Iya kenaikannya secara fundamental masih lemah.. -----Original Message----- From: Ronny Hendoko <[email protected]> Sender: [email protected] Date: Mon, 26 Nov 2012 19:18:50 To: <[email protected]> Reply-To: [email protected] Subject: RE: [saham] Investor Borong PRAS , Target Rp 400
pergerakan sahamnnya jelek...ati" --- On Tue, 11/27/12, Husni <[email protected]> wrote: From: Husni <[email protected]> Subject: RE: [saham] Investor Borong PRAS , Target Rp 400 To: [email protected] Date: Tuesday, November 27, 2012, 3:16 AM Wah tumben Pak JK sekarang bener … PRAS +4,7 % Buku AmiBroker 2 - The Ultimate AmiBroker Buku AmiBroker 1 - Sebuah Pengantar dan Charting Tools From: [email protected] [mailto:[email protected]] On Behalf Of Johanes Kusuma Sent: Tuesday, November 27, 2012 8:50 AM To: undisclosed recipients: Subject: [saham] Investor Borong PRAS , Target Rp 400 Investor Borong PRAS , Target Rp 400 Perdagangan saham PRAS pada beberapa hari belakangan ini cukup marak. Hal ini disebut – sebut terkait dengan rumor yang beredar di kalangan pelaku pasar yang menyebutkan bahwa PT Prima Alloy Steel Universal, Tbk (PRAS), perusahaan yang bergerak dalam bidang pembuatan komponen otomotif, akan dibeli oleh investor dari Jepang. Kabar yang sempat beredar beberapa waktu lalu ini, kini semakin santer terdengar. PT Enmaru International sebagai pemegang 45% saham PRAS dirumorkan akan melepas semua kepemilikannya melalui private placement kepada investor dari Jepang tersebut. Adapun harga yang disepakati adalah sebesar nilai buku PRAS yakni sebesar Rp400 per lembar saham. Ketertarikan investor Jepang untuk membeli saham PRAS, disebabkan oleh semakin membaiknya kinerja keuangan PRAS. Laba bersih PRAS pada laporan keuangan kuartal III 2012 yang telah dipublikasikan di website Bursa Efek Indonesia meningkat hampir dua kali lipat dibandingkan laba bersih pada kuartal yang sama tahun lalu. Saham PRAS pada perdagangan Senin (26/11/2012) kemarin naik 49 poin ke level Rp189 (+35%) hingga menyentuh batas auto rejection atas. PRAS juga aktif diperdagangkan, yakni sebanyak 670 kali senilai total lebih dari Rp1,8 Milyar
