terima kasih atas informasinya
On 4/26/05, :: MF :: <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > > 1 ONS BUKAN 100 GRAM > > PENDIDIKAN YANG MENJADI BOOMERANG. > > Seorang teman saya yang bekerja pada sebuah perusahaan > asing, di PHK > akhir > tahun lalu. Penyebabnya adalah kesalahan menerapkan > dosis pengolahan > limbah, > yang telah berlangsung bertahun-tahun. Kesalahan ini > terkuak ketika > seorang > pakar limbah dari suatu negara Eropa mengawasi secara > langsung proses > pengolahan limbah yang selama itu dianggap selalu > gagal. Pasalnya > adalah, > takaran timbang yang dipakai dalam buku petunjuknya > menggunakan satuan > pound > dan ounce. Kesalahan fatal muncul karena yang > bersangkutan mengartikan > 1 > > pound = 0,5 kg. dan 1 ounce (ons) = 100 gram, sesuai > pelajaran yang ia > terima dari sekolah. Sebelum PHK dijatuhkan, teman > saya diberi tenggang > waktu 7 hari untuk membela diri dgn. cara menunjukkan > acuan ilmiah yang > menyatakan 1 ounce (ons) = 100 g. Usaha maksimum yang > dilakukan hanya > bisa > menunjukkan Kamus Besar Bahasa Indonesia yang > mengartikan ons(bukan > ditulis > ounce) adalah satuan berat senilai 1/10 kilogram. > Acuan lain termasuk > tabel-tabel konversi yang berlaku sah atau dikenal > secara internasional > tidak bisa ditemukan. > > SALAH KAPRAH YANG TURUN-TEMURUN. > > Prihatin dan penasaran atas kasus diatas, saya mencoba > menanyakan hal > ini > kepada lembaga yang paling berwenang atas sistem > takar-timbang dan ukur > di > Indonesia, yaitu Direktorat Metrologi . Ternyata, > pihak Dir. Metrologi > pun > telah lama melarang pemakaian satuan ons untuk > ekivalen 100 gram. > Mereka justru mengharuskan pemakaian satuan yang > termasuk dalam Sistem > Internasional (metrik) yang diberlakukan resmi di > Indonesia. Untuk > ukuran > berat, satuannya adalah gram dan kelipatannya. Satuan > *Ons bukanlah > bagian > dari sistem metrik* ini dan untuk menghilangkan > kebiasaan memakai > satuan > ons > ini, Direktorat Metrologi sejak lama telah memusnahkan > semua anak > timbangan > (bandul atau timbal) yang bertulisan "ons" dan > "pound". > > Lepas dari adanya kebiasaan kita mengatakan 1 > onsCleaned= > 100 gram dan 1 > pound = > 500 gram, ternyata *tidak pernah ada acuan sistem > takar-timbang legal* > atau > pengakuan internasional atas satuan ons yang nilainya > setara dengan 100 > gram. Dan dalam sistem timbangan legal yang diakui > dunia internasional, > *tidak > pernah dikenal adanya satuan ONS khusus > **Indonesia**.* Jadi, hal ini > adalah > suatu kesalahan yang diwariskan turun-temurun. Sampai > kapan mau > dipertahankan ? > > BAGAIMANA KESALAHAN DIAJARKAN SECARA RESMI ? > > Saya sendiri pernah menerima pengajaran salah ini > ketika masih di > bangku > > sekolah dasar. Namun, ketika saya memasuki dunia kerja > nyata, kebiasaan > salah yang nyata-nyata diajarkan itu harus dibuang > jauh karena akan > menyesatkan. > > Beberapa sekolah telah saya datangi untuk melihat > sejauh mana > penyadaran > > akan penggunaan sistem takar-timbang yang benar dan > sah dikemas dalam > materi > pelajaran secara benar, dan bagaimana para murid > (anak-anak kita) > menerapkan > dalam hidup sehari-hari. Sungguh memprihatinkan. Semua > sekolah > mengajarkan > bahwa 1 onsCleaned= 100 gram dan 1 pound = 500 gram, > dan > anak-anak kita pun > menggunakannya dalam kegiatan sehari-hari. "Racun" ini > sudah tertanam > didalam otak anak kita sejak usia dini. > > Dari para guru, saya mendapatkan penjelasan bahwa > semua buku pegangan > yang > diwajibkan atau disarankan oleh Departemen Pendidikan > Indonesia > mengajarkan > seperti itu. Karena itu, tidaklah mungkin bagi para > guru untuk > melakukan > > koreksi selama Dep. Pendidikan belum merubah atau > memberi-kan petunjuk > resmi. > > TANGGUNG JAWAB SIAPA ? > > Maka, bila terjadi kasus-kasus serupa diatas, > Departemen Pendidikan > kita > > jangan lepas tangan. Tunjukkanlah kepada masyarakat > kita terutama > kepada > > para guru yang mengajarkan kesalahan ini, salah satu > alasannya agar > tidak > menjadi beban psikologis bagi mereka ; > > *"acuan sistem timbang legal yang mana yang pernah > diakui / > diberlakukan > > secara internasional , yang menyatakan bahwa : * > > *1 ons adalah 100 gram, 1 pound adalah 500 gram."?* > > Kalau Dep. Pendidikan tidak bisa menunjukkan acuannya, > mengapa hal ini > diajarkan secara resmi di sekolah sampai sekarang ? > > Pernahkan Dep. Pendidikan menelusuri, dinegara mana > saja selain > Indonesia berlaku konversi 1 onsCleaned= 100 gram dan > 1 > pound = 500 gram ? > > Patut dipertanyakan pula, bagaimana tanggung jawab > para penerbit buku > pegangan sekolah yang melestarikan kesalahan ini ? > > Kalau Dep. Pendidikan mau mempertahankan satuan *ons > yang keliru* ini, > sementara pemerintah sendiri melalui Direktorat > Metrologi melarang > pemakaian > satuan "ons" dalam transaksi legal, maka > konsekwensinya ialah harus > dibuat > sistem baru timbangan Indonesia (versi Depdiknas). > Sistem baru inipun > harus > diakui lebih dulu oleh dunia internasional sebelum > diajarkan kepada > anak-anak. Perlukah adanya sistem timbangan Indonesia > yang konversinya > adalah 1 ons *(Depdiknas)* = 100 gram dan 1 pound > *(Depdiknas)* = 500 > gram. > ? Bagaimana "Ons dan Pound *(Depdiknas)*" ini > dimasukkan dalam sistem > metrik > yang sudah baku diseluruh dunia ? Siapa yang mau pakai > ?. > > HENTIKAN SEGERA KESALAHAN INI. > > Contoh kasus diatas hanyalah satu diantara sekian > banyak problema yang > merupakan akibat atau korban kesalahan pendidikan. > Saya yakin masih > banyak > kasus-kasus senada yang terjadi, tetapi tidak kita > dengar. Salah satu > contoh > kecil ialah, banyak sekali ibu-ibu yang mempraktekkan > resep kue dari > buku > luar negeri tidak berhasil tanpa diketahui dimana > kesalahannya. > > Karena ini kesalahan pendidikan, masalah ini > sebenarnya merupakan > masalah > nasional pendidikan kita yang mau tidak mau harus > segera dihentikan. > > Departemen Pendidikan tidak perlu malu dan basa-basi > diplomatis > mengenai > hal > ini. Mari kita pikirkan dampaknya bagi masa depan > anak-anak Indonesia. > Berikan teladan kepada bangsa ini untuk tidak malu > memperbaiki > kesalahan. > > Sekalipun hanya untuk pelajaran di sekolah, dalam hal > Takar-Timbang-Ukur, > Dep. Pendidikan tidak memiliki supremasi sedikitpun > terhadap Direktorat > Metrologi sebagai lembaga yang paling berwenang di > Indonesia. Mari kita > ikuti satu acuan saja, yaitu Direktorat Metrologi. > > Era Globalisasi tidak mungkin kita hindari, dan karena > itu anak-anak > kita > harus dipersiapkan dengan benar. Benar dalam arti > landasannya, > prosesnya, > materinya maupun arah pendidikannya. Mengejar > ketertinggalan dalam hal > kualitas SDM negara tetangga saja sudah merupakan > upaya yang sangat > berat. > Janganlah malah diperberat dengan *pelajaran sampah* > yang justru bakal > menyesatkan. Didiklah anak-anak kita untuk mengenal > dan mengikuti > aturan > dan > standar yang berlaku SAH dan DIAKUI secara > internasional, bukan hanya > yang > rekayasa lokal saja. Jangan ada lagi korban akibat > pendidikan yang > salah. > Kita lihat yang nyata saja, berapa banyak TKI diluar > negeri yang > berarti > > harus mengikuti acuan yang berlaku secara > internasional. > > Anak-anak kita memiliki HAK untuk mendapatkan > pendidikan yang benar > sebagai > upaya mempersiapkan diri menyongsong masa depannya > yang akan penuh > dengan > tantangan berat. > > ACUAN MANA YANG BENAR ? > > Banyak sekali literatur, khususnya yang dipakai dalam > dunia tehnik, dan > juga ensiklopedi ternama seperti Britannica, Oxford, > dll. *(maaf, ini > bukan > promosi)* menyajikan tabel-tabel konversi yang tidak > perlu diragukan > lagi. > > Selain pada buku literatur, tabel-tabel konversi > semacam itu dapat > dijumpai > dengan mudah di-dalam buku harian / diary/agenda yang > biasanya > diberikan > > oleh toko atau produsen suatu produk sebagai sarana > promosi. > > *Salah satu* konversi untuk satuan berat yang umum > dipakai SAH secara > internasional adalah sistem avoirdupois / avdp. (baca > : averdupoiz). > > 1 ounce/ons/onza = 28,35 gram *(bukan 100 g.)* > > 1 pound = 453 gram *(bukan 500 g.)* > > 1 pound = 16 ounce *(bukan 5 ons)* > > Bayangkan saja, bagaimana jadinya kalau seorang > apoteker meracik resep > obat yang seharusnya hanya diberi 28 gram, namun > diberi 100 gram. > Apakah kesalahan semacam ini bisa di kategorikan > sebagai malapraktek ? > Pelajarannya memang begitu, kalau murid tidak > mengerti, dihukum !!! > Jadi, kalau > malapraktik, logikanya adalah tanggung jawab yang > mengajarkan. (*ini > hanya > gambaran / ilustrasi salah satu akibat yang bisa > ditimbulkan, bukan > kejadian > sebenarnya, tetapi dalam bidang lain banyak sekali > terjadi)* > > KALAU BUKAN KITA YANG MENYELAMATKAN - LALU SIAPA ?. > > Melalui tulisan ini saya ingin mengajak semua > kalangan, baik kalangan > pemerintah, akademis, profesi, bisnis / pedagang, > sekolah dan orang tua > dan > juga yang lainnya untuk ikut serta mendukung > penghapusan satuan "ons > dan > pound yang keliru" dari kegiatan kita sehari-hari. > Pengajaran sistem > timbang > dgn. satuan Ounce dan Pound seharusnya diberikan > sebagai pengetahuan > disertai kejelasan asal-usul serta *rumus konversi > yang benar*. Hal ini > untuk membuang kebiasaan salah yang telah melekat > dalam kebiasaan kita, > yang > bisa mencelakakan / menyesatkan anak-anak kita, > generasi penerus bangsa > ini. > > *# # # # # * > > *Tulisan ini akan dikirimkan kepada media masa, > baik cetak maupun > elektronik yang mau menyiarkannya demi kepentingan > bangsa. > Dipersilahkan mengubah formatnya sesuai dengan > ketentuan penyiaran > masing- > masing.* > > *Juga kepada sekolah-sekolah, pabrik-pabrik serta LSM > dan masyarakat > umum, > untuk diketahui secara luas.* > > * Bila anda merasa sependapat dengan saya, setuju > untuk menghentikan > kesalahan ini demi masa depan anak bangsa Indonesia, > silahkan > diperbanyak / > difoto copy dan disebar-luaskan sendiri.* > > * * > > *Bila anda ragu-ragu terhadap kebenaran tulisan ini, > silahkan > menanyakannya > langsung kepada Direktorat Metrologi atau Balai > Metrologi setempat > dikota > anda berada. * > > * * > > *Terima kasih saya ucapkan kepada anda yang peduli dan > mau > berpar-tisipasi > menyelamatkan masa depan anak-anak **Indonesia**. > Semoga Tuhan > memberkati > upaya ini, yang kita lakukan dengan tulus ikhlas tanpa > pamrih > sedikitpun.* > > * * > > *# # # # #* > > * * > > * * > > *Ditengah orang-orang waras, dia yang lain sendiri > dianggap gila.* > > *Ditengah orang-orang gila, dia yang waras justru > dianggap gila.* > > * * > > *Memang banyak orang yang benar, tetapi jangan > diartikan bahwa yang > diikuti > banyak orang itulah yang pasti dan selalu benar.* > > LEMBAR PELENGKAP > > TAKAR - UKUR - TIMBANG MENGIKUTI > > SISTEM METRIK YANG BERLAKU SEJAK THN *1799*. > > *Kuantitas* > > *Satuan* *Simbol* *Keterangan* > > Panjang meter m bukan mtr. > > Luas meter persegi m2 > > Isi / volume meter kubik m3 > > Berat gram g bukan gr. > > Takaran liter l 1 l = 1000 cm3 > (cc) > > Suhu / temperatur derajat Celcius oC > > BEBERAPA SEBUTAN / AWALAN UNTUK FAKTOR PENGALI DALAM > SISTEM METRIK > > AWALAN FAKTOR PENGALI SIMBOL / SINGKATAN CONTOH > PEMAKAIAN > > giga 1.000.000.000 G > GHz. > > mega 1.000.000 > M > MW > > kilo 1.000 > k > km > > hecto 100 > h > ha > > deka 10 > da > dam > > deci 0,1 > d > dm > > centi 0,01 > c > cm > > milli 0,001 > m > ml > > micro 0,000.001 > *m* > mF > > dan seterusnya. > > Dalam sistem metrik memang dikenal *1 are = 100 m2* > khusus untuk ukuran > tanah yang diakui sah secara internasional. > > *Untuk satuan ONS yang mengartikan kelipatan 100 g., > apalagi POUND yang > mengartikan kelipatan 500 g., tidak pernah ada didalam > sistem metrik > maupun > non-metrik / imperial yang pernah diberlakukan sah > secara > internasional. > * > > *# # # # #* > > *RANGKUMAN SARAN-SARAN, KRITIK DAN KOMENTAR* > > *1. *Banyak orang berpendapat bahwa ONS kita ini > tidak ada kaitannya > sama > sekali dengan OUNCE. > > * * > > a. Kalau kita baca kamus-kamus Inggris-Indonesia dan > sebaliknya, jelas > bahwa > terjemahan "ounce adalah ons" dan "pound adalah pon" > begitu pula > sebaliknya > dari Indonesia-Inggris. Bahkan ada beberapa kamus yang > menterjemahkan > "ounce > menjadi ons, berat 100 gram." Tetapi ada juga yang > menterjemahkan "ons, > 28,3 > gram". > > *Nara** sumber : Jumlah : 2 orang * > > *Profesi : Guru dan Dosen Bahasa Inggris. * > > b. Beberapa guru berpendapat bahwa kata "ons" jelas > bukan asli bahasa > Indonesia, karena bahasa Indonesia hanya mengenal 2 > konsonan rangkap, > yaitu > "ng" dan "ny". Tidak ada konsonan rangkap "ns". Contoh > : "Helm" kalau > di > > Indonesiakan menjadi "helem". Kalau "ons" tidak bisa > dijadikan "ones" > tentu karena menyangkut suatu acuan yang harus > dilafalkan secara benar, > sama seperti "gram" yang tidak boleh ditulis menjadi > "geram". > > *Nara** sumber : Jumlah : 2 orang * > > *Profesi : Guru Bahasa **Indonesia**.* > > c. Beberapa orang lanjut usia yang cukup terpelajar > membenarkan bahwa > "ons > dan pound" itu bawaan Belanda, bukan asli Indonesia, > karena sudah > dipakai > sebelum Indonesia merdeka dan diajarkan juga disekolah > HIS maupun HCS > *(masih > jaman penjajahan)*. > > Beberapa diantara mereka ingat bahwa acuan konversi > yang diterapkan di > Indonesia tidak sama dengan yang diterapkan di > Belanda. > > *Nara** sumber : Jumlah : 7 orang. Usia : 77 s/d. 87 > tahun. * > > *Pendidikan terendah : HCS / HIS. * > > *Pendidikan tertinggi : Sarjana* > > *Profesi terakhir : Guru, Kontraktor, Dokter, Pendeta, > PN.* > > *2.* Acuan internasional yang menyatakan 1 onsCleaned= > 100 > gram , 1 pound = > 500 > gram jelas-jelas tidak pernah ada. > > Bahkan Acuan nasional (kalaupun ada dulu-dulunya) > tidak bisa / tidak > boleh > dipergunakan lagi semenjak diundangkannya UU no.2 > tahun 1981 tentang > Metrologi Legal, yang mencabut dan membatalkan > Ijkordonnantie > 1.049 Staatsblad nomor 175. > > *Nara** sumber : Jumlah : 1 orang.* > > * Profesi : tidak dikenal.* > > *3.* Penerbit tidak seharusnya dimintai > pertanggung-jawaban karena > semua > > materi kurikulum yang harus dibukukan telah mendapat > persetujuan > terlebih > dulu dari Dep. Pendidikan. > > *Nara** sumber : Jumlah : 1 orang.* > > * Profesi : Pengusaha.* > > * * > > * * > > *4.* Tidak perlu memperlebar masalah / mendramatisir > dengan timbangan > versi > depdiknas dan sebagainya. Yang penting bagaimana > kesalahan ini bisa > segera > diakhiri. > > *Nara** Sumber : Jumlah : 1 orang.* > > * Profesi : tidak dikenal.* > > *5.* Terkejut dan syok berat tapi Setuju bahwa kita > harus menghentikan > kebiasaan salah selama ini dan membiasakan diri > menggunakan Sistem > Internasional yang berlaku. Perlu pengumuman resmi > dari pemerintah dan > penyuluhan masyarakat melalui instansi yang berwenang. > > *Nara** sumber : Jumlah : lebih dari 100 orang.* > > * Profesi : Guru, Dosen, Karyawan, Mahasiswa, Dokter.* > > *6.* Para guru tidak bisa dipersalahkan karena mereka > hanya > melaksanakan > > apa yang telah menjadi kebijakan nasional pendidikan > yang dikeluarkan > oleh > Dep. Pendidikan. > > *Nara** sumber : Jumlah 14 orang.* > > * Profesi : Guru, Ibu Rmh.Tangga, Karyawan. * > > * * > > *7.* Di dalam Dep. Pendidikan ada bagian yang khusus > melakukan > Penelitian, > Pengkajian dan Pengembangan. Kalau ini benar-benar > suatu kesalahan, .. > .*(hanya > geleng-geleng kepala)* > > *Nara** sumber : Jumlah : 1 orang* > > * Profesi : Dosen.* > > *8.* Bukankah semua pegawai Dir. Metrologi memiliki > anak yang juga > sekolah > di Indonesia ? Mengapa diam saja ? > > *Nara** sumber : Jumlah : 1 orang.* > > * Profesi : Kep. Sekolah* > > ... > > __________________________________________________ > Do You Yahoo!? > Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around > http://mail.yahoo.com > > > Kirim kontribusi cerita Anda ke http://www.sarikata.com/ sekarang juga !! > Untuk Unsubscribe, kirim email kosong ke [EMAIL PROTECTED] > Yahoo! Groups Links > > > > > ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> Has someone you know been affected by illness or disease? Network for Good is THE place to support health awareness efforts! http://us.click.yahoo.com/rkgkPB/UOnJAA/Zx0JAA/wnIolB/TM --------------------------------------------------------------------~-> Kirim kontribusi cerita Anda ke http://www.sarikata.com/ sekarang juga !! Untuk Unsubscribe, kirim email kosong ke [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/sarikata/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
