bingung masalah nasib?
baca aja novel terbitan ZAHRA NOVEL yang berjudul:
THE MADNESS OF GOD: Iblis Menggugat Tuhan.
karya Shawni.

Judul: THE MADNESS OF GOD
Subjudul: Iblis Menggugat Tuhan
Penulis: Shawni

Kau bilang Adam berdosa gara-gara hasutanku? Kalau begitu, atas hasutan
siapa aku melakukan dosa? Aku sebenarnya melakukan apa yang Dia
perintahkan, dan aku sepenuhnya patuh pada keinginan Allah. Mau
bagaimana lagi? Tak ada ruang yang luput dari kuasa-Nya. Aku bukanlah
tuan bagi keinginanku sendiri.

Aku menyembah Allah selama 700 ribu tahun! Tak ada tempat tersisa di
langit dan bumi di mana aku tak menyembah-Nya. Setiap hari aku berkata
pada-Nya, "Ya Allah, anak keturunan Adam menolak-Mu, namun Engkau tetap
bermurah hati dan meninggikan mereka. Tapi aku, yang mencintai dan
memuja-Mu dengan pemujaan yang benar, Engkau buat menjadi hina dan buruk
rupa."

Lihatlah segala penderitaan dan kesengsaraan yang telah ditimpakan-Nya
atas dunia ini. Lihatlah betapa Monster itu melakukan semuanya hanya
untuk menghibur diri! Jika ada yang terlihat murni, dibuat-Nya ternoda!
Jika ada yang manis, Dia buat masam! Jika ada yang bernilai, dibuat-Nya
jadi sampah! Dia tak lebih dari sekadar Badut dan Pesulap Murahan,
Pembohong Gila! Dan kegilaan-Nya masih terus membuatku lebih gila lagi!

*****

The Madness of God menjadikan ketergelinciran Iblis, dan dakwaannya
kepada Tuhan karena telah "menyesatkannya", sebagai landasan bagi
pertanyaan-pertanyaan mengenai kemungkinan kehendak-bebas di hadapan
kemahakuasaan Tuhan. Pertanyaan yang berulang kali diajukan adalah: jika
Tuhan Mahakuasa, dan tiada sesuatu pun yang dapat terjadi di luar
kehendak-Nya, maka bagaimana mungkin makhluk dapat disalahkan karena
dosa-dosanya?
Seiring dengan bergulirnya cerita, pembaca akan tenggelam dalam
keyakinan tentang keesaan, kemahakuasaan, dan keadilan Tuhan. The
Madness of God penting dibaca oleh para monoteis yang kritis. Shawni
meramu adikaryanya ini dengan gayanya yang amat unik dan khas. Novel
ini, terlepas dari judulnya yang provokatif, merupakan usaha Shawni
dalam menyelaraskan keimanannya dengan akalnya.

-----Original Message-----
From: Judith Tomasowa [mailto:[EMAIL PROTECTED] 
Sent: Thursday, March 31, 2005 10:23 AM
To: [email protected]
Subject: [Sarikata.com] Manusia berusaha, Allah yang menentukan




Manusia berusaha, Allah yang menentukan

 

 

Dulu saya amat tidak menyukai perkataan ini, ya mungkin terkesan seperti
pesimistik, dan membuat semangatku menurun dan tidak bergairah berjuang
di kala menemui kesulitan.

 

Perkataan ini akan semakin menusuk di kala berhubungan dengan
permasalahan yang tidak kunjung selesai, seperti mencari jodoh, bisnis
yang gagal, dsb. Biasanya perkataan yang terlontarkan ke diri kita
adalah, Manusia berusaha, Allah yang menentukan. Arti pengucapan kalimat
ini dapat menusuk semangat juang kita, demikian dengan saya.

 

Kita sering didokrinisasi dengan Teologia sukses, artinya, jika kita
hidup benar sesuai Agama, dan baik ke sesama, maka kita akan hidup
sukses, dan kesulitan yang menghadang hanya sebuah tahap menuju sukses
yang tergambar jelas di pikiran kita, menurut gambar dan rupa yang kita
inginkan. Apalagi di jaman era teknologi, dimana 1 + 1 = 2, seakan dunia
dapat kita atur menurut logika, dan ketika kita mengalami kegagalan atau
hambatan, kita akan berargumentasi sejenis dengan pola 1 + 1 = 2, lalu
kenapa menjadi -1, atau 3. Perkataan yang gampang dilontarkan orang
sekitar kita adalah ya, Manusia berusaha, Allah yang menentukan.

 

Terdapat 2 kontradiktif, yang satu mengatakan berjuang agar sukses
terus, dan yang lain mengatakan jika kamu berjuang dan mengalami
kegagalan ya sudah terima aja, dan dapat berakibat kita menjadi pengecut
dalam kesulitan, dan plin plan.

 

Sikap menyerah terhadap kesulitan dan hambatan dan menjadi pengecut
dalam perjuangan, sering digambarkan sebagai PASRAH DIRI, dan menurut
hemat saya, ini salah. 

 

Dalam kerangka pikiran saya, kita manusia berjuang mengusahakan sesuatu,
berdoa dan bekerja yang sebaik mungkin. Dan dalam proses yang berjalan,
dengan kegagalan/hambatan atau pun kesuksesan yang ada, kita mengenali
peluang-peluang diri untuk maju dan berkembang atau pun untuk jatuh
terpuruk semua tergantung dari cara pandang, pertimbangan, kematangan
emosi, pendampingan orang-orang yang telah melewati tahapan tersebut,
dan suara hati yang berimbang dengan semua hal tersebut.

 

Suara hati bisa disebut dengan keyakinan diri, dan biasanya ini
merupakan bensin Utama menjalani sebuah proses kehidupan, atau
diibaratkan sebagai stamina jiwa. Keyakinan kita akan membawa kita dalam
perjalanan diri yang luar biasa, yang mempengaruhi pikiran secara
positif. Dan dengan ini, seseorang akan memiliki the POWER OF MIND,
kemampuan menciptakan lingkungan yang secara tidak sadar dan
berkesinambungan seseuai dengan cita-cita kita. Ketika kita mencapai
tahapan ini, kita dapat menjadi relaks mengerjakan/mencapai sesuatu,
tanpa unzir memaksakan diri. Keadaan ini sering dikenal dengan kekuatan
Mukjizad, karena iman yang teguh dan pasrah, tahapan ini barulah tepat
ketika dikatakan Manusia berusaha, Allah yang menentukan.

 

Apa pun hasil yang kita dapatkan dengan melalui proses ini secara
keseluruhan, maka kita akan puas, dan menerima keadaan diri tanpa
menyalahkan siapa pun dan apa pun.

 

Sikap hidup inilah sering digunakan oleh Pebeladiri Jepang , khususnya
Aikidoka, atau TAICHI ,mengalir bagai air, menanggapi serangan bukan
dengan melawan balik, tapi menyalurkan/mengarahkan serangan/keadaan yang
tidak enak tersebut tidak secara frontal ke diri kita, kita tepis dengan
kelembutan dan ketenangan m enggunakan tekanan yang ada sebagai kekuatan
diri, bukannya menggunakan kekuatan diri sendiri yang akan membuat diri
kita letih.. 

 

Terima kasih,
Judith

                
---------------------------------
Do you Yahoo!?
 Yahoo! Small Business - Try our new resources site! 

[Non-text portions of this message have been removed]







Kirim kontribusi cerita Anda ke http://www.sarikata.com/ sekarang juga
!!
Untuk Unsubscribe, kirim email kosong ke
[EMAIL PROTECTED] 
Yahoo! Groups Links



 









------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
In low income neighborhoods, 84% do not own computers.
At Network for Good, help bridge the Digital Divide!
http://us.click.yahoo.com/S.QlOD/3MnJAA/Zx0JAA/wnIolB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

Kirim kontribusi cerita Anda ke http://www.sarikata.com/ sekarang juga !!
Untuk Unsubscribe, kirim email kosong ke [EMAIL PROTECTED] 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/sarikata/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke