Saya di posisi nentral ttg poligami tetapi sebaiknya diri kita 'berkaca',
karena kadang
kita tidak sadar akan ucapan/prinsip ttg poligami tetapi bisa berubah
bahkan mentoleransi
diri kita sendiri saat diri kita mengalaminya.
Hal-hal sederhana semacam ini banyak kita jumpai dalam hidup keseharian
kita bahkan dlm
kehidupan keluarga kita dimana kita tidak konsisten dengan perkataan &
perbuatan kita.
Saat ini (misalnya) diri kita sendiri tidak setuju dengan poligami tetapi
suatu saat nanti kita
bisa mudah mentoleransi diri kita sendiri bahkan membenarkan poligami,
siapa tahu?
Jadi hargailah siapapun itu yang menyetujui poligami, tetapi juga hargailah
siapapun itu yang
menentang poligami.
eeya indry <[EMAIL PROTECTED]> on 31/03/2005 09:50:40
Please respond to [email protected]
To: [email protected]
cc: (bcc: Antonius S Santosa/1000/SJB)
Subject: Re: [Sarikata.com] Poligami
Sejatinya, membicarakan tentang poligami selalu saja menimbulkan pro dan
kontra, dan itu adalah suatu keawajaran dalam hidup bermasyarakat, apalagi
negara qta adalah negara demokrasi yang setiap warga negara bebas berbicara
dan mengeluarkan pendapatnya.
Kembali lagi ke permasalahan poligami. Jujur aku selalu merasa kagum dan
salut kepada siapa saja saudariku sesama muslimah yang siap dimadu ( baik
menjadi istri ke 2 maupun istri pertama ). Mudah2 an keikhlasannya tetap
terjaga dan istiqomah.
Semua keputusan tetap ada di tangan mu saudariku. Di sini aku hanya sedikit
memberi pandangan, tanpa bermaksud menghalangi niat mu menikah.
Islam adalah Rahmatan Lil'alamin...dan selalu memberikan kebaikan pada
setiap umatnya. Poligami adalah dibenarkan dan tercantum dalam Al-Quran.
Dan aku pun pernah mendengar bahwa muslimah yang ikhlas dimadu akan masuk
syurga. Ikhlas? adakah seorang perempuan di dunia ini yang ikhlas
sepenuhnya membiarkan suaminya menikah lagi? sedangkan istri Rasulullah SAW
saja, Ummi Aisyah RA, dalam satu riwayat dikatakan, bahwa ketika Nabi akan
menikah lagi, Ummi Aisyah diriwayatkan duduk di bawah pohon kurma, dan
dideskripsikan pohon itu menghitam karena panas nya hati beliau saat itu (
maaf! apabila redaksi kalimatnya kurang tepat ). Hal ini menandakan,
tingkatan seorang muslimah sejati seperti beliau saja mengalami
pemberontakan ( cemburu ). Lalu bagaimana dengan qta?
Saudariku, menikah karena Allah adalah ibadah. Dan restu orang tua adalah
ridho Allah. Jangan sekali-kali mengabaikan segala nasehat dan larangannya.
Aku yakin, beliau faham akan poligami, tapi beliau lebih faham apa yang
terbaik bagi belahan hatinya.
Selamat berjuang saudariku!
Salam,
Indrie
---------------------------------
Do you Yahoo!?
Yahoo! Small Business - Try our new resources site!
[Non-text portions of this message have been removed]
Kirim kontribusi cerita Anda ke http://www.sarikata.com/ sekarang juga !!
Untuk Unsubscribe, kirim email kosong ke
[EMAIL PROTECTED]
Yahoo! Groups Links
------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~-->
In low income neighborhoods, 84% do not own computers.
At Network for Good, help bridge the Digital Divide!
http://us.click.yahoo.com/S.QlOD/3MnJAA/Zx0JAA/wnIolB/TM
--------------------------------------------------------------------~->
Kirim kontribusi cerita Anda ke http://www.sarikata.com/ sekarang juga !!
Untuk Unsubscribe, kirim email kosong ke [EMAIL PROTECTED]
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/sarikata/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/