Kalao yang kamu maksud adalah seperti perkataan Nietzsce: }Tuhan 
telah mati.." Maka pikirkanlah lagi apa yang akan kau lakukan tanpa 
Dia? Siapkah kau?

D.K.

--- In [email protected], "Yopie Adrianto" <[EMAIL PROTECTED]> 
wrote:
> Buat orang_gila:
> 
> Ketika keluar dari rahim ibuku, menangislah aku keras2. Ingin 
berontak aku
> rasanya, kenapa semuanya mendadak menjadi tidak nyaman? Aku 
menangis lagi
> keras keras. Aku takut dan tidak menyukai dunia yang baru ini.
> 
> Orang2 di sana berhasil menenangkanku. Diberinya aku perawatan dan 
makanan,
> dan pelan2 aku mulai bisa menikmatinya. Aku merasa sangat nyaman 
dengan apa
> yang orang2 berikan kepadaku, hidup dengan kepastian bahwa orang
> menyayangiku. Jikalau aku tidak suka, tinggal nangis dan berteriak,
> datanglah mereka kepadaku. Jika aku pingin beol, keluarkan saja, 
biarkan
> saja mereka yang mengganti popokku, dan membersihkan duburku. Dan 
aku
> menikmatinya, dan semua keinginanku terpenuhi. Tak peduli waktu, 
tak peduli
> dunia luar. Ah indahnya.
> 
> Dan ketika aku beranjak beberapa bulan, sadarlah aku kalau 
ada 'aku' yang
> lain di sekelilingku. 'Apa yang mereka mau?' Bahkan tak kulemparkan
> pertanyaan itu. Yang aku tau aku merasa terancam, tidak semua 
keinginanku
> dipenuhi. Apa yang menggangguku aku benci. Apa yang menyenangkanku 
aku mau
> lagi. Mereka mulai mengenalkanku pada kata2, warna2, dunia yang 
lebih indah
> dari yang aku bayangkan. Semua tak lain membuatku ingin mengenyam 
lebih
> banyak lagi, mempunyai lebih banyak waktu buat mainan2ku.
> 
> Aku tumbuh lagi dan senang untuk itu. Balita. Mulai kupahami 
kupahami, kalau
> aku perlu mengalah kadang kepada adik2ku. Mengalah, tapi kulakukan 
semua
> karena takut bentakan ibuku. Menekan keinginan-keinginanku, yang 
seringkali
> lebih menang daripada hukuman ibu. Terkadang aku lebih 
suka 'menahan' diri,
> supaya tidak dibentak, tapi kadang kenikmatan itu lebih merangsang 
inderaku
> daripada kedamaian tanpa hukuman ibu. 
> 
> Ibuku mulai mengajarkan aku nilai norma. Manusia harus hidup 
berdampingan
> satu sama lain. Yang aku tau, karena kalau tidak damai, ada 
perang, matilah
> diriku. Manusia harus memberi, karena aku memang suka kalau suatu 
saat ada
> orang yang tiba2 memberi. Manusia tidak boleh mencuri, karena aku 
pun tidak
> suka propertiku diambil orang, tidak menghargai hasil usaha 
keringatku.
> 
> Ibuku mulai mengajarkan aku tentang Tuhan. Yang terasa aneh sekali 
bagiku.
> Di mana yang namanya 'Tuhan' ini? aku tidak pernah melihatnya. 
Yang aku tau,
> dia katanya maha kuasa, ada di mana-mana, tau aku sedang apa. Aku 
menjadi
> takut, ternyata polisi bukan cuma yang berbaju cokelat hijau. 
Ternyata kalau
> aku mengupil di kamar pun ada yang melihat. Ternyata ada yang 
namanya dosa.
> Aku mulai mengerti kalau ada oknum yang bisa dimintai kesehatan, 
pekerjaan,
> (atau pacar pas aku sudah gede).
> 
> Aku pun mulai diajak ke tempat namanya sekolah. Aku disuruh duduk 
berjam2 di
> situ, tapi terkadang senang juga bertemu orang2 baru, ada yang 
lebih baik,
> ada yang lebih nakal. Ada yang cantik (aku tau apa itu cantik!), 
ada yang
> suka mukul. Aku dikenalkan ke aturan2. Tidak boleh ini, tidak 
boleh itu.
> Harus begini, harus begitu. Ingin sekali aku untuk bolos sekolah, 
kadang2
> berpura2 sakit di depan ibu, kadang2 ingin pergi ke ding-dong, 
main game di
> tivi. Sekalipun mereka bilang 'semua ilmu itu akan berguna buat 
kamu', aku
> tidak mau mendengar. Terus terang, kenikmatan2 itu jauh lebih 
menarik dari
> duduk di sekolah dan mendengar. Seandainya aku tahu, bahwa ilmu 
itu bisa aku
> pakai sekarang, supaya aku bisa jadi CEO dan mengeruk uang. Atau 
aku bisa
> menemukan elemen baru di tabel periodik, bisa jadi ilmuwan yang 
terkenal di
> masa depan, kenyamanan pasti lebih terjamin.
> 
> Dan aku sama sekali tidak sadar. Tuhan itu tidak hanya mulai ada 
ketika Dia
> diperkenalkan oleh ibuku. Tidak pula aku sadar, Tuhan yang sama 
yang memberi
> air susu, memberi didikan lewat kesulitan, memberi kasih sayang. 
Tapi yang
> aku tahu, ini semua ada buat aku, dan mungkin keluargaku, dan 
kampungku, dan
> mungkin bangsaku, dan mungkin speciesku, dan mungkin duniaku. Tapi 
tidak
> untuk TUHANku (masih juga ditambahin 'ku' -_-'). Jadi sebenarnya 
aku ini
> menyembah siapa?
> 
> 
> Tidak ada yang benar, seorangpun tidak...tidak ada seorangpun yang 
mencari
> Tuhan. 
> 
> 
> 
> 
> -------Original Message-------
>  
> From: orang gila
> Date: 04/30/05 15:04:58
> To: [email protected]
> Subject: RE: [Sarikata.com] kenapa Dia menciptakan Sisi jahat jika
> sebenarnya Dia Bisa menghilangkan itu
>  
> Assalamualaikum!
>  
>  
>  
> Mmmh� langsung saja;
>  
>  
>  
> Jeme mahi: Mungkin ini pertanyaan bodoh....bahkan sangat 
bodoh...tapi saya
> merasa
> semakin bodoh jika tidak mempertanyakannya ..walaupun saya tidak 
akan
> memperoleh jawaban yang memuaskan...tapi semoga tidak
>  
>  
>  
> Jem� Bukan pertanyaan bodoh kalau tak ada yang bisa menjawabnya. 
Terhitung
> sejak anda pertama mengirimkannya (6 April) hingga ada yang mau 
sekadar
> menanggapinya dengan ajakan untuk mendiskusikannya hari ini (30 
April 2005),
> itu berarti usia pertanyaan ini di milis ini sudah sekitar hampir 
2 minggu
> bukan?
>  
>  
>  
> Lalu, apakah betul ini pertanyaan bodoh? Ataukah kita semua 
terlalu bodoh
> sehingga tidak bisa menjawab pertanyaan "filosofis" yang sodara Jem
> lontarkan. Atau yang lebih mungkin sih, saya rasa kita terlalu 
sombong akan
> diri kita sendiri. Karena merasa sudah tau jawabannya lalu kita 
merasa tidak
> perlu lagi untuk mempertanyakannya sekali lagi. Hih.. Betapa 
terkutuknya
> orang-orang seperti itu� Merasa sudah tau. "Orang yang paling 
bijaksana
> adalah dia yang mengetahui dirinya tidak tau." � Socrates.
>  
>  
>  
> Tapi, ya sudah� siapa tau saja dua kemungkinan di atas salah. Dan 
mari kita
> berharap semoga kemungkinan di atas adalah salah. Semoga orang-
orang di sini
> bukan termasuk ke dalam dua kemungkinan di atas, khususnya 
kemungkinan yang
> terakhir. Sebab jika "ya"�jika kemungkinan yang terakhir ada di 
dalam diri
> kita, menyedihkan sekali diri kita ini yang notabene 
diberi "tanggung jawab"
> untuk mengurus kehidupan ini, tapi kita malah melalaikannya.
>  
>  
>  
>  
> Jeme mahi: Mengapa Dia menciptakan sisi jahat pada diri Manusia dan
> kelemahan
> manusia untuk tergoda akan hal hal yang akan menyiksa manusia 
tersebut !
>  
>  
>  
> Pertama ijinkan saya balik bertanya dulu pada saudara Jem; apa 
anda yakin
> manusia memang dilahirkan sebagai makhluk yang membawa sifat jahat?
>  
> Terus terang ya, sodara Jem. Saya pribadi sih mungkin mempunyai 
pemikiran
> yang berbeda dengan anda. Yakni manusia dilahirkan hanya dengan 
sifat hati
> bawaan yang "mulia-mulia"; kalau anda mengijinkan saya akan coba 
mulai
> melihat permasalahan ini dari "sudut pandangnya" Al-Quran.
>  
>  
> "Maka apabila Aku telah menyempurnakan kejadiannya, dan telah 
meniup kan
> kedalamnya ruh-Ku, maka tunduklah kamu kepadanya dengan bersujud" 
(Al
> Hijr:29)
>  
>  
>  
> "�maka Kami tiupkan ke dalam rahimnya sebagian dari ruh Kami, dan 
dia
> membenarkan kalimat Rabbnya dan Kitab-KitabNya, dan dia adalah 
termasuk
> orang-orang yang taat." (At Tahrim:12)
>  
>  
>  
> "Katakanlah: "Serulah Allah atau serulah Ar-Rahman. Dengan nama 
yang mana
> saja kamu seru, Dia mempunyai al asmaaul husna (nama-nama yang 
terbaik)�"
> (Al Israa:110)
>  
>  
>  
> Oke, mari kita mulai;
>  
>  
>  
> Seperti sudah saya sebutkan sekilas di atas, bahwasanya saya 
percaya bahwa
> sifat "asli" manusia adalah sifat-sifat yang mulia. Dan hal itu 
mengacu pada
> ayat-ayat Quran yang beberapa di antaranya saya coba kutip di atas.
>  
>  
>  
> Apakah anda bernah berpikir bahwa kita adalah bagian dari Tuhan? 
Jikalau
> memang tidak pernah maka saya sarankan, tanyakanlah hal itu. Tapi 
jika
> memang pernah pertanyaan itu terbesit dalam benak anda dan anda 
masih berada
> di dalam pencarian filosofis itu, maka bersyukurlah anda, sebab 
mungkin ini
> saatnya anda mendapatkan semacam sintesis. Dan Allah sendiri lah 
yang
> membawa sintesis itu pada anda di dalam Ayat suciNya yang 
seringkali kita
> abaikan.
>  
>  
>  
> Allah telah meniupkan (sebagian) ruhNya ke dalam rahim ibu kita� 
apa
> kira-kira maksud premis pertama itu? Bacalah dengan hati..
>  
> Ya.. Kita adalah bagian dari Tuhan. Sebab ruhNya ada di dalam diri 
kita.
> Atau lebih ekstrim lagi, ruh kita ini adalah ruh Tuhan.
>  
>  
>  
> Premis yang kedua adalah: Allah mempunyai asmaul husna. Asmaul 
husna ada
> yang mengartikan sebagai "Nama-nama baik yang dimiliki Allah" dan 
ada juga
> yang mengatakan sebagai "Sifat-sifat Allah"�
>  
>  
>  
> Apa yang bisa kita tarik dari premis pertama dan kedua?
>  
> Jikalau ruh kita adalah ruh Tuhan, maka sudah semestinya pula 
Sifat Tuhan
> lah yang melekat dalam hati kita bukan?
>  
>  
>  
> Sifat-sifat Tuhan atau Asmaul Husna itu ada 99, dan akan saya coba 
sebutkan
> yang sering kita dengar.
>  
>  
>  
>    ROHMAN (Pengasih)
>    ROHIM (Penyayang)
>    QUDDUS (Suci)
>    LATHIIF (Lembut)
>    SALAAM (Sejahtera)
>  
>  
>  
> Bisakah anda melihat itu dengan hati anda? Allah telah meniupkan
> sifat-sifatNya itu pula pada kita. Tapi pertanyaannya kan adalah 
kenapa yang
> kita lihat di dalam kehidupan, amat banyak hal-hal yang sungguh 
bertentangan
> dari sifat-sifat itu justru dilakukan oleh manusia yang notabene 
memiliki
> sifat-sifat Tuhan itu? Apakah ada faktor yang membuat "potensi 
baik" itu tak
> dapat tersalurkan?
>  
>  
>  
> Cobalah anda renungkan sekali lagi. Apakah ada orang yang terlahir 
dengan
> membawa senjata di tangannya? Apakah ada bayi yang ketika keluar 
dari rahim
> bundanya langsung mengatakan: "Bangsat!!" Tidak bukan? Oh lalu 
anda mungkin
> akan berpikir, jelas saja tidak� keadaan bayi adalah lemah dan tak 
berdaya.
>  
>  
>  
> Tapi pernahkah anda berpikir juga bahwa sesuatu yang ada dan 
terjadi di muka
> bumi ini tak ada yang sia-sia. Semua terjadi begitu karena memang 
seharusnya
> terjadi. Itu semua sudah ada di dalam garis order. Seperti planet-
planet
> berada di dalam garis edarnya masing-masing. Seperti proton, 
neutron dan
> electron yang berada di agris orbitnya masing-masing. Seperti juga 
hal kecil
> di atas; megapa manusia pun terlahir seperti itu? Dalam keadaan 
yang tidak
> dapat berbicara, belum mampu berpikir dalam arti secara penuh 
menyadari
> dirinya sebagai manusia seperti kita sekarang. Kenapa.. kenapa dan 
kenapa?
> Kita akan selalu dihadapkan pada pertanyaan dalam hidup, sebab akal
> ditinggalkan dalam keadaan tidak terkunci.
>  
>  
>  
> "Dan pada sisi Allah-lah kunci-kunci semua yang ghaib; tidak ada 
yang
> mengetahuinya kecuali Dia sendiri, dan Dia mengetahui apa yang di 
daratan
> dan di lautan, dan tiada sehelai daun pun yang gugur melainkan Dia
> mengetahuinya (pula), dan tidak jatuh sebutir biji-pun dalam 
kegelapan bumi,
> dan tidak sesuatu yang basah atau yang kering, melainkan tertulis 
dalam
> kitab yang nyata (Lauh Mahfudz)" (Al An'aam:59)
>  
>  
>  
> "(yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau 
duduk atau
> dalam keadan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan 
langit dan
> bumi (seraya berkata): "Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan 
ini
> dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa 
neraka."
> (Ali Imran:191)
>  
>  
>  
> Jadi kelemahan bayi dan ketidak mampuan dia berbicara adalah 
sesuatu yang
> memang semestinya terjadi. Dan pertanyaan "Supaya apa?" 
atau "Untuk apa?"
> adalah tugas bagi kita untuk mencari hikmahnya.
>  
>  
>  
> >> "Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah menciptakan 
langit dan
> bumi dan berlain-lainan bahasamu dan warna kulitmu. Sesungguhnya 
pada yang
> demikan itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang
> mengetahui." (Ar Ruum:22)
>  
>  
>  
> "Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih 
bergantinya malam
> dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal" (Ali
> Imran:190)<<
>  
>  
>  
> Tanda-tanda menjadi penting di sini� Karena kita ternyata hidup 
dikelilingi
> oleh tanda-tanda, pertanda� Dan hanya orang-orang yang bisa 
membaca pertanda
> itulah yang akan juga selalu bisa mengikuti apa yang hatinya 
katakan. (Baca
> Novel "Sang Alkemis", mungkin lebih bisa menjelaskan dengan bahasa 
sastra).
>  
>  
>  
> Lalu, apakah bayi mempunyai potensi untuk menjadi jahat sama 
dengan potensi
> yang setiap bayi di dunia miliki untuk menjadi belum bisa 
berbicara ketika
> baru keluar dari rahim bundanya?
>  
>  
>  
> Oke sebelum kita jauh dari peristiwa "kelahiran bayi" ini, mari 
kita sedikit
> menggeser sudut pandang.. dari melihat bayi kita melihat sang 
bunda. Apakah
> seorang perempuan mestilah mendapatkan sebuah pengajaran khusu 
tentang
> bagaimana mengasihi anaknya sendiri? Atau� apakah hal itu mesti 
diajarkan?
> Seperti: "Nanti kalau kamu sudah punya anak disayangi yah�" 
Begitu? Tidak
> perlu kan? Sebab kasih sayang memang sudah melekat di dalam diri 
manusia
> sejak pertama dilahirkan ke dunia.
>  
>  
>  
> Nah, berarti kasih sayang adalah POTENSI yang setiap manusia 
punyai. Ar
> Rohman Ar Rohim (pengasih penyayang)�
>  
>  
>  
> Tapi kenapa ditengah perjalanan hidup seorang anak manusia, seakan-
akan
> potensi-potensi mulia itu bisa tidak tersalurkan?
>  
> Itu tak lain adalah karena bagaimana kita melihat dunia ini 
sendiri�
>  
> Hanya orang yang tidak mengenal dirinya sendiri dengan baiklah 
maka dia
> tidak akan mengenal siapa Tuhannya. (pernah mendengar hadits 
seperti ini
> kan?)
>  
> Lalu bagaimana dia mau memulai perjalanan menuju Tuhannya kalau 
dia sendiri
> tidak memahami dirinya secara utuh? Tidak memahami dunianya dengan 
utuh?
> Masih terdikotomi oleh persepsi-persepsi hidup. Masih terdikotomi 
idiologi.
> Dll.
>  
>  
> Jeme mahi: Dan kenapa lagi manusia yang di salahkan akan dosa dosa 
yang
> sebenarnya
> jika Dia mau dia bisa menghilangkan sisi jahat dari muka bumi ini !
>  
>  
>  
> Manusia diberi Free-Will tak lain agar dia bisa berpikir. Manusia 
diberi
> kebebasan agar dia bisa bertanggung jawab pada apa yang telah dia 
pilih dan
> lakukan. Sebab jika tidak� maka otak manusia tidak akan berkembang.
>  
> Manusia itu mahluk yang ndableg sih� Kita itu suka nggak 
sensitive. Kita
> hanya akan menjadi berfikir apabila saat tertimpa musibah saja. 
Dan mungkin
> itulah fungsi/hikmah dari musibah� agar manusia it merenung. Sebab 
dalam
> perenungan terdapat proses evolusi diri. Menuju kea rah yang lebih 
baik..
> tapi bisa juga menjadi makin mundur, karena ia tidak menemukan 
cara yang
> terbaik untuk menghadapi masalahnya.
>  
>  
>  
> Dilihat dari "sudut pandang" Al Quran:
>  
> "Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak 
Adam dari
> sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka 
(seraya
> berfirman): "Bukankah Aku ini Tuhanmu?" Mereka menjawab: "Betul 
(Engkau
> Tuhan kami), kami menjadi saksi." (Kami lakukan yang demikian itu) 
agar di
> hari kiamat kamu tidak mengatakan: "Sesungguhnya kami (bani Adam) 
adalah
> orang-orang yang lengah terhadap ini (keesaan Tuhan)" (Al 
A'raaf:172)
>  
>  
>  
> Di situ digambarkan bahwa Tuhan telah mencari konfirmasi dari 
makhluk
> ciptaanNya. "Bukankah Aku ini Tuhanmu?" "Betul, kami bersaksi," 
kata kita.
>  
> Jadi tidak ada alas an lagi bagi manusia saat nanti 
ditanya: "Kenapa kamu
> lalai di dunia? Bukankah kamu sudah bersaksi?"
>  
> Apa yang mau kita jawab?
>  
>  
>  
> Wassalam
>  
> D.K.
>  
>  
>  
> Merry Natalia <[EMAIL PROTECTED]> wrote:Memang benar dia bisa aja
> menciptakan semua yang benar dan baik..,tapi kalou hal  itu sudah 
terjadi..
> berarti dunia ini tidak akan ada lagi sebab hari itu akan datang 
dimana dia
> akan menghakimi kita satu sama lain..
> Jikalau tidak ada yang baik dan jahat berarti kita tidak mempunyai 
rintangan
> lagi didunia ini padahal dunia hanya sebentar kok..
> Kita juga tidak bisa menumkiri bahwa dosa itu adalah dosa turunan 
dari nenek
> moyang kita..
> Lagian pada awalnya Dia menciptakan segala sesuatu itu baik tapi 
manusia
> tidak tahan akan adanya godaan jadi mereka terjerumus dalam dosa.
> Thanks
>  
> iyan hadi <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>  
>  
> Prayudi <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>  
> Salam!
>  
> Wah! Saudara Jame Bahi ini rendah hati sekali. Itu pertanyaan 
PINTAR,
> SANGAT PINTAR!
>  
> Ada yang mau menanggapi?
>  
> Bisa jadi diskusi seru nih!
>  
> Salam!
> Yudi pustakazahra
>  
> -----Original Message-----
> From: jeme bahi [mailto:[EMAIL PROTECTED]
> Sent: Wednesday, April 06, 2005 11:10 PM
> To: [email protected]
> Subject: [Sarikata.com] kenapa Dia menciptakan Sisi jahat jika
> sebenarnya Dia Bisa menghilangkan itu
>  
>  
>  
> Mungkin ini pertanyaan bodoh....bahkan sangat bodoh...tapi saya 
merasa
> semakin bodoh jika tidak mempertanyakannya ..walaupun saya tidak 
akan
> memperoleh jawaban yang memuaskan...tapi semoga tidak
>  
>  
>  
> Mengapa Dia menciptakan sisi jahat pada diri Manusia dan kelemahan
> manusia untuk tergoda akan hal hal yang akan menyiksa manusia 
tersebut !
>  
> Dan kenapa lagi manusia yang di salahkan akan dosa dosa yang 
sebenarnya
> jika Dia mau dia bisa menghilangkan sisi jahat dari muka bumi ini !
>  
>  
> ---------------------------------
> Do you Yahoo!?
> Yahoo! Small Business - Try our new resources site!
>  
> [Non-text portions of this message have been removed]
>  
>  
>  
>  
> Kirim kontribusi cerita Anda ke http://www.sarikata.com/ sekarang 
juga
> !!
> Untuk Unsubscribe, kirim email kosong ke
> [EMAIL PROTECTED]
> Yahoo! Groups Links
>  
>  
>  
>  
>  
>  
>  
>  
>  
>  
>  
>  
>  
>  
>  
>  
>  
> Kirim kontribusi cerita Anda ke http://www.sarikata.com/ sekarang 
juga !!
> Untuk Unsubscribe, kirim email kosong ke sarikata-
[EMAIL PROTECTED]
> com
> Yahoo! Groups Links
>  
>  
>  
>  
>  
> itulah yag di namakan rahasia tuhan, dan juga untuk menguji sejauh 
mana
> kekuatan iman kita
>  
>  
>  
> __________________________________________________
> Do You Yahoo!?
> Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam protection around
> http://mail.yahoo.com
>  
> [Non-text portions of this message have been removed]
>  
>  
>  
> Kirim kontribusi cerita Anda ke http://www.sarikata.com/ sekarang 
juga !!
> Untuk Unsubscribe, kirim email kosong ke sarikata-
[EMAIL PROTECTED]
> com
>  
>  
>  
> ---------------------------------
> Yahoo! Groups Links
>  
>    To visit your group on the web, go to:
> http://groups.yahoo.com/group/sarikata/
>  
>    To unsubscribe from this group, send an email to:
> [EMAIL PROTECTED]
>  
>    Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of 
Service.
>  
>  
> __________________________________________________
> Do You Yahoo!?
> Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam protection around
> http://mail.yahoo.com
>  
> [Non-text portions of this message have been removed]
>  
>  
>  
>  
>  
>  
> Kirim kontribusi cerita Anda ke http://www.sarikata.com/ sekarang 
juga !!
> Untuk Unsubscribe, kirim email kosong ke sarikata-
[EMAIL PROTECTED]
> com
>  
>  
>  
> ---------------------------------
> Yahoo! Groups Links
>  
>    To visit your group on the web, go to:
> http://groups.yahoo.com/group/sarikata/
>  
>    To unsubscribe from this group, send an email to:
> [EMAIL PROTECTED]
>  
>    Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of 
Service.
>  
>  
>  
> __________________________________________________
> Do You Yahoo!?
> Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam protection around
> http://mail.yahoo.com
>  
> [Non-text portions of this message have been removed]
>  
>  
>  
> ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------
~-->
> In low income neighborhoods, 84% do not own computers.
> At Network for Good, help bridge the Digital Divide!
> http://us.click.yahoo.com/S.QlOD/3MnJAA/Zx0JAA/wnIolB/TM
> -------------------------------------------------------------------
-~->
>  
> Kirim kontribusi cerita Anda ke http://www.sarikata.com/ sekarang 
juga !!
> Untuk Unsubscribe, kirim email kosong ke sarikata-
[EMAIL PROTECTED]
> com
> Yahoo! Groups Links
>  
>  
>  
>  
>  
>  
>  
> 
> [Non-text portions of this message have been removed]








------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
What would our lives be like without music, dance, and theater?
Donate or volunteer in the arts today at Network for Good!
http://us.click.yahoo.com/pkgkPB/SOnJAA/Zx0JAA/wnIolB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

Kirim kontribusi cerita Anda ke http://www.sarikata.com/ sekarang juga !!
Untuk Unsubscribe, kirim email kosong ke [EMAIL PROTECTED] 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/sarikata/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke