Pak Paul,
Benar sekali, seharusnya Paroki bisa menyediakan bis/kendaraan (paling tidak mengkoordinir) untuk peserta dari lingkungan dan wilayah yang dapat hadir. Biasanya ada undangan yang disebar oleh Frater pengantin, apakah peserta yang diajak di luar undangan tersebut. Salam dalam kasih Kristus, Agustinus Mulianto From: [email protected] [mailto:[EMAIL PROTECTED] On Behalf Of paul sutaryono Sent: 04 Desember 2008 13:25 To: [email protected] Subject: [StThomas_Kelapa2] Re: Tahbisan Frater Natet Yth. Rekans yang Rajin, Pada Senin, 8 Desember 2008 Frater kita Natet akan ditahbiskan menjadi Romo di Serang, Banten. Pengumuman di gereja menyatakan bahwa Panitia tidak menyediakan transportasi. Adalah sangat wajar bagi kita untuk menghormati peristiwa semacam ini. Kata Frater, tahbisan baginya bagaikan menjadi temantin. Itu yang ia sampaikan saat saya bertemu segera setelah misa Minggu pagi, 30 November 2008 lalu. Juga wajar bagi kita untuk menghadiri acara tahbisan itu. Karena Panitia (mana?) tidak menyediakan sarana transportasi, sebaiknya Wilayah masing-masing mengatur penyediaan bus bagi umat di wilayahnya. Sungguh aneh kalau Frater kita ditahbiskan tetapi tidak ada umatnya yang hadir. Kasihan. Terima kasih dan salam, Paul Sutaryono
