar dan tidak ada sedikitpun unsur 
>>> kebenaran dalam argumen orang lain...
>>> Sekali lagi, peaace....
>>> 
>>> Salam,
>>> 
>>> 
>>> 
>>> 2hRe: dolar kenape tuh :D
>>> Fri Dec 7, 2012 6:32 am (PST) . Posted by: "kangduren" kangdurenLKH pura2 
>>> bodoh atau munafik? seharusnya dia menyesal udah komentar spt itu. Dolar 
>>> naik itu AKIBAT bukan SEBAB, euro turun dolar naik krn ekonomi eropa 
>>> terutama yunani memburuk, bukan krn euronya yg turun nilai.
>>> kasus 1980 an kasus 1998 itu krn ekonomi yg memburuk, tahun 1980 an krn 
>>> harga minyak naik, pemerintah subsidi maka devaluasi, tahun 1998 krn kasus 
>>> kredit macet dan politik maka dolar naik.
>>> MIRIS liat penyesatan spt ini, apalagi LKH yg ngomong.
>>> 
>>> --- In saham@yahoogroups. com, taufik_bki@ .. wrote:
>>>> 
>>>> Luar biasa......like this!
>>>> 
>>>> 
>>>> 
>>>> 
>>>> 
>>>> Powered by Telkomsel BlackBerry®
>>>> 
>>>> -----Original Message-----
>>>> From: Irwan Ariston Napitupulu <irwanariston@ ...>
>>>> Sender: saham@yahoogroups. com
>>>> Date: Fri, 7 Dec 2012 17:04:39
>>>> To: <saham@yahoogroups. com>
>>>> Reply-To: saham@yahoogroups. com
>>>> Subject: Re: [saham] dolar kenape tuh :D
>>>> 
>>>> Kalau katanya Lo Kheng Hong (LKH) di seminar awal Oktober 2012 lalu yg
>>>> diselenggarakan harian Kontan, LKH tidak mau beli/simpan dolar karena
>>>> orang yang simpan dolar baginya seperti penghianat bangsa. Kenapa LKH
>>>> mengkategorikan demikian?
>>>> Jawabnya lagi karena kalau orang pegang dolar, biasanya doanya atau
>>>> harapannya jelek2. Orang tersebut akan senang kalau terjadi hal2 yang
>>>> buruk di Indonesia. Misalkan terjadi kerusuhan, terjadi
>>>> ketidakstabilan politik, terjadi kekacauan, ekonomi Indonesia merosot,
>>>> dst. Jadi, orang pegang dolar biasanya doanya atau harapannya jelek2
>>>> yg kalau kejadian mereka akan senang.
>>>> 
>>>> LKH memilih menjadi investor saham. Hal ini karena kalau membeli
>>>> saham, maka dia memberikan pekerjaan ke banyak orang, membuka lapangan
>>>> pekerjaan ke banyak orang. Perusahaan untung, bayar pajak, maka
>>>> baginya investor turut andil menjadi pembayar pajak. LKH merasa
>>>> menjadi pembayar pajak yang besar dari saham2/perusahaan yang dia
>>>> miliki lewat kepemilikan saham di portonya. Sehingga LKH bilang,
>>>> investor saham itu adalah pahlawan bangsa.
>>>> 
>>>> Tadinya saya tertawa saja mendengar penjelasan Lo Kheng Hong soal
>>>> pemegang dolar, tapi melihat komentar di bawah, koq ada benarnya juga
>>>> ya komentarnya LKH. :)
>>>> 
>>>> jabat erat,
>>>> Irwan Ariston Napitupulu
>>>> 
>>>> 2012/12/7 kangduren <kangduren@ ..>:
>>>>> padahal dolar sempet jebol support loh 959xx, skr melonjak jebol 
>>>>> resitance 97xx, horeee...... .
>>>>> :D
>>> Powered by my mobile warnet®
> 
> 
> 
> 
> ------------------------------------
> 
> Kunjungi situs http://www.info-saham.com untuk informasi seputar saham.
> 
> SEMUA POSTING DI MILIS INI TANGGUNG JAWAB PENGIRIM EMAIL DAN BUKAN ADMIN 
> MILIS. SEMUA POSTING DI MILIS INI BUKAN UNTUK MENGAJAK MEMBELI ATAU MENJUAL 
> EFEK. SETIAP KEPUTUSAN INVESTASI MENJADI TANGGUNG JAWAB PIHAK PEMILIK 
> INVESTASI ATAU PEMILIK MODAL.
> 
> [email protected] untuk berhenti dari milis saham
> [email protected] untuk bergabung ke milis saham
> Yahoo! Groups Links
> 
> 
> 


------------------------------------

Kunjungi situs http://www.info-saham.com untuk informasi seputar saham.

SEMUA POSTING DI MILIS INI TANGGUNG JAWAB PENGIRIM EMAIL DAN BUKAN ADMIN MILIS. 
SEMUA POSTING DI MILIS INI BUKAN UNTUK MENGAJAK MEMBELI ATAU MENJUAL EFEK. 
SETIAP KEPUTUSAN INVESTASI MENJADI TANGGUNG JAWAB PIHAK PEMILIK INVESTASI ATAU 
PEMILIK MODAL.

[email protected] untuk berhenti dari milis saham
[email protected] untuk bergabung ke milis saham
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/saham/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/saham/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke