"Sekarang Ia berkenan menghapuskan aibku di depan orang."
(Hak 13:2-7.24-25a; Luk 1:5-25)
"Lalu kata Zakharia kepada malaikat itu: "Bagaimanakah aku tahu, bahwa hal ini
akan terjadi? Sebab aku sudah tua dan isteriku sudah lanjut umurnya." Jawab
malaikat itu kepadanya: "Akulah Gabriel yang melayani Allah dan aku telah
diutus untuk berbicara dengan engkau dan untuk menyampaikan kabar baik ini
kepadamu. Sesungguhnya engkau akan menjadi bisu dan tidak dapat berkata-kata
sampai kepada hari, di mana semuanya ini terjadi, karena engkau tidak percaya
akan perkataanku yang akan nyata kebenarannya pada waktunya." Sementara itu
orang banyak menanti-nantikan Zakharia. Mereka menjadi heran, bahwa ia begitu
lama berada dalam Bait Suci. Ketika ia keluar, ia tidak dapat berkata-kata
kepada mereka dan mengertilah mereka, bahwa ia telah melihat suatu penglihatan
di dalam Bait Suci. Lalu ia memberi isyarat kepada mereka, sebab ia tetap bisu.
Ketika selesai jangka waktu tugas jabatannya, ia pulang ke rumah. Beberapa lama
kemudian Elisabet, isterinya, mengandung dan selama lima bulan ia tidak
menampakkan diri, katanya: "Inilah suatu perbuatan Tuhan bagiku, dan sekarang
Ia berkenan menghapuskan aibku di depan orang."(Luk 1:18-15), demikian kutipan
Warta Gembira hari ini
Berrefleksi atas bacaan-bacaan hari ini saya sampaikan catatan-catatan
sederhana sebagai berikut:
Hidup berkaluarga atau sebagai suami-isteri sampai tua tidak
dianugerahi anak kiranya yang bersangkutan, lebih-lebih pihak isteri/perempuan
akan merasa bersalah atau kurang terhormat. Begitulah kiranya yang dialami
Zakharia dan Elisabet, dan lebih-lebih Elisabet, yang telah lanjut usianya.
Namun mujizat terjadi dimana dalam usia tuanya mereka dianugerahi anak,
Elisabet mengandung dan kemudian berkata :"Inilah suatu perbuatan Tuhan bagiku,
dan sekarang Ia berkenan menghapuskan aibku di depan orang". Dengan
mengandungnya Elisabet ini berarti tanda-tanda pemenuhan janji Allah akan
segera terwujud, karena anak yang dikandungnya yang harus dinamai Yohanes "akan
berjalan mendahului Tuhan dalam roh dan kuasa Elia untuk membuat hati bapa-bapa
berbalik kepada anak-anaknya dan hati orang-orang durhaka kepada pikiran
orang-orang benar dan dengan demikian menyiapkan bagi Tuhan suatu umat yang
layak bagi-Nya". Pengalaman Elisabet ini kiranya baik menjadi permenungan
bagi para orangtua: anak-anak yang dianugerahkan Tuhan hendaknya disyukuri dan
didampingi sedemikian rupa sehingga kelak tumbuh berkembang "menyiapkan bagi
Tuhan suatu umat yang layak bagiNya". Anak adalah anugerah Tuhan, maka
hendaknya dibina dan dibesarkan sesuai dengan kehendak Tuhan. Cara hidup dan
cara bertindak anak sejak kecil telah menjadi daya tarik dan daya pikat bagi
banyak orang untuk semakin beriman atau mempersembahkan diri seutuhnya kepada
Tuhan. Kepada para suami isteri yang mungkin sudah cukup lama berkeluarga dan
belum dianugerahi anak, kami ajak untuk tidak putus asa dan semakin banyak
berdoa atau beribadat mohon kemurahan hati Tuhan.
"Memang engkau mandul, tidak beranak, tetapi engkau akan mengandung
dan melahirkan seorang anak laki-laki. Oleh sebab itu, peliharalah dirimu,
jangan minum anggur atau minuman yang memabukkan dan jangan makan sesuatu yang
haram. Sebab engkau akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki;
kepalanya takkan kena pisau cukur, sebab sejak dari kandungan ibunya anak itu
akan menjadi seorang nazir Allah dan dengan dia akan mulai penyelamatan orang
Israel dari tangan orang Filistin." (hak 13:3-5), demikian berita gembira
perihal kelahiran Simson. Simson akhirnya dilahirkan, menjadi besar dan
diberkati oleh Tuhan. Pesan malaikat kepada perempuan, ibu dari Simson, ini
kiranya baik menjadi permenungan khususnya bagi para rekan perempuan atau ibu.
"Peliharalah dirimu, jangan minum anggur atau minuman yang memabukkan",
demikian antara lain pesan malaikat. Kesehatan dan kebugaran perempuan atau
ibu kiranya penting sekali dan sangat menentukan anak yang dikandung dan
dilahirkannya. Maka dengan ini kami berharap kepada rekan-rekan perempuan,
entah yang masih perawan alias belum menikah atau yang sudah berkeluarga, untuk
sungguh memperhatikan kesehatan dan kebugaran dirinya. Hendaknya makan dan
minum yang bergizi, cukup berolahraga maupun istirahat. Pengalaman menunjukkan
ketika seorang perempuan kurang sehat dan makan bergizi, maka ketika mengandung
dan melahirkan anak akan menemui kesulitan dan anak yang dilahirkan juga
sakit-sakitan. Ingat bahwa anda rekan perempuan yang berkeluarga harus
mengandung anaknya selama kurang lebih sembilan bulan, yang berarti selama
kurang lebih sembilan bulan apa yang menjadi miliknya alias dirinya diturunkan
atau diwariskan pada anaknya. Warisilah anak yang anda kandung dengan apa yang
membuat anak tumbuh berkembang dan semakin diberkati oleh Tuhan.
"Aku datang dengan keperkasaan-keperkasaan Tuhan ALLAH, hendak memasyhurkan
hanya keadilan-Mu saja!
Ya Allah, Engkau telah mengajar aku sejak kecilku, dan sampai sekarang aku
memberitakan perbuatan-Mu yang ajaib" (Mzm 71:16-17)
Jakarta, 19 Desember 2009