Kemiskinan yang Menghibur

Kemiskinan ternyata juga sesuatu yang menghibur. Kalau 
tidak percaya tontonlah televisi di hari-hari ini. Ada 
jenis acara yang hobinya mencari orang miskin, untuk 
tiba-tiba memberinya duit, tak tanggung-tanggung: puluhan 
juta rupiah.

Duit yang butuh dikumpulkan selama bertahun-tahun bahkan 
oleh pekerja menengah paling keras sekalipun ini, bisa 
diperoleh dalam sekejap oleh orang yang dilabeli sebagai 
miskin itu. Kita tentu gembira, melihat bahwa ketika 
pemberantasan terhadap kemiskinan masih terus digalakkan, 
ada acara televisi yang langsung ikut menjadi relawannya. 
Relawan ini tak butuh imbalan banyak, kecuali satu: ingin 
kita sama-sama menonton, betapa gugupnya si miskin itu 
saat menerima segebung duit yang datang secara tiba-tiba 
dan harus dihabiskan secara tiba-tiba pula.

Maka kita akan segera melihat potret kemiskinan yang 
gaduh. Seseorang yang kemudian akan membeli apa saja, 
barang-barang yang selama ini cuma berkelebat di televisi, 
barang yang tak pernah mereka bayangkan akan mereka 
miliki, dan barang yang boleh jadi kegunaannya tak mereka 
mengerti. Pendek kata, mereka akan membeli apa saja, 
karena duit ini harus dibelanjakan, dan belanja ini 
dibatasi jam pula. Pendek kata, mereka tidak sedang 
bebelanja melainkan tengah kesurupan. Dan efek kesurupan 
inilah yang akan kita tonton bersama, ee syukur-syukur 
menghibur kita.

Kita akan merekam detail kegaduhannya. Kita close up agar 
kita bisa melihat wajah kemiskinan itu dari dekat, untuk 
kita nikmati gurat-guratnya, keributannya ketika melihat 
setumpuk uang, bibirnya yang gemetar dan matanya yang 
nanar. Ia akan membeli hand phone meskipun ia tak cara 
memencetnya dan apakah ada pihak yang akan diteleponnya. 
Ia akan membeli kulkas besar dan televisi besar tak peduli 
apakah telah ada listrik di rumahnya. Kebingungannya 
adalah kegembiraan kita.

Ia akan membeli apa saja karena sejatinya ia tidak sedang 
berbelanja. Ia tak lebih adalah orang yang tengah berada 
di dalam kapal Titanic yang hendak karam lalu kalap 
melakukan apa saja. Dan si miskin yang kalap, yang 
kesurupan itulah yang sedang kita tonton bersama.

Sementara di ujung yang lain, sebuah lomba juga tengah 
digelar. Orang-orang tengah disodori sebuah tawaran yang 
sederhana; boleh memiliki mobil tanpa harus membeli tapi 
cukup hanya dengan menyentuhnya. Ya cukup hanya dengan 
menyentuh! Tapi malangnya ia tak sendiri. Si penyentuh itu 
banyak sekali. Dan kalau orang lain itu bisa menyentuh 
lebih lama sementara ia menyerah terlalu dini, gugurlah 
harapannya. Maka untuk bisa memiliki mobil ini ia harus 
menjadi penyentuh terakhir. Soal kapan masa itu harus 
berakhir, tergantung pada kekuatan kaki dan tangannya.

Maka di lomba ini, kita sesunguhnya sedang menonton sebuah 
happening art akbar. Sebuah pameran instalasi yang 
menakjubkan. Ada pameran kekuatan, ada demonstrasi 
kesabaran, ada ketangguhan mental dan yang paling menarik 
dari itu semua adalah adanya penderitaan. Karena apapun 
kegemparan yang kita lihat di dalamnya, semua bisa 
dibahasakan dengan kalimat yang ringkas dan sederhana: 
demi sebuah mobil!

Akhirnya, sejauh-jauh kita gempar dan takjub, kembalinya 
ke kemasgulan pula. Sekeras-keras kita tertawa, kembalinya 
ke kepedihan juga. Karena sejauh-jauh mata memandang, yang 
tampak adalah wajah kemiskinan kita. Kemiskinan itu begitu 
dekat, begitu menjerat. Jeratan itu telah melilit kita 
bersama sehingga kita kebingungan harus berbuat apa: 
menolongnya atau menertawakannya.

Oleh: Prie GS

========================================================================================
Akses Internet TELKOMNet-Instan beri Diskon s.d. 50 % khusus untuk wilayah Jawa 
Timur.
Informasi selengkapnya di www.telkomnetinstan.com atau hub 0800-1-INSTAN 
(467826)
========================================================================================
 


------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
In low income neighborhoods, 84% do not own computers.
At Network for Good, help bridge the Digital Divide!
http://us.click.yahoo.com/S.QlOD/3MnJAA/Zx0JAA/wnIolB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

Kirim kontribusi cerita Anda ke http://www.sarikata.com/ sekarang juga !!
Untuk Unsubscribe, kirim email kosong ke [EMAIL PROTECTED] 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/sarikata/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke