sekedar refleksi diri....!
Ada seorang pengusaha muda yang pagi itu terburu-buru berangkat kantor karena
ia bangun rada kesiangan. Sementara pagi itu ia ada meeting dengan rekan
bisnis-nya. Karena terburu-buru, ia tidak sempat menikmati sarapan pagi buatan
isterinya. Ia lalu memutuskan untuk mampir ke sebuah toko untuk membeli roti
sebagai ganti sarapan pagi. Pikirnya, "nanti roti ini dimakan di kantor saja".
Ketika ia sedang memilih roti yang hendak dibelinya, matanya tertarik
mengamati seorang anak kecil berusia kira-kira sepuluh tahun yang sedang
memilih bunga di toko sebelah. Anak kecil ini terlihat sedang tawar menawar
harga bunga dengan pelayan toko tersebut.
"Mbak, harga bunga ini berapa?" tanyanya kepada pelayan toko. "Lima puluh ribu
rupiah", jawab sang pelayan. Kemudian ia memilih bunga yang lain dan bertanya
kembali,
"Kalau bunga yang ini berapa?".
"Ini lebih mahal lagi, seratus lima puluh ribu rupiah!" jawab sang pelayan.
"Kalau yang ini berapa?" tanyanya sambil menunjukkan bunga yang lebih bagus
lagi. "Ini harganya dua ratus lima puluh ribu, nak!" jawab sang pelayan. Anak
ini terlihat bingung karena harga bunganya bertambah tinggi, sementara ia tidak
menyadari bahwa bunga yang ia tunjuk itu bunga yang paling bagus. Dengan sedih
ia bertanya, "Adakah bunga yang harganya lima ribu?" .
Anak ini ternyata hanya memiliki uang lima ribu rupiah walau keinginannya untuk
mendapatkan bunga itu sangat besar. Belum sempat pelayan toko itu menjawab,
pengusaha muda ini segera bertanya kepada sang anak, "Nak, kamu mau beli bunga
buat siapa?"
Kemudian anak ini menjawab, "Saya mau beli bunga buat mama, karena hari ini
mama ulang tahun!" Pengusaha muda ini tersentak, dalam hatinya ia berkata,
"Wah... mati
aku, aku lupa! Hari ini isteriku ulang tahun. Aku belum mengucapkan selamat
ulang
tahun kepadanya. Kalau sampai aku lupa, ia bisa marah!"
Segera ia berkata kepada pelayan toko, "Mbak, saya beli bunga ini. Saya beli 2
ikat. Satunya buat anak ini. Tolong nanti antar bunga ini ke alamat rumah
saya," katanya sambil memberikan kartu namanya. Kemudian pengusaha muda itu
memberikan bunga tersebut kepada sang anak dan mengucapkan terima kasih sudah
mengingatkannya bahwa hari ini ternyata isterinya juga berulang tahun. Anak itu
kemudian pergi.
Pengusaha ini segera bergegas ke mobilnya dan melanjutkan perjalanan ke kantor.
Ketika ia sedang mengendarai mobil, ia melewati anak kecil tadi sedang
berjalan. Iapun berhenti dan bertanya apakah ia satu jurusan dengannya. Anak
kecil itu mengiyakan dan kemudian masuk ke dalam mobilnya. Sampai di suatu
tempat yang agak sepi anak ini minta turun. Pengusaha muda tersebut heran
melihat anak kecil ini masuk melewati sebuah lorong kecil.
Karena penasaran, ia mengikuti sang anak dari belakang. Betapa terkejutnya ia
ketika melihat anak kecil ini menaruh bunganya di sebuah gundukan tanah kuning
yang masih basah.
Kemudian ia bertanya, " Nak, ini kuburan siapa? " Anak kecil itu kemudian
menjawab, " Oom, hari ini mama ulang tahun. Tetapi sayang, mama baru saja
meninggal dua hari yang lalu. Oleh sebab itu saya datang ke tempat ini untuk
membawakan mama bunga
dan mengucapkan selamat ulang tahun." Pengusaha muda begitu tersentak dengan
perkataan anak ini.
"Apakah isteriku masih hidup saat ini? " tanyanya dalam hati. Segeralah ia
berlari masuk ke mobil, mengendarainya dengan kecepatan tinggi dan menuju ke
toko tadi. Dengan terengah-engah ia berkata kepada pelayan toko, "Mana bunga
yang tadi saya beli? Bunganya tidak usah dikirim, biar saya saja yang langsung
memberikannya ke tangan isteri saya. " Dengan cepat ia menyambar bunga tersebut
dan menyetir pulang.Sampai di rumah, ia segera berlari mendapatkan isterinya.
"Puji Tuhan! Isteriku masih hidup! " Sambil memberikan bunga ia berkata, "
Isteriku, selamat ulang tahun". Kemudian ia mencium dan memeluk isterinya
kuat-kuat sambil mengucap syukur kepada Tuhan. Sambil menangis ia berkata, "
Terima kasih, Tuhan.Engkau masih memberikan kesempatan kedua kepadaku. "
Banyak diantara kita terlalu sibuk dengan aktifitas sehari-hari. Aktifitas dan
rutinitas ternyata sudah ' membunuh ' perhatian dan momen-momen penting yang
harus dinikmati bersama orang-orang yang kita kasihi; orang tua, suami, isteri,
anak-anak, dan
saudara-saudara kita. Demi mengejar karier, uang dan jabatan bahkan pelayanan
banyak orang melupakan keluarga.
Seorang businessman hanya berpikir bahwa memenuhi kebutuhan materi isteri dan
anak-anak sudah membuatnya merasa menjadi ayah yang baik. Seorang pelayan Tuhan
berpikir bahwa dengan sibuk dalam pelayanan dan dikenal di mana-mana sudah
membuatnya merasa menjadi orang yang benar di dalam keluarganya.
Kita tidak sadar, kita sudah salah jika berpikir demikian. Hari ini, kalau kita
masih diberi kesempatan untuk hidup semua hanyalah kasih karunia Tuhan. Oleh
sebab itu, jangan tunggu sampai besok untuk menunjukkan kasih dan sayang kita
kepada orang-orang disekitar kita, terutama orang-orang yang paling dekat
dengan kita. Jangan tunggu mereka mati kita baru menyadarinya. Jangan tunggu
sampai besok!
Karena kita tidak tahu apa yang akan terjadi dengan hari esok. Jika kita masih
hidup pada hari ini berarti ini kesempatan kedua buat kita. Ambil kesempatan
kedua yang Tuhan anugrahkan buat kita hari ini. (Sumber: Unknown )
---------------------------------
Do you Yahoo!?
Yahoo! Small Business - Try our new resources site!
[Non-text portions of this message have been removed]
------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~-->
In low income neighborhoods, 84% do not own computers.
At Network for Good, help bridge the Digital Divide!
http://us.click.yahoo.com/S.QlOD/3MnJAA/Zx0JAA/wnIolB/TM
--------------------------------------------------------------------~->
Kirim kontribusi cerita Anda ke http://www.sarikata.com/ sekarang juga !!
Untuk Unsubscribe, kirim email kosong ke [EMAIL PROTECTED]
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/sarikata/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/