Saya baru saja bermasalah dengan pria yg ternyata mempunyai hubungan dengan byk
wanita karena ia bingung dan mau semuanya. Dia dapat menangis di depan saya,
dan berkomitmen lagi utk menetapkan hatinya dengan saya. Namun ketika ia
berjumpa dengan wanita yang lain, yang notabene adalah asisten kerjanya di
konstruksi, dan setiap hari bertemu, plus usia wanita sdh kepala 3, sdgkn sy
baru 24 tahun dan pacar saya 36 tahun....
Saya belajar melihat dan memutuskan, bahwa ada pria yang dapat dilihat enak,
namun tidak bisa dinikmati kebersamaan denganya, karena jauh di hati, kita
merasakan kita digilir olehnya. Ia dapat bermulut manis, dengan sandiwara ini
dan itu, untuk membenarkan kebohongannya yang sebenarnya kemarukannya dan
kemunafikannya.
Kemudia saya, berusaha melepaskannya, walau ia bisa datang dengan seribu satu
alasan yang dulu mampu meluluhkan hatiku. Sekarang saya belajar, bahwa semua
cuman sandiwara, ia tidak pernah mencintai orang lain, hanya dirinya yang ia
cintai, ia hanya mengulur waktu dan menikmati masa muda wanita-wanita yang ia
sukai.
Pria memang dikenal punyai kecenderungan ini dan itu. Namun, buat saya,...tidak
selalu seperti itu......
Keputusan saya adalah memutuskan hubungan dengan pria ini, walau ia menganis
darah di depanku, karena bukan saya yang ia cintai, atau wanita lain. Cuman
dirinya, yang ia cintai....
Kemudian saya menemukan pria lain, yang ternyata amat mengagungkan cinta dan
menjaga wanita. Tak lama kemudian, saya mengetahui bahwa, ada juga wanita yang
berperilaku ganjil, alias maruk akan pria.....
Jadi, semua tergantung pada masing-masing pribadi....
Mungkin nasihat dari Kitab Amsal, atau kumpulan kitab Zabur yang dapat menjadi
pegangan :
kecerdasan kepada orang yang tak berpengalaman, dan pengetahuan serta
kebijaksanaan kepada orang muda-- baiklah orang bijak mendengar dan menambah
ilmu dan baiklah orang yang berpengertian memperoleh bahan pertimbangan--
Demikianlah pengalaman setiap orang yang loba akan keuntungan gelap, yang
mengambil nyawa orang yang mempunyainya.
Oleh karena mereka benci kepada pengetahuan dan tidak memilih takut akan TUHAN,
maka mereka akan memakan buah perbuatan mereka, dan menjadi kenyang oleh
rencana mereka. Sebab orang yang tak berpengalaman akan dibunuh oleh
keengganannya, dan orang bebal akan dibinasakan oleh kelalaiannya.
kebijaksanaan akan memelihara engkau, kepandaian akan menjaga engkau supaya :
-engkau terlepas dari jalan yang jahat, dari orang yang mengucapkan tipu
muslihat, dari mereka yang meninggalkan jalan yang lurus dan menempuh jalan
yang gelap; yang bersukacita melakukan kejahatan, bersorak-sorak karena tipu
muslihat yang jahat, yang berliku-liku jalannya dan yang sesat perilakunya;
-terlepas dari perempuan jalang, dari perempuan yang asing, yang licin
perkataannya, yang meninggalkan teman hidup masa mudanya dan melupakan
perjanjian Allahnya; sesungguhnya rumahnya hilang tenggelam ke dalam maut,
jalannya menuju ke arwah-arwah. Segala orang yang datang kepadanya tidak balik
kembali, dan tidak mencapai jalan kehidupan. Karena mereka tidak dapat tidur,
bila tidak berbuat jahat; kantuk mereka lenyap, bila mereka tidak membuat orang
tersandung; karena mereka makan roti kefasikan, dan minum anggur kelaliman.
Tetapi jalan orang benar itu seperti cahaya fajar, yang kian bertambah terang
sampai rembang tengah hari.
Jalan orang fasik itu seperti kegelapan; mereka tidak tahu apa yang menyebabkan
mereka tersandung.
bibir perempuan jalang menitikkan tetesan madu dan langit-langit mulutnya lebih
licin dari pada minyak, tetapi kemudian ia pahit seperti empedu, dan tajam
seperti pedang bermata dua. Kakinya turun menuju maut, langkahnya menuju dunia
orang mati. Ia tidak menempuh jalan kehidupan, jalannya sesat, tanpa
diketahuinya.
Jauhkanlah jalanmu dari pada dia, dan janganlah menghampiri pintu rumahnya,
supaya engkau jangan menyerahkan keremajaanmu kepada orang lain, dan
tahun-tahun umurmu kepada orang kejam; supaya orang lain jangan mengenyangkan
diri dengan kekayaanmu, dan hasil susah payahmu jangan masuk ke rumah orang
yang tidak dikenal dan pada akhirnya engkau akan mengeluh, kalau daging dan
tubuhmu habis binasa, lalu engkau akan berkata: "Ah, mengapa aku benci kepada
didikan, dan hatiku menolak teguran; mengapa aku tidak mendengarkan suara
guru-guruku, dan tidak mengarahkan telingaku kepada pengajar-pengajarku?
Aku nyaris terjerumus ke dalam tiap malapetaka di tengah-tengah jemaah dan
perkumpulan." Minumlah air dari kulahmu sendiri, minumlah air dari sumurmu yang
membual. Patutkah mata airmu meluap ke luar seperti batang-batang air ke
lapangan-lapangan?
Biarlah itu menjadi kepunyaanmu sendiri, jangan juga menjadi kepunyaan orang
lain.
Orang fasik tertangkap dalam kejahatannya, dan terjerat dalam tali dosanya
sendiri. Ia mati, karena tidak menerima didikan dan karena kebodohannya yang
besar ia tersesat
Setelah sy membaca & merenungkannya, saya mampu beranjak dari pria tersebut &
menemukan pria yang lebih baik.....
Mudah-mudahan ini dapat menolong saudara yang mengalami kesulitan.
Judith
Cahnggunung <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Membaca curahan hati anda saya sangat berempati, saya dapat merasakan
pada apa
yang anda alami. sedikit saran, anda tidak usah memaksakan diri menjadi seperti
apa yang akang anda harapkan menyerupai mereka yang dibandingkan dengan anda,
jadilah diri anda sendiri, dan berikanlah kelebihan lain yang tentu tidak
dimiliki
mereka yang berjilbab. Katakan, pakaian tidak selalu mencerminkan kepribadian,
kesucian hati atau imtaq. Justru penampilan luar seringkali dipakai untuk
mengelabuhi
yang melihatnya. Buktinya banyak teman2 yang berjilbab tapi kalo lagi pacaran
di kos-kosan sangat hot dengan pasangannya, bahkan sampai menggeliat-nggeliat
dan akhirnya melepas juga yang menutupinya, ini kisah nyata lho.
Anda harus berani mengatakan apa adanya tentang diri anda kepada akangnya,
seperti
dulu ketika berpacaran. Hidup ini singkat, untuk apa anda membuat penjara bagi
diri sendiri hanya atas dasar keinginan menyenangkan, atau sekedar ingin disebut
sebagai seorang istri yang memiliki imtaq yang tinggi. Sebagai istri, nanti
ke surga atau neraka tergantung imtaq suami dan bukan kerja keras anda.
Yang terpenting, jadilah diri anda sendiri dan layanilah akangnya sebaik
mungkin.
Juga jangan menganggap apa yang anda alami sebagai neraka, enjoy ajalah. Masih
banyak orang yang menderita melebihi anda. Kalau anda tetap bersedih, barangkali
anda pernah dengar kata-kata seperti berikut: Hai engkau yang berbeban berat
dan letih lesu, datanglah kepadaKu dan Aku akan memberi kelegaan padamu.
Renungkanlah
dan carilah itu.
>
>teman..
>mungkin bukan hanya kamu saja yang mempunyai akang seperti itu... banyak sekali
kejadian yg kamu alami terhadap kaum wanita.
>pengalaman kamu tidak jauh beda dengan pengalaman diri saya pribadi.
>
>Yang bisa saya utarakan.. kamu masih beruntung tinggal di indonesia dan bekerja
untuk menghilangkan kegundahan hati kamu terhadap akang.
>lain hal nya dengan saya pribadi, yang tidak bisa keluar rumah dan hanya
>berteman
dengan keyboard dan milis.
>
>kalau boleh kita berbagi cerita... masih banyak keberuntungan yg bisa kamu
alami. lihat sisi positif nya buat kamu pribadi.
>hanya bersukur lah sekarang ini yg bisa kita ucapkan.
>
>salam
>lala
>
>
>silvia evi <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>All
>mungkin curahan hati ini bisa untuk bahan diskusi.
>saya sampai sedih bacanya.
>wassalam,
>ephy
>.
>sekali lagi..........perbandingan itu di ungkapkan.
>saya yang yang belum pake jilbab dan segala kekurangan saya di
>ungkapkan.
>dan segala kelebihan yang dimiliki oleh "teman-teman wanita" nya
>dijabarkan.
>mereka berjilbab, punya kedudukan, punya segalanya........semua tentang
>teman wanitanya di gamblangkan.
>dalam diam, saya coba untuk menelaah......... memang antara saya dan
>mereka jauh berbeda.
>saya ya saya, dengan segala keterbatasan dan kekurangan yang saya punya.
>
>saya seorang mualaf dalam pencarian, belum bisa ngaji, belum bisa spt
>mereka.
>jika jilbab dijadikan patokan, dalam hati, saya menangis.
>perbandingan itu begitu mencolok sekali dimata akang.
>meski dari bibirnya terucap bahwa tidak ada apa apa dengan salah satu
>dari mereka,
>tapi laen yang saya rasakan.
>masih ada rasa sayang yang tidak tersampaikan pada salah satu dari
>mereka, masih ingin
>merajut tali kasih antara mereka.
>mungkin bahasa halusnya" tetap tidak ingin memutus tali silaturahmi"
>.
>kembali saya tidakbisa terbuka, dan lebih banyak diam.
>"kesendirian" itu kembali saya rasakan, dan kali ini begitu dalamnya,
>hingga yang keluar hanya
>tangisan.
>untung saya punya kekasih laen yang senantiasa selalu bisa mendengar,
>bercurah dengan
>bebas..........yang selalu bisa menenagkan hati saya dengan penuh
>kesabaran.
>belum ada yang bisa mengerti saya selain DIA........ belum ada.
>.
>apakah sifat dasar pria seperti itu, tidak akan bisa melepas seseorang
>yang pernah menggelayut di hatinya dulu, walaupun sudah berkomitment.
>apakah sudah tidak ada lagi, kesucian dan kemurninan perkawinan yang
>"benar benar bersih"
>dari perasaan itu.
>saya pernah kecewa dgn seseorang yang saya kagumi, dan sekarang saya
>mulai belajar untuk
>menepis kekecewaan itu dgn mencoba untuk mempercayai akang dengan segala
>kelebihan dan kekurangannya.
>sungguh saya berharap tidak akan menemui kembali "perasaan itu" tapi
>perlahan mulai terlihat "noda"nya, kembali hati saya bergejolak,marah
>dlam diam,bercurah dlam tangis dan berkeluh kesah padaNYA..
>(hm........ mujarab betul cara ini).
>saya adalah seseorang yang tertutup dan hidupdengan segala keterbatasan
>dan kekurangan.
>kembali saya harus mengolah " kebiasaan" saya perlahan untuk tidak
>"merepotkan" orang laen. Cukup hanya saya saja yang merasakan, jangan
>orang laen.
>Egois memang, tapi sungguh saya tidak nyaman untuk bercerita dan berbagi
>"masalah" dgn org laen,baik itu akang dan keluarga.
>Cukup saya dan DIA yang tahu.
>Sedih........ ya saya sedih, ingin berbagi......... ya sangat ingin,tapi
>tidak bisa!!
>belum mampu untuk melihat orang laen merasakan apa yang saya rasakan.
>Ajaib ya, air mata saya seakan tidak pernak habis ber tutur, untungnya
>mereka diam.
>.
>Akang dengan segala kelebihan dan kekurangannya, adalah anugrah bagi
>saya.
>Sungguh saya bersyukur, sudah di pertemukan olehnya.
>Masih dalam proses pembelajaran dalam diri saya untuk bisa mengiringi
>langkahnya.
>Akang yang mungkin mempunyai sifat dasar yang sama dengan lelaki
>kebanyakan,
>yang gampang bosan dan kalo "cuek"nya kumat..... ya begitulah.
>Akang yang mempunyai keinginan dan hasrat tersendiri untuk selalu bisa
>membagi
>hati, pikiran dan waktunya buat saya, keluarga dan temannya.
>Akang yang selalu ingin untuk melibatkan diri dalam berbagai kegiatan.
>Akang yang selalu ingin memperhatikan orang yang pernah dekat dihatinya.
>
>Akang yang selalu ingin berkomentar akan segala sesuatu nampak dan
>nyata.
>Akang yang saat ini dalam proses pembelajaran bersama saya.
>Akang yang berusaha untuk menetapkan hatinya untuk saya.
>.
>Tidak mudah.......... itu yang saya lihat dimata akang.
>Masih tergoda, dan ingin terus mencari dan membagi perhatian dengan yang
>laen.
>Masih terlihat hasrat dan rasa sayangnya pada seseorang yang belum
>mungkin tergantikan dan bisa di berikan pada saya.
>Masih ingin berkelana walau sudah berlabuh ....................
>.
>Saya.....saya adalah pribadi yang tertutup dan tidak berani berkata kata
>dan bercurah pada akang dengan apa adanya.
>takut menyinggung hatinya...........
>saya ...... berbeda dengan kebanyakan teman akang yang dengan mudah
>berbagi dan
>bercerita .
>saya belum bisa untuk menjadi bagian dari akang dengan sepenuhnya.
>.
>Untung saya punya kekasih yang selalu menemani saya dalam suka dan duka,
>melihat
>sikap dan tingkah laku saya luar dan dalam.
>tak terasa, mata saya berembun.... hampir tak bisa melihat tuts keyboard
>saya.
>masih terasa mengganjal pada hati saya........ dan itu tidak akan bisa
>hilang.
>dengan bantuanNYA, saya harus bisa mengolahnya.
>nanti bila saya sudah punya seorang anak, saya akan punya tempat
>bercurah kasih sayang
>dengan lepas dan tulus.
>.
>Ya Allah..... kenapa terasa berat sekali apa yag ada di hati saya.
>kenapa masih saya ingin menangis, bila teringat akang saya.
>mengapa??????????
>saya tahu jawabnya, karena saya tidak bisa menjadi bagian dari akang.
>.......karena saya berbeda dengan teman - teman akang.
>.......karena saya belum bisa menjadikan akang sbg sahabat dan teman
>seutuhnya.
>.......karena akang yang saya miliki hanya fisiknya dan bukan hatinya.
>
>
>
>
>Kirim kontribusi cerita Anda ke http://www.sarikata.com/ sekarang juga !!
>Untuk Unsubscribe, kirim email kosong ke [EMAIL PROTECTED]
>
>
>Yahoo! Groups SponsorADVERTISEMENT
>
>
>---------------------------------
>Yahoo! Groups Links
>
> To visit your group on the web, go to:
>http://groups.yahoo.com/group/sarikata/
>
> To unsubscribe from this group, send an email to:
>[EMAIL PROTECTED]
>
> Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service.
>
>
>
>---------------------------------
>Do you Yahoo!?
> Yahoo! Small Business - Try our new resources site!
>
>[Non-text portions of this message have been removed]
>
>
>
>
>Kirim kontribusi cerita Anda ke http://www.sarikata.com/ sekarang juga !!
>Untuk Unsubscribe, kirim email kosong ke [EMAIL PROTECTED]
>Yahoo! Groups Links
>
>
>
>
>
>
>
>
>
http://www.bozz.com
Kirim kontribusi cerita Anda ke http://www.sarikata.com/ sekarang juga !!
Untuk Unsubscribe, kirim email kosong ke [EMAIL PROTECTED]
Yahoo! Groups SponsorADVERTISEMENT
---------------------------------
Yahoo! Groups Links
To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/sarikata/
To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service.
---------------------------------
Do you Yahoo!?
Yahoo! Small Business - Try our new resources site!
[Non-text portions of this message have been removed]
------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~-->
What would our lives be like without music, dance, and theater?
Donate or volunteer in the arts today at Network for Good!
http://us.click.yahoo.com/pkgkPB/SOnJAA/Zx0JAA/wnIolB/TM
--------------------------------------------------------------------~->
Kirim kontribusi cerita Anda ke http://www.sarikata.com/ sekarang juga !!
Untuk Unsubscribe, kirim email kosong ke [EMAIL PROTECTED]
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/sarikata/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/