Kalao yang kamu maksud adalah seperti perkataan Nietzsce: }Tuhan telah mati.." Maka pikirkanlah lagi apa yang akan kau lakukan tanpa Dia? Siapkah kau?
D.K. --- In [email protected], "Yopie Adrianto" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > Buat orang_gila: > > Ketika keluar dari rahim ibuku, menangislah aku keras2. Ingin berontak aku > rasanya, kenapa semuanya mendadak menjadi tidak nyaman? Aku menangis lagi > keras keras. Aku takut dan tidak menyukai dunia yang baru ini. > > Orang2 di sana berhasil menenangkanku. Diberinya aku perawatan dan makanan, > dan pelan2 aku mulai bisa menikmatinya. Aku merasa sangat nyaman dengan apa > yang orang2 berikan kepadaku, hidup dengan kepastian bahwa orang > menyayangiku. Jikalau aku tidak suka, tinggal nangis dan berteriak, > datanglah mereka kepadaku. Jika aku pingin beol, keluarkan saja, biarkan > saja mereka yang mengganti popokku, dan membersihkan duburku. Dan aku > menikmatinya, dan semua keinginanku terpenuhi. Tak peduli waktu, tak peduli > dunia luar. Ah indahnya. > > Dan ketika aku beranjak beberapa bulan, sadarlah aku kalau ada 'aku' yang > lain di sekelilingku. 'Apa yang mereka mau?' Bahkan tak kulemparkan > pertanyaan itu. Yang aku tau aku merasa terancam, tidak semua keinginanku > dipenuhi. Apa yang menggangguku aku benci. Apa yang menyenangkanku aku mau > lagi. Mereka mulai mengenalkanku pada kata2, warna2, dunia yang lebih indah > dari yang aku bayangkan. Semua tak lain membuatku ingin mengenyam lebih > banyak lagi, mempunyai lebih banyak waktu buat mainan2ku. > > Aku tumbuh lagi dan senang untuk itu. Balita. Mulai kupahami kupahami, kalau > aku perlu mengalah kadang kepada adik2ku. Mengalah, tapi kulakukan semua > karena takut bentakan ibuku. Menekan keinginan-keinginanku, yang seringkali > lebih menang daripada hukuman ibu. Terkadang aku lebih suka 'menahan' diri, > supaya tidak dibentak, tapi kadang kenikmatan itu lebih merangsang inderaku > daripada kedamaian tanpa hukuman ibu. > > Ibuku mulai mengajarkan aku nilai norma. Manusia harus hidup berdampingan > satu sama lain. Yang aku tau, karena kalau tidak damai, ada perang, matilah > diriku. Manusia harus memberi, karena aku memang suka kalau suatu saat ada > orang yang tiba2 memberi. Manusia tidak boleh mencuri, karena aku pun tidak > suka propertiku diambil orang, tidak menghargai hasil usaha keringatku. > > Ibuku mulai mengajarkan aku tentang Tuhan. Yang terasa aneh sekali bagiku. > Di mana yang namanya 'Tuhan' ini? aku tidak pernah melihatnya. Yang aku tau, > dia katanya maha kuasa, ada di mana-mana, tau aku sedang apa. Aku menjadi > takut, ternyata polisi bukan cuma yang berbaju cokelat hijau. Ternyata kalau > aku mengupil di kamar pun ada yang melihat. Ternyata ada yang namanya dosa. > Aku mulai mengerti kalau ada oknum yang bisa dimintai kesehatan, pekerjaan, > (atau pacar pas aku sudah gede). > > Aku pun mulai diajak ke tempat namanya sekolah. Aku disuruh duduk berjam2 di > situ, tapi terkadang senang juga bertemu orang2 baru, ada yang lebih baik, > ada yang lebih nakal. Ada yang cantik (aku tau apa itu cantik!), ada yang > suka mukul. Aku dikenalkan ke aturan2. Tidak boleh ini, tidak boleh itu. > Harus begini, harus begitu. Ingin sekali aku untuk bolos sekolah, kadang2 > berpura2 sakit di depan ibu, kadang2 ingin pergi ke ding-dong, main game di > tivi. Sekalipun mereka bilang 'semua ilmu itu akan berguna buat kamu', aku > tidak mau mendengar. Terus terang, kenikmatan2 itu jauh lebih menarik dari > duduk di sekolah dan mendengar. Seandainya aku tahu, bahwa ilmu itu bisa aku > pakai sekarang, supaya aku bisa jadi CEO dan mengeruk uang. Atau aku bisa > menemukan elemen baru di tabel periodik, bisa jadi ilmuwan yang terkenal di > masa depan, kenyamanan pasti lebih terjamin. > > Dan aku sama sekali tidak sadar. Tuhan itu tidak hanya mulai ada ketika Dia > diperkenalkan oleh ibuku. Tidak pula aku sadar, Tuhan yang sama yang memberi > air susu, memberi didikan lewat kesulitan, memberi kasih sayang. Tapi yang > aku tahu, ini semua ada buat aku, dan mungkin keluargaku, dan kampungku, dan > mungkin bangsaku, dan mungkin speciesku, dan mungkin duniaku. Tapi tidak > untuk TUHANku (masih juga ditambahin 'ku' -_-'). Jadi sebenarnya aku ini > menyembah siapa? > > > Tidak ada yang benar, seorangpun tidak...tidak ada seorangpun yang mencari > Tuhan. > > > > > -------Original Message------- > > From: orang gila > Date: 04/30/05 15:04:58 > To: [email protected] > Subject: RE: [Sarikata.com] kenapa Dia menciptakan Sisi jahat jika > sebenarnya Dia Bisa menghilangkan itu > > Assalamualaikum! > > > > Mmmh� langsung saja; > > > > Jeme mahi: Mungkin ini pertanyaan bodoh....bahkan sangat bodoh...tapi saya > merasa > semakin bodoh jika tidak mempertanyakannya ..walaupun saya tidak akan > memperoleh jawaban yang memuaskan...tapi semoga tidak > > > > Jem� Bukan pertanyaan bodoh kalau tak ada yang bisa menjawabnya. Terhitung > sejak anda pertama mengirimkannya (6 April) hingga ada yang mau sekadar > menanggapinya dengan ajakan untuk mendiskusikannya hari ini (30 April 2005), > itu berarti usia pertanyaan ini di milis ini sudah sekitar hampir 2 minggu > bukan? > > > > Lalu, apakah betul ini pertanyaan bodoh? Ataukah kita semua terlalu bodoh > sehingga tidak bisa menjawab pertanyaan "filosofis" yang sodara Jem > lontarkan. Atau yang lebih mungkin sih, saya rasa kita terlalu sombong akan > diri kita sendiri. Karena merasa sudah tau jawabannya lalu kita merasa tidak > perlu lagi untuk mempertanyakannya sekali lagi. Hih.. Betapa terkutuknya > orang-orang seperti itu� Merasa sudah tau. "Orang yang paling bijaksana > adalah dia yang mengetahui dirinya tidak tau." � Socrates. > > > > Tapi, ya sudah� siapa tau saja dua kemungkinan di atas salah. Dan mari kita > berharap semoga kemungkinan di atas adalah salah. Semoga orang- orang di sini > bukan termasuk ke dalam dua kemungkinan di atas, khususnya kemungkinan yang > terakhir. Sebab jika "ya"�jika kemungkinan yang terakhir ada di dalam diri > kita, menyedihkan sekali diri kita ini yang notabene diberi "tanggung jawab" > untuk mengurus kehidupan ini, tapi kita malah melalaikannya. > > > > > Jeme mahi: Mengapa Dia menciptakan sisi jahat pada diri Manusia dan > kelemahan > manusia untuk tergoda akan hal hal yang akan menyiksa manusia tersebut ! > > > > Pertama ijinkan saya balik bertanya dulu pada saudara Jem; apa anda yakin > manusia memang dilahirkan sebagai makhluk yang membawa sifat jahat? > > Terus terang ya, sodara Jem. Saya pribadi sih mungkin mempunyai pemikiran > yang berbeda dengan anda. Yakni manusia dilahirkan hanya dengan sifat hati > bawaan yang "mulia-mulia"; kalau anda mengijinkan saya akan coba mulai > melihat permasalahan ini dari "sudut pandangnya" Al-Quran. > > > "Maka apabila Aku telah menyempurnakan kejadiannya, dan telah meniup kan > kedalamnya ruh-Ku, maka tunduklah kamu kepadanya dengan bersujud" (Al > Hijr:29) > > > > "�maka Kami tiupkan ke dalam rahimnya sebagian dari ruh Kami, dan dia > membenarkan kalimat Rabbnya dan Kitab-KitabNya, dan dia adalah termasuk > orang-orang yang taat." (At Tahrim:12) > > > > "Katakanlah: "Serulah Allah atau serulah Ar-Rahman. Dengan nama yang mana > saja kamu seru, Dia mempunyai al asmaaul husna (nama-nama yang terbaik)�" > (Al Israa:110) > > > > Oke, mari kita mulai; > > > > Seperti sudah saya sebutkan sekilas di atas, bahwasanya saya percaya bahwa > sifat "asli" manusia adalah sifat-sifat yang mulia. Dan hal itu mengacu pada > ayat-ayat Quran yang beberapa di antaranya saya coba kutip di atas. > > > > Apakah anda bernah berpikir bahwa kita adalah bagian dari Tuhan? Jikalau > memang tidak pernah maka saya sarankan, tanyakanlah hal itu. Tapi jika > memang pernah pertanyaan itu terbesit dalam benak anda dan anda masih berada > di dalam pencarian filosofis itu, maka bersyukurlah anda, sebab mungkin ini > saatnya anda mendapatkan semacam sintesis. Dan Allah sendiri lah yang > membawa sintesis itu pada anda di dalam Ayat suciNya yang seringkali kita > abaikan. > > > > Allah telah meniupkan (sebagian) ruhNya ke dalam rahim ibu kita� apa > kira-kira maksud premis pertama itu? Bacalah dengan hati.. > > Ya.. Kita adalah bagian dari Tuhan. Sebab ruhNya ada di dalam diri kita. > Atau lebih ekstrim lagi, ruh kita ini adalah ruh Tuhan. > > > > Premis yang kedua adalah: Allah mempunyai asmaul husna. Asmaul husna ada > yang mengartikan sebagai "Nama-nama baik yang dimiliki Allah" dan ada juga > yang mengatakan sebagai "Sifat-sifat Allah"� > > > > Apa yang bisa kita tarik dari premis pertama dan kedua? > > Jikalau ruh kita adalah ruh Tuhan, maka sudah semestinya pula Sifat Tuhan > lah yang melekat dalam hati kita bukan? > > > > Sifat-sifat Tuhan atau Asmaul Husna itu ada 99, dan akan saya coba sebutkan > yang sering kita dengar. > > > > ROHMAN (Pengasih) > ROHIM (Penyayang) > QUDDUS (Suci) > LATHIIF (Lembut) > SALAAM (Sejahtera) > > > > Bisakah anda melihat itu dengan hati anda? Allah telah meniupkan > sifat-sifatNya itu pula pada kita. Tapi pertanyaannya kan adalah kenapa yang > kita lihat di dalam kehidupan, amat banyak hal-hal yang sungguh bertentangan > dari sifat-sifat itu justru dilakukan oleh manusia yang notabene memiliki > sifat-sifat Tuhan itu? Apakah ada faktor yang membuat "potensi baik" itu tak > dapat tersalurkan? > > > > Cobalah anda renungkan sekali lagi. Apakah ada orang yang terlahir dengan > membawa senjata di tangannya? Apakah ada bayi yang ketika keluar dari rahim > bundanya langsung mengatakan: "Bangsat!!" Tidak bukan? Oh lalu anda mungkin > akan berpikir, jelas saja tidak� keadaan bayi adalah lemah dan tak berdaya. > > > > Tapi pernahkah anda berpikir juga bahwa sesuatu yang ada dan terjadi di muka > bumi ini tak ada yang sia-sia. Semua terjadi begitu karena memang seharusnya > terjadi. Itu semua sudah ada di dalam garis order. Seperti planet- planet > berada di dalam garis edarnya masing-masing. Seperti proton, neutron dan > electron yang berada di agris orbitnya masing-masing. Seperti juga hal kecil > di atas; megapa manusia pun terlahir seperti itu? Dalam keadaan yang tidak > dapat berbicara, belum mampu berpikir dalam arti secara penuh menyadari > dirinya sebagai manusia seperti kita sekarang. Kenapa.. kenapa dan kenapa? > Kita akan selalu dihadapkan pada pertanyaan dalam hidup, sebab akal > ditinggalkan dalam keadaan tidak terkunci. > > > > "Dan pada sisi Allah-lah kunci-kunci semua yang ghaib; tidak ada yang > mengetahuinya kecuali Dia sendiri, dan Dia mengetahui apa yang di daratan > dan di lautan, dan tiada sehelai daun pun yang gugur melainkan Dia > mengetahuinya (pula), dan tidak jatuh sebutir biji-pun dalam kegelapan bumi, > dan tidak sesuatu yang basah atau yang kering, melainkan tertulis dalam > kitab yang nyata (Lauh Mahfudz)" (Al An'aam:59) > > > > "(yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau > dalam keadan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan > bumi (seraya berkata): "Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini > dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka." > (Ali Imran:191) > > > > Jadi kelemahan bayi dan ketidak mampuan dia berbicara adalah sesuatu yang > memang semestinya terjadi. Dan pertanyaan "Supaya apa?" atau "Untuk apa?" > adalah tugas bagi kita untuk mencari hikmahnya. > > > > >> "Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah menciptakan langit dan > bumi dan berlain-lainan bahasamu dan warna kulitmu. Sesungguhnya pada yang > demikan itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang > mengetahui." (Ar Ruum:22) > > > > "Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam > dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal" (Ali > Imran:190)<< > > > > Tanda-tanda menjadi penting di sini� Karena kita ternyata hidup dikelilingi > oleh tanda-tanda, pertanda� Dan hanya orang-orang yang bisa membaca pertanda > itulah yang akan juga selalu bisa mengikuti apa yang hatinya katakan. (Baca > Novel "Sang Alkemis", mungkin lebih bisa menjelaskan dengan bahasa sastra). > > > > Lalu, apakah bayi mempunyai potensi untuk menjadi jahat sama dengan potensi > yang setiap bayi di dunia miliki untuk menjadi belum bisa berbicara ketika > baru keluar dari rahim bundanya? > > > > Oke sebelum kita jauh dari peristiwa "kelahiran bayi" ini, mari kita sedikit > menggeser sudut pandang.. dari melihat bayi kita melihat sang bunda. Apakah > seorang perempuan mestilah mendapatkan sebuah pengajaran khusu tentang > bagaimana mengasihi anaknya sendiri? Atau� apakah hal itu mesti diajarkan? > Seperti: "Nanti kalau kamu sudah punya anak disayangi yah�" Begitu? Tidak > perlu kan? Sebab kasih sayang memang sudah melekat di dalam diri manusia > sejak pertama dilahirkan ke dunia. > > > > Nah, berarti kasih sayang adalah POTENSI yang setiap manusia punyai. Ar > Rohman Ar Rohim (pengasih penyayang)� > > > > Tapi kenapa ditengah perjalanan hidup seorang anak manusia, seakan- akan > potensi-potensi mulia itu bisa tidak tersalurkan? > > Itu tak lain adalah karena bagaimana kita melihat dunia ini sendiri� > > Hanya orang yang tidak mengenal dirinya sendiri dengan baiklah maka dia > tidak akan mengenal siapa Tuhannya. (pernah mendengar hadits seperti ini > kan?) > > Lalu bagaimana dia mau memulai perjalanan menuju Tuhannya kalau dia sendiri > tidak memahami dirinya secara utuh? Tidak memahami dunianya dengan utuh? > Masih terdikotomi oleh persepsi-persepsi hidup. Masih terdikotomi idiologi. > Dll. > > > Jeme mahi: Dan kenapa lagi manusia yang di salahkan akan dosa dosa yang > sebenarnya > jika Dia mau dia bisa menghilangkan sisi jahat dari muka bumi ini ! > > > > Manusia diberi Free-Will tak lain agar dia bisa berpikir. Manusia diberi > kebebasan agar dia bisa bertanggung jawab pada apa yang telah dia pilih dan > lakukan. Sebab jika tidak� maka otak manusia tidak akan berkembang. > > Manusia itu mahluk yang ndableg sih� Kita itu suka nggak sensitive. Kita > hanya akan menjadi berfikir apabila saat tertimpa musibah saja. Dan mungkin > itulah fungsi/hikmah dari musibah� agar manusia it merenung. Sebab dalam > perenungan terdapat proses evolusi diri. Menuju kea rah yang lebih baik.. > tapi bisa juga menjadi makin mundur, karena ia tidak menemukan cara yang > terbaik untuk menghadapi masalahnya. > > > > Dilihat dari "sudut pandang" Al Quran: > > "Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari > sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya > berfirman): "Bukankah Aku ini Tuhanmu?" Mereka menjawab: "Betul (Engkau > Tuhan kami), kami menjadi saksi." (Kami lakukan yang demikian itu) agar di > hari kiamat kamu tidak mengatakan: "Sesungguhnya kami (bani Adam) adalah > orang-orang yang lengah terhadap ini (keesaan Tuhan)" (Al A'raaf:172) > > > > Di situ digambarkan bahwa Tuhan telah mencari konfirmasi dari makhluk > ciptaanNya. "Bukankah Aku ini Tuhanmu?" "Betul, kami bersaksi," kata kita. > > Jadi tidak ada alas an lagi bagi manusia saat nanti ditanya: "Kenapa kamu > lalai di dunia? Bukankah kamu sudah bersaksi?" > > Apa yang mau kita jawab? > > > > Wassalam > > D.K. > > > > Merry Natalia <[EMAIL PROTECTED]> wrote:Memang benar dia bisa aja > menciptakan semua yang benar dan baik..,tapi kalou hal itu sudah terjadi.. > berarti dunia ini tidak akan ada lagi sebab hari itu akan datang dimana dia > akan menghakimi kita satu sama lain.. > Jikalau tidak ada yang baik dan jahat berarti kita tidak mempunyai rintangan > lagi didunia ini padahal dunia hanya sebentar kok.. > Kita juga tidak bisa menumkiri bahwa dosa itu adalah dosa turunan dari nenek > moyang kita.. > Lagian pada awalnya Dia menciptakan segala sesuatu itu baik tapi manusia > tidak tahan akan adanya godaan jadi mereka terjerumus dalam dosa. > Thanks > > iyan hadi <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > > Prayudi <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Salam! > > Wah! Saudara Jame Bahi ini rendah hati sekali. Itu pertanyaan PINTAR, > SANGAT PINTAR! > > Ada yang mau menanggapi? > > Bisa jadi diskusi seru nih! > > Salam! > Yudi pustakazahra > > -----Original Message----- > From: jeme bahi [mailto:[EMAIL PROTECTED] > Sent: Wednesday, April 06, 2005 11:10 PM > To: [email protected] > Subject: [Sarikata.com] kenapa Dia menciptakan Sisi jahat jika > sebenarnya Dia Bisa menghilangkan itu > > > > Mungkin ini pertanyaan bodoh....bahkan sangat bodoh...tapi saya merasa > semakin bodoh jika tidak mempertanyakannya ..walaupun saya tidak akan > memperoleh jawaban yang memuaskan...tapi semoga tidak > > > > Mengapa Dia menciptakan sisi jahat pada diri Manusia dan kelemahan > manusia untuk tergoda akan hal hal yang akan menyiksa manusia tersebut ! > > Dan kenapa lagi manusia yang di salahkan akan dosa dosa yang sebenarnya > jika Dia mau dia bisa menghilangkan sisi jahat dari muka bumi ini ! > > > --------------------------------- > Do you Yahoo!? > Yahoo! Small Business - Try our new resources site! > > [Non-text portions of this message have been removed] > > > > > Kirim kontribusi cerita Anda ke http://www.sarikata.com/ sekarang juga > !! > Untuk Unsubscribe, kirim email kosong ke > [EMAIL PROTECTED] > Yahoo! Groups Links > > > > > > > > > > > > > > > > > > Kirim kontribusi cerita Anda ke http://www.sarikata.com/ sekarang juga !! > Untuk Unsubscribe, kirim email kosong ke sarikata- [EMAIL PROTECTED] > com > Yahoo! Groups Links > > > > > > itulah yag di namakan rahasia tuhan, dan juga untuk menguji sejauh mana > kekuatan iman kita > > > > __________________________________________________ > Do You Yahoo!? > Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around > http://mail.yahoo.com > > [Non-text portions of this message have been removed] > > > > Kirim kontribusi cerita Anda ke http://www.sarikata.com/ sekarang juga !! > Untuk Unsubscribe, kirim email kosong ke sarikata- [EMAIL PROTECTED] > com > > > > --------------------------------- > Yahoo! Groups Links > > To visit your group on the web, go to: > http://groups.yahoo.com/group/sarikata/ > > To unsubscribe from this group, send an email to: > [EMAIL PROTECTED] > > Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service. > > > __________________________________________________ > Do You Yahoo!? > Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around > http://mail.yahoo.com > > [Non-text portions of this message have been removed] > > > > > > > Kirim kontribusi cerita Anda ke http://www.sarikata.com/ sekarang juga !! > Untuk Unsubscribe, kirim email kosong ke sarikata- [EMAIL PROTECTED] > com > > > > --------------------------------- > Yahoo! Groups Links > > To visit your group on the web, go to: > http://groups.yahoo.com/group/sarikata/ > > To unsubscribe from this group, send an email to: > [EMAIL PROTECTED] > > Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service. > > > > __________________________________________________ > Do You Yahoo!? > Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around > http://mail.yahoo.com > > [Non-text portions of this message have been removed] > > > > ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor -------------------- ~--> > In low income neighborhoods, 84% do not own computers. > At Network for Good, help bridge the Digital Divide! > http://us.click.yahoo.com/S.QlOD/3MnJAA/Zx0JAA/wnIolB/TM > ------------------------------------------------------------------- -~-> > > Kirim kontribusi cerita Anda ke http://www.sarikata.com/ sekarang juga !! > Untuk Unsubscribe, kirim email kosong ke sarikata- [EMAIL PROTECTED] > com > Yahoo! Groups Links > > > > > > > > > [Non-text portions of this message have been removed] ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> What would our lives be like without music, dance, and theater? Donate or volunteer in the arts today at Network for Good! http://us.click.yahoo.com/pkgkPB/SOnJAA/Zx0JAA/wnIolB/TM --------------------------------------------------------------------~-> Kirim kontribusi cerita Anda ke http://www.sarikata.com/ sekarang juga !! Untuk Unsubscribe, kirim email kosong ke [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/sarikata/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
