Boss, jangan terlalu merelatifkan persoalan dong.
Yang sy kurang bisa mengerti yah, kenapa kenaikan USD dikaitkan dengan krisis, kerusuhan dan kehancuran Indonesia? Apakah pikiran itu tidak very2 narrow minded? Kenapa orang yang berharap USD naik ke >10K itu dibilang mengharapkan yang buruk terjadi di Indonesia? Sama seperti pertanyaan saya, apakah kenaikan export itu menimbulkan krisis, kerusuhan dan kehancuran bagi kita? ========================================================================================= Secara umum lho, jangan ntar mulai lagi diskusi, exportnya apa blab la bla…. Tentang BI, come on boss, kalau intervensi biasa mah bener seperti ente bilang. Jangan menutup mata dong, bagaimana BI dengan mati2an “melarang” pembelian USD. Kenapa? Kita tidak bisa menutup mata untuk membenarkan suatu pendapat dengan mengecilkan pendapat orang lain bahkan menyudutkan dengan bilang bisa menghancurkan blab la bla. Waktu USD-IDR 18000 memangnya kita hancur? Anda dan saya dan yang lain2 masih ada kan sekarang? Bukannya jadi lebih kuat perekonomian kita? Sesuatu yang di proteksi akan meledak pada waktunya….. atau juga tidak kalo kekuatannya begitu besar seperti misalnya di China. From: [email protected] [mailto:[email protected]] On Behalf Of Irwan Sent: Saturday, December 08, 2012 5:08 AM To: [email protected] Subject: Re: [saham] dolar kenape tuh :D Tidak ada yang salah denga punya harapan kecuali punya harapan yang buruk seperti dikatakan oleh LKH. Harapan buruk seperti apa yg tidak baik yang disebutkan oleh LKH, tinggal dibaca ulang saja, tidak perlu diplintir ke hal yg tidak disebutkan oleh LKH. Kalau anda setuju harapan buruk yg disebutkan oleh LKH itu bukanlah harapan yg negatif, ya ngga apa2 juga sih. Itu hak masing2 individu. Jadi kalau anda berharap negeri ini krisis, ekonomi tidak stabil, rusuh di mana-mana agar dolar yg dipunya jadi menguat, anda anggap itu tidak masalah, ya saya dan LKH mau bilang apa toh? Karena hal itu adalah hak anda. Tapi saya dan LKH juga yg lainnya punya hak untuk mengatakan bahwa orang yg seperti itu pola pikirnya adalah tipe penghancur bangsa. Sama seperti ketika George Soros menghancurkan Thailand, menghancurkan Inggris. Tapi saya juga ada tulis, bahwa saya pribadi tidak masalah orang beli dolar untuk jaga2 dan untuk kepentingan bisnis lainnya. Oke2 saja bagi saya. LKH juga tidak menyalahkan orang yg beli dolar. LKH sendiri toh kalau jalan2 ke LN negeri khan juga beli dolar, kalau mau investasi di Yunani khan juga beli dolar atau euro. Tapi kalau orang beli dolar dengan punya tujuan atau harapan agar Indonesia krisis, ekonomi tidak stabil, rusuh di mana-mana agar dolar yg dipunya jadi menguat, ini yg tidak ok. Kalau buat George Soros sih oke-oke saja karena bagi dia yang penting profit :) Soal BI atau bank sentral melakukan intervensi, sudah saya jelaskan mengapanya. Soal bank sentral melakukan intervensi, juga suka dilakukan oleh bank sentral negara lain untu menjaga nilai tukar mata uang negaranya masing2 dalam rangka menciptakan kestabilan nilai mata uangnya agar ekonomi negaranya diharapkan bisa lancar.Mereka, orang bank sentral, lebih tahu dari kita2 disini akan apa yg harus mereka lakukan yang terbaik bagi negaranya dari sisi kebijakan moneter. Setidaknya bagi saya, BI selama ini sudah hebat menjaga rupiah sehingga ekonomi Indonesia bisa sehebat sekarang dan ini juga dipuji oleh negara lain. Indonesia salah satu negara yang berhasil lolos dari krisis ekonomi 2008 lalu. Pertumbuhan ekonomi Indonesia juga hebat selama bertahun2. Dampak positifnya, IHSG juga meningkat pesat, saham2 banyak yang naik cukup tinggi. Semoga bisa mncerahkan. jabat erat, Irwan Ariston Napitupulu Sent from my iPad2 On Dec 8, 2012, at 1:44 AM, "Andy" <[email protected]> wrote: Kalau menurut saya gampang lah, ngak ada hubungannya sama DOA! HARAPAN IYA! Apa salahnya orang punya harapan? Saya ngak bilang apakah itu jelek atau bagus lho! Yang namanya HARAPAN itu relative buat siapa? Jadi ngak ada yang bener atau salah! HARAPAN itu terbentuk dari kondisi relalita pasar, contoh: Kenapa BI begitu mati2an menahan USD saat ini? Coba tanya deh sama semua Treasury dari bank2 devisa di Indonesia ini. Apa pendapat mereka, long atau short USD? Kalau ada orang bilang USD bisa ke 10rb atau lebih, apa hubungannya sama menghancurkan suatu bangsa??? Kalau dibalik, apakah mengharapkan KENAIKAN EKSPOR itu menghancurkan satu Negara??? Pertanyaannya gampang kok, KENAPA BI begitu mati2an menjaga perdagangan USD? Kenapa per nama per bulan Cuma boleh beli 100rb saja? Trus kalau dari keadaan terbentuk opini yang dilanjutkan ke harapan apa itu “salah”? Apanya? Coba deh yang sudah jual beli saham di BEJ dari sebelum krisis global 1998, tanya deh, kalau di BEJ itu ngak ada yang namanya fundamental, adanya Cuma rumor sama kemauan emiten. Apakah itu bisa disebut secure investment dalam arti yang sebenarnya, atau itu adalah spekulasi? Kalau kita semua spekulan yang membedakan Cuma objectnya saja! Trus kenapa getho loh??? There is always TWO sides of a coin! From: [email protected] [mailto:[email protected]] On Behalf Of Irwan Sent: Friday, December 07, 2012 7:16 PM To: [email protected] Subject: Re: [saham] dolar kenape tuh :D Dari yang saya amati waktu LKH menyampaikan hal tersebut, dia tidak sedang bercanda dalam artian dia tidak serius dengan poinnya tersebut. LKH serius dengan ucapannya tersebut. LKH tidak menyinggung soal nasionalis atau tidak nasionalis, melainkan soal perbedaan doa/harapan antara spekulan mata uang dengan investor saham. Berikut kutipan ucapan LKH yg transkripnya sudah saya kirimkan di topik terpisah. =====awal kutipan ucapan LKH===== Tidak seperti orang yang membeli dolar, mereka adalah penghancur bangsa. Karena mereka akan selalu berharap negeri ini krisis, ekonomi tidak stabil, rusuh di mana-mana agar dolar mereka menguat. Seseorang yang memegang dolar harapannya menjadi tidak baik. Namun tidak demikian dengan seorang pemilik perusahaan publik. Mereka akan selalu berharap negeri ini aman, stabil, ekonomi tumbuh, supaya daya beli masyarakat ikut meningkat. =====akhir kutipan ucapan LKH===== Terkait soal nilai rupiah, bagi saya terlalu menguat tidak baik, terlalu melemah tidak baik. Itu sebabnya kalau terlalu melemah (dolar terlalu menguat), maka bank sentral Indonesia akan melakukan intervensi. Bentuk intervensinya bisa macam2, misalkan dengan membeli rupiah dan menjual dolar secara langsung di pasar, atau membatas transaksi dolar yg tanpa underlying, atau membuat spread yg lebar, bisa juga bekerja sama dengan pihak pakaj, akan mengenakan pajak yg lumauan atas perdagangan rupiah, bisa juga dengan menaikkan suku bunga, dan masih banyak lagi cara2 lain yg akan digunakan bank sentral Indonesia demi menjaga stabilitas ekonomi nasional dari sisi moneter yg memang menjadi tanggung jawab mereka. Demikian juga bila terjadi sebaliknya, rupiahnya yg terlalu menguat terhadap dolar, akan diintervensi juga. Ini sudah dilakukan waktu rupiah berada disekitar 8500 per USD, BI menjual rupiah membeli USD di pasar. Rupiah yg terlalu menguat tidak baik, terlalu melemah juga tidak. Level mana yg dianggap dalam batas toleransi BI agar ekonomi kita tetap terjaga, bagi saya merekalah yg lebih paham karena mereka yg lebih punya hitungan dan lebih punya data ketimbang kita disini, setidaknya ketimbang saya. :) Tapi tentunya kita tidak dilarang untuk beropini disini :) jabat erat, Irwan Ariston Napitupulu Sent from my iPad2 On Dec 7, 2012, at 11:02 PM, [email protected] wrote: Buat saya dolar yg semakin mahal ga selalu berakibat buruk untuk negara, dan investor pemegang USD bisa aja jadi pahlawan bangsa juga: dolar naik -> barang-barang produksi indonesia jadi lebih murah untuk masyarakat luar -> expor indonesia naik -> devisa bertambah -> ekonomi indonesia bertumbuh malah kalau USD turun terlalu dalam, negara kita tidak jadi menarik untuk investor-investor asing dan kalau sampai kejadian, pertumbuhan ekonomi pun bisa terhambat. buat saya point LKH mengenai dolar itu hanya untuk bercanda dan memperkuat argumen kenapa dia memilih jadi investor saham, bukan semata-mata menyerang orang yg invest di USD atau currency lainnya *disclaimer saya ga pegang USD, hanya saja kalau argumennya nasionalis vs non-nasionalis untuk investor saham vs investor currencies - ini bisa diperdebatkan lebih lanjut. :) Sent from my BlackBerry® powered by Sinyal Kuat INDOSAT _____ From: Irwan Ariston Napitupulu <[email protected]> Sender: [email protected] Date: Fri, 7 Dec 2012 17:48:35 +0700 To: <[email protected]> ReplyTo: [email protected] Subject: Re: [saham] dolar kenape tuh :D Bagi saya pribadi, sebenarnya masih oke2 saja orang pegang dolar untuk kepentingan tertentu. Punya view negatif terhadap rupiah juga bagi saya masih oke2 saja. Tapi ketika lalu bergembira karena rupiah melemah dengan berkata hore, rasanya jadi gimana gitu. Masa sih kita berteriak hore di atas kesusahaan banyak orang/negara? :) Ini hanya kritikan konstruktif dari saya saja semoga [email protected] <mailto:kangduren%40yahoo.com> bisa sedikit meredam kegembiraannya, setidaknya cukuplah untuk diri sendiri saja, tidak perlu diungkapkan ke umum kegembiraan yg sifatnya di atas penderitaan/kesusahan bangsa/masyarakat. Kita sama2 belajar saja ya, saya pun juga masih belajar dan suka melakukan kesalahan juga. :) jabat erat, Irwan Ariston Napitupulu 2012/12/7 <[email protected]> Emang kok malah ngarepin yg jelek2 terjadi di republik ini demi keuntungan dia seorang...yg mungkin juga ga seberapa.... Sent from my AXIS Worry Free BlackBerry® smartphone _____ From: Irwan Ariston Napitupulu <[email protected]> Sender: [email protected] Date: Fri, 7 Dec 2012 17:04:39 +0700 To: <[email protected]> ReplyTo: [email protected] Subject: Re: [saham] dolar kenape tuh :D Kalau katanya Lo Kheng Hong (LKH) di seminar awal Oktober 2012 lalu yg diselenggarakan harian Kontan, LKH tidak mau beli/simpan dolar karena orang yang simpan dolar baginya seperti penghianat bangsa. Kenapa LKH mengkategorikan demikian? Jawabnya lagi karena kalau orang pegang dolar, biasanya doanya atau harapannya jelek2. Orang tersebut akan senang kalau terjadi hal2 yang buruk di Indonesia. Misalkan terjadi kerusuhan, terjadi ketidakstabilan politik, terjadi kekacauan, ekonomi Indonesia merosot, dst. Jadi, orang pegang dolar biasanya doanya atau harapannya jelek2 yg kalau kejadian mereka akan senang. LKH memilih menjadi investor saham. Hal ini karena kalau membeli saham, maka dia memberikan pekerjaan ke banyak orang, membuka lapangan pekerjaan ke banyak orang. Perusahaan untung, bayar pajak, maka baginya investor turut andil menjadi pembayar pajak. LKH merasa menjadi pembayar pajak yang besar dari saham2/perusahaan yang dia miliki lewat kepemilikan saham di portonya. Sehingga LKH bilang, investor saham itu adalah pahlawan bangsa. Tadinya saya tertawa saja mendengar penjelasan Lo Kheng Hong soal pemegang dolar, tapi melihat komentar di bawah, koq ada benarnya juga ya komentarnya LKH. :) jabat erat, Irwan Ariston Napitupulu 2012/12/7 kangduren <[email protected] <mailto:kangduren%40yahoo.com> >: > padahal dolar sempet jebol support loh 959xx, skr melonjak jebol resitance > 97xx, horeee....... > :D > > > > ------------------------------------ > > Kunjungi situs http://www.info-saham.com untuk informasi seputar saham. > > SEMUA POSTING DI MILIS INI TANGGUNG JAWAB PENGIRIM EMAIL DAN BUKAN ADMIN > MILIS. SEMUA POSTING DI MILIS INI BUKAN UNTUK MENGAJAK MEMBELI ATAU MENJUAL > EFEK. SETIAP KEPUTUSAN INVESTASI MENJADI TANGGUNG JAWAB PIHAK PEMILIK > INVESTASI ATAU PEMILIK MODAL. > > [email protected] > <mailto:saham-unsubscribe%40yahoogroups.com> untuk berhenti dari milis saham > [email protected] <mailto:saham-subscribe%40yahoogroups.com> > untuk bergabung ke milis saham > Yahoo! Groups Links > No virus found in this message. Checked by AVG - www.avg.com Version: 2012.0.2221 / Virus Database: 2634/5442 - Release Date: 12/06/12 No virus found in this message. Checked by AVG - www.avg.com Version: 2012.0.2221 / Virus Database: 2634/5445 - Release Date: 12/07/12
