On Wed, 20 Jul 2005 15:26:14 +0700
  "yuni" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

Sekilas Tentang Soe Hok Gie

> Menginjak dunia kampus Universitas Indonesia, SHG tumbuh 
>menjadi mahasiswa yang kritis. Mungkin sudah menjadi hal 
>yang lumrah sebagai mahasiswa —konon sedang dalam masa 
>pencarian diri— remaja selalu mempunyai semangat juang 
>yang dahsyat. Benih-benih ketidaksetujuan pada ideologi 
>Soekarno mulai bersemi. Sebagaimana dikutip pada posting 
>sebelumnya, Soekarno dianggap orang yang telah menindas 
>rakyat kecil dengan situasi kenegaraan yang kalut dan 
>teror di mana-mana.
> 
> Pada saat yang sama —di mana ia terus meneriakkan pada 
>perjuangan orang-orang tertindas— ia mendapat pandangan 
>buruk, yakni dari kalangan anti-China. Hal itu membuatnya 
>bergerak untuk bergabung dengan pergerakan politik. SHG 
>kemudian aktif dalam manuver politik di kalangan 
>masyarakat etnis China Indonesia. Dari sinilah ia 
>kemudian berkenalan dengan Onghokham dan Tan Hog-gie. SHG 
>mendukung persatuan etnis China dan aktif dalam sebuah 
>lembaga yang bernama LPKB (Lembaga Kesatuan Bangsa). Ini 
>merupakan pengalaman pertama dalam kegiatan politik. Ia 
>juga menjadi dewan redaksi Gelora Minggu, mingguan yang 
>terbit untuk mendukung kerja LPKB.
> 
> Selama kuliah, SHG semakin menonjol sebagai aktivis 
>politik [mungkin juga berhubungan dengan dunia politiknya 
>bersama etnis China?] baik di kampus maupun politik 
>praktis. Ia sempat terjebak dalam persaingan politik 
>kampus antara HMI dan GMNI. Tapi untunglah, SHG dapat 
>menjaga idealismenya sebagai aktivis yang merdeka dan 
>tidak turut terpengaruh oleh pergolakan itu. Bahkan, 
>kemudian selanjutnya ia dikenal sebagai salah satu tokoh 
>“golongan independen” di fakultasnya lewat kelompok 
>pecinta alamnya.
> 
> Kemerdekaan dalam bersikap membentuk sebuah kelompok 
>sendiri, yakni kelompok pendaki gunung dan pecinta alam 
>fakultas sastra. Kelompok pecinta alam ini tidak hanya 
>mengembangkan aspek teknis pendakian dan “mengalahkan” 
>alam, tetapi juga persahabatan yang bebas, spontan, yang 
>terbentuk dari perjalanan pendakian mereka. Cita-citanya 
>adalah kehidupan yang sederhana, sehat, berani, 
>bersahabat, dan mencintai alam. Namun lambat laun, 
>perkumpulan yang diikutinya tidak lurus dengan apa yang 
>diyakininya —mungkin banyak faktor yang mempengaruhi.
  
> Pada akhir Desember 1969, karena kecewa dengan 
>penghianatan terhadap prinsip independensi intelektual 
>yang dilakukan teman-temannya, SHG ikut serta dalam 
>“lelucon politik”. Bersama kawan-kawannya yang masih 
>independen, dia mengirimkan bingkisan “Lebaran-Natal” 
>kepada 13 perwakilan mahasiswa yang duduk di kursi dewan. 
>Bingkisan itu berisi lipstik, cermin, jarum, dan benang. 
>Bersama dengannya ada juga pesan sindirian. Salah satu 
>bunyi pesan itu adalah: “bersama surat ini kami kirimkan 
>kepada Anda hadiah kecil kosmetik dan cermin sehingga 
>Anda.. dapat membuat diri kalian menarik di mata penguasa 
>… bekerjalah dengan baik, hidup Orde Baru! Nikmatilah 
>kursi Anda, tidurlah dengan nyenyak!”
  
> Barangkali karena kepengapan politik yang penuh 
>kemunafikan inilah yang membuat SHG dan kawan-kawannya 
>berencana untuk mengundurkan diri sejenak, membersihkan 
>hati mereka dari “lumpur-lumpur politik” dengan mendaki 
>Gunung Semeru di Jawa Timur. Pada tanggal 12 Desember, 
>SHG bersama Aristides Katoppo, Abdurrachman, Antonius 
>Wijana, Freddy Lasut, Rudy Badil, Herman Lantang, dan 
>Idan Lubis berangkat menuju Malang. Mereka mulai mendaki 
>dari Gubukklakah dua hari setelahnya.
  
> Pada sore 16 Desember 1969, kelompok ini sampai di Kawah 
>Mahameru —yang masih aktif dan sering menyemburkan asap. 
>Karena hawa dingin, kelompok ini memaksa mereka untuk 
>mencari tempat perlindungan. Pada saat berlindung inilah 
>Herman Lantang memperhatikan tubuh SHG tampak menggigil 
>dan mulutnya mulai meracau. Sesaat kemudian kejang-kejang 
>dan jatuh kaku tak bergerak di pelukan Herman. SHG 
>meninggal tepat sehari sebelum uang tahunnya yang ke-27.
  
> Selama beberapa hari Herman Lantang menunggui jenazah 
>SHG di puncak sambil menunggu regu penyelamat. Pada 23 
>Desember barulah tim penyelamat brhasil mengevakuasi 
>jenazah SHG. Sehari setelahnya, jenazah SHG dibawa dengan 
>pesawat Hercules menuju Jakarta. Ia dimakamkan di Menteng 
>Pulo, sebelum kemudian dipindah ke Tanah Abang. Di batu 
>nisannya tertulis kata-kata favoritnya, “Nobody knows the 
>trouble I see, nobody knows my sorrow.”
  
> Pada 1973, sekelompok Mapala mendaki semeru dan 
>mendirikan tugu peringatan dengan batu pualam putih di 
>puncak gunung sebagai tanda penghormatan sahabat mereka 
>yang telah tiada.
  
> Pada 1975 pemda DKI merencanakan makam Tanah Abang akan 
>dibongkar. Keluarga SHG kemudian mengkremasinya dan 
>abunya dibawa ke teman-temannya yang kemudian disebarkan 
>di tempat favoritnya untuk menyendiri, Lembah 
>Mandalawangi, di Puncak Pangrango.
  
> SHG meninggalkan banyak karya tulis berupa artikel, 
>buku, monograf dan lain-lain, antara lain Di Bawah 
>Lentera Merah, Riwayat Sarekat Islam Semarang 1917-1920 
>(1964), sebuah studi kritis tetapi simpatik terhadap 
>kelompok radikal di Semarang, diterbitkan oleh Yayasan 
>Frantz Fanon (1990), Simpang Kiri dari Sebuah Djalan 
>(1969), skripsi sarjana, dan banyak artikel yang dimuat 
>di Sinar Harapan, Kompas, Mingguan Djaja, Mahasiswa 
>Indonesia, Bara Eka, Indonesia, Gema Psychologi, Mapala, 
>Indonesia Raya, Komunikasi, Alma Mater, Quadrant, Harian 
>KAMI, dan lain-lain. Catatan Hariannya diterbitkan oleh 
>LP3S pada 1983 dengan kata pengantar Daniel Dhakidae. 
>Kemudian buku yang berjudul Catatan Seorang Demonstran di 
>terbitkan kembali [cetak ulang] beberapa waktu lalu, 
>bersampul wajah Nicholas Saputra. Dan perjalanannya 
>di-film-kan.
  
========================================================================================
> Akses Internet TELKOMNet-Instan beri Diskon s.d. 50 % 
>khusus untuk wilayah Jawa Timur.
> Informasi selengkapnya di www.telkomnetinstan.com atau 
>hub 0800-1-INSTAN (467826)
> ========================================================================================
>  

========================================================================================
Akses Internet TELKOMNet-Instan beri Diskon s.d. 50 % khusus untuk wilayah Jawa 
Timur.
Informasi selengkapnya di www.telkomnetinstan.com atau hub 0800-1-INSTAN 
(467826)
========================================================================================
 


* http://www.sarikata.com/ * http://www.sarikata.biz/ * 
http://www.sarikata.net/ * 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/sarikata/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke