Sampai juga aku di pemacingan, itulah orang-orang setempat memanggil-nya, sebuah lokasi yang menurutku sejuk dan nyaman untuk ngobrol atau sekedar menikmati kopi hangat buatan penjaga warung dan juga merangkap penjaga tempat pemancingan (empang).
memandang rekan-rekan mudika yang mulai kelelahan berkendara/konvoi dari gereja paroki, sambutan mudika area stasi dengan sajian minuman segar rasanya pas sekali saat itu untuk sedikit memberikan penghiburan dahaga ku. acara belum selesai ..masih ada satu lagi, kudengar ada penutupan rosario bersama-sama. Aduh perut ini sudah lapar .kulihat jam sudah lewat jam tiga sore. Perut tidak mau kompromi untunglah terdengarFrater mengajak doa makan, asik jadi semangat lagi nih. Sambil makan kupandangi rekan-rekan mudika yang antusias melahap nasi, beberapa ada yang tak kuasa menolak tawaran untuk tambah porsi lagi, maklum rekan-rekan area stasi meyiapkan 50 porsi (katanya .blom sempat ngitung). Tak lupa kopi yang dari awal sudah kupesan langsung kunikmati sejadinya, maklum belom kena kopi dari pagi. kopi nya enak nggak tau merk apa .pas saja saat itu kena di kerongkongan. Angin sore itu menambah aku malas untuk beranjak, apalagi abis makan terus kenyang tambah kopi hangat ..jadinya PW-deh. Padahal masih ada doa rosario yang dipimpin oleh Frater. 1 juni 2008-pemancingan sukatani-terima kasih buat rekan-rekan mudika yang sudah mau ngundang saya untuk rosario + jalansalib keliling paroki. http://akudanomk.wordpress.com/2008/06/05/rosario-di-pemancingan/ http://www.onno.co.nr/
