Dear Pak Haryono,
Soal tata liturgi panjenengan kan lebih jago dari kita2. Hehehe...
Terkait dengan soal perarakan dan operet atau tablo pada malam Natal (maupun 
yang similar, visualisasi Jalan Salib pada saat Jumat Agung), saya cenderung 
setuju kalau apa yang dilakukan dan siapa pun yang melakukan yang penting tidak 
mengaburkan makna.
Dua hal yang perlu ditekankan kepada mereka yang terlibat dalam kegiatan 
tersbut adalah:
Satu, kegiatan yang dilakukan bukanlah kegiatan yang berdiri sendiri, melainkan 
bagian dari liturgi misa, karena (operet/tablo Natal) memvisualisasikan bagian 
pembacaan Injil dan dilakukan pas sebelum homili. Jadi meskipun ada sedikit 
plesetan atau inkulturisasi sesuai dengan konteks, orang2 yang terlibat 
didalamnya tetap harus memahami semangat bahwa kegiatan mereka merupakan bagian 
dari perayaan kudus. Saya pernah menyutradarai kegiatan operet malam Natal 
selama 2 kali (dalam 2 tahun) pas masih di mudika (jadul banget nih), tahun 
pertama menggarap dengan konteks tradisional, pake gending2 Jawa, baju surjan, 
kemben, dll. Sedangkan tahun kedua, saya pasang dengan konteks kekinian. Ada 
sepeda onthel, raja Herodes yang pakai seragam kebesaran militer, dll.
Kedua, perlu juga disadari bahwa operet/tablo yang dilakukan 
"memvisualisasikan" bacaan Injil (setidaknya itulah dulu yang saya alami). Jadi 
sekali lagi, apa yang dilakukan adalah "memvisualisasikan" bacaan Injil. Bukan 
sekadar "menggantikan". Apa yang dilakukan/diperankan sama halnya dengan 
mewartakan Injil itu sendiri. Boleh saja ada improvisasi agar lebih artistik, 
bisa dinikmati, dan diserap dengan baik, tapi kekeliruan penafsiran atau 
kekeliruan dalam menghayati serta mengimplementasikan apa yang sudah dihayati, 
tanggung jawab moralnya ada di tangan desainer kegiatan. Ibaratnya, kalau anak 
buah keliru, salah satu asalnya dari pemimpin yang keliru juga.
Begitu urun rembug dari saya.
Selamat merayakan Natal untuk semua.
 
ditto




Everytime you smile at someone, it is an action for love, 
a gift to that person, a beautiful thing.
(Mother Teresa)
 
DITTO SANTOSO
Email : [email protected] , [email protected]
Mobile : 62 81 311 420 720
 


      

Kirim email ke