Halo semua,

Just wanna share artikel baru yang saya tuliskan di blog saya. Mohon 
masukannya. :)

Chris
orgindo.com
------------------------------------------------

Saham, untuk hedging inflasi? Not so fast!

Beberapa hari terakhir, isu yang marak diberitakan di media massa adalah 
tentang para buruh yang menuntut kenaikan upah minimum. Tuntutan mereka tidak 
tanggung-tanggung, mereka meminta kenaikan hingga hampir 40%. Tentu saja 
tuntutan mereka absurb. Tidak mungkin dikabulkan, karena akan berpengaruh pada 
survival SME di Indonesia. Para buruh akan mundur, dan kembali ke pekerjaan 
mereka, after all, this is just another demonstration.

Seandainya hal itu benar. Saya sendiri hampir tidak percaya dengan berita yang 
saya baca beberapa hari setelahnya. Ternyata, di tangan Gubernur DKI Jakarta, 
Jokowi, UMP malah lolos menjadi 2,2 Jt. Saya sendiri tidak akan membahas apakah 
ini keputusan yang benar atau salah, namun saya akan bahas, bagaimana implikasi 
kejadian ini terhadap atmosfir investasi ke depan?

UMP naik, akan mengakibatkan beberapa hal dalam jangka waktu pendek:

    Labor cost perusahaan meningkat, income dari perusahaan akan tertekan. 
Perusahaan bisa menaikan harga jual mereka, namun harga jual mereka tidak akan 
bisa naik secepat cost mereka, akan ada lag time antara kenaikan production 
cost dengan kenaikan selling price.
    Kesejahteraan buruh meningkat dikarenakan upah yang mereka terima 
mengakibatkan daya beli mereka yang semakin kuat.
    Apabila pemerintah gagal mendongkrak ekonomi, tingkat penggangguran akan 
semakin tinggi. Hal ini dikarenakan perusahaan berusaha hidup dengan labor cost 
yang tinggi, sehingga mereka akan memotong tenaga kerja dan berusaha 
meningkatkan produktivitas buruh yang tetap.

Banyak orang yang mengatakan bahwa saham adalah cara yang paling tepat untuk 
melindungi portofolio anda dari inflasi, karena secara inheren, saham sudah 
terhedge. Jadi ketika inflasi menekan ekonomi, harga saham akan naik sesuai 
dengan inflasi, karena pendapatan perusahaan akan mengalami adjustment. Namun, 
saya rasa ini adalah satu mitos yang tidak selalu benar.

Pada saat inflasi yang disebabkan kenaikan upah buruh, maka seperti yang saya 
katakan sebelumnya, hal itu akan menekan pendapatan perusahaan. Meskipun secara 
jangka panjang, perusahaan bisa mengatur harga jual barangnya, namun secara 
jangka pendek, saham perusahaan akan mengalami gejolak. Dengan pendapatan yang 
makin berkurang, maka secara normal harga saham akan jatuh.

Jadi bagaimana kita harus menyikapi situasi ini? Beberapa point:

    Secara jangka panjang, saham tetap bisa menjadi obat dari inflasi, namun 
sebaiknya kita tunggu hingga inflasi telah merekat ke dalam ekonomi. Dengan 
kata lain, kita beli saham ketika efek inflasi sedang pada puncaknya (atau 
sekitar). Saya sendiri kira sekitar kuartal-2 tahun depan merupakan waktu yang 
baik.

    Kita harus menganalisa saham perusahaan. Perusahaan di mana faktor tenaga 
kerja merupakan komponen terbesar dalam costing mereka, akan mengalami 
penurunan pendapatan paling drastis.

Beberapa jenis aset yang bisa dipertimbangkan:

1. Saham pilihan di mana faktor tenaga kerja tidak begitu berpengaruh. Coba 
lirik saham sektor finansial dan telekomunikasi. Sektor manufaktur, logistik 
dan jasa (low-value) sebaiknya dihindari.

2. Emas bisa menahan efek inflasi ke dalam portofolio anda. Tapi mengingat 
natur emas yang tidak bertambah secara nilai, saya kira alokasi 10-20% sudah 
cukup.

3. Properti adalah favorit penulis untuk menahan pengaruh inflasi. Terutama 
properti yang baru diluncurkan, karena harga properti sudah dikunci, kemudian 
biaya pembangunan, yang akan naik karena inflasi, akan ditanggung oleh 
developer. Harga properti tersebut akan naik secara inflasi, ditambah lagi 
dengan yield dan capital appreciation. Namun untuk sektor ini, investor akan 
membutuhkan skill dan knowledge untuk menemukan asset yang bagus.




------------------------------------

Kunjungi situs http://www.info-saham.com untuk informasi seputar saham.

SEMUA POSTING DI MILIS INI TANGGUNG JAWAB PENGIRIM EMAIL DAN BUKAN ADMIN MILIS. 
SEMUA POSTING DI MILIS INI BUKAN UNTUK MENGAJAK MEMBELI ATAU MENJUAL EFEK. 
SETIAP KEPUTUSAN INVESTASI MENJADI TANGGUNG JAWAB PIHAK PEMILIK INVESTASI ATAU 
PEMILIK MODAL.

[email protected] untuk berhenti dari milis saham
[email protected] untuk bergabung ke milis saham
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/saham/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/saham/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke