Meskipun Seperti Menuang Segelas Air Ke Kolam

Bismillahir rahmanir rahiem

Sabtu petang pekan yang lalu, saya naik songtiaw (kendaraan umum /
angkutan kota semacam pick-up yang sudah dimodifikasi) ke masjid di
Pattaya Selatan. Dari seringnya kita naik kendaraaan ini, maka tahulah
kita bahwa salah satu kebiasaan yang baik dari orang2 Thailand adalah
apabila dalam perjalanan ada orangtua atau perempuan yang naik kendaraan
ini, maka kaum lelaki akan memberikan tempatnya kepada mereka.



Di songtiaw tempat saya duduk telah ada beberapa orang (maaf) waria
dengan pakaian minimnya. Dalam perjalanan, seorang ibu muda yang
menggendong anaknya (sekitar 4 tahun) menyetop dan naik kendaraan ini.
Sesaat sebelum wanita tadi naik, seorang lelaki segera bangun dan
memberikan tempatnya kepada wanita tadi. Selanjutnya lelaki itu berdiri
di belakang, di sebelah wanita tadi. Saya sendiri duduk berseberangan
dengannya.



Tidak lama setelah kendaraan bergerak, serombongan waria yang juga
berpakaian minim menyetop dan naik songtiaw ini juga. Dan meniru
kebiasaan baik mereka, maka saya pun berdiri dan memberikan tempat
kepada mereka. Jumlahnya berlebih sehingga sebagian di pangku kawannya.



Segera setelah songtiaw bergerak, para waria tersebut terlibat dalam
pembicaraan yang seru. Selanjutnya mereka sibuk dengan melihat dan
membicarakan selembar kertas yang dipegang oleh salah satu dari mereka
yang duduk di sebelah wanita yang menggendong anaknya tadi.



Lelaki tadi memberi aba2 dengan tangannya kepada para waria itu dengan
sedikit komentar. Dia minta kepada mereka agar jangan membuka gambar
wanita bugil di situ. Menurut pandangannya, hal itu tidak baik karena
ada anak kecil di sampingnya. Rupa2-nya lelaki tersebut memahami bahwa
meskipun pelacuran bukan lagi rahasia umum di Pattaya, tetapi dia tetap
berusaha untuk menjaga anak kecil dari melihat gambar2 telanjang.
Setelah tahu masalahnya, saya pun memberi support dengan pandangan
simpati dan senyum kepadanya.



Barangkali tindakan lelaki tadi tidak cukup berarti untuk mengubah
keadaan di Pattaya, akan tetapi keadaan yang sesungguhnya adalah bahwa
dia telah berbuat apa yang dapat dilakukannya dengan baik. Dia telah
berbuat sesuatu yang berarti, bahkan meskipun seperti menuang segelas
air ke kolam. Meskipun nampaknya tidak memberi perubahan yang berarti,
namun yang sesungguhnya adalah bahwa dia telah menambah segelas air ke
dalam kolam. Dan jika saja setiap dari kita dapat menghadirkan kebaikan2
sebaik yang dapat kita lakukan dengan kesabaran yang baik (tidak
emosional), barangkali kita tidak terlalu susah untuk menjaga dan
menyelamatkan anak2 kita secara ber-sama2 dari dekadensi moral.



Sungguh, Allah maha kuasa atas segala sesuatu, termasuk di dalamnya
adalah kekuasaan-Nya untuk mengubah keadaan2 menjadi baik atau lebih
baik lagi. Namun demikian ketetapan-Nya atas dunia ini tidak berubah.
Dia telah menjadikan dunia ini darul asbab. Itu artinya bahwa jika kita
adalah salah satu asbab yang menjadikan anak2 kita menjadi generasi yang
lebih baik, maka mudah bagi Allah (swt) untuk mengangkat kita dan orang2
yang bersama kita ke maqam yang mulia atau yang lebih mulia lagi. Dan
tentu saja, mudah bagi Allah untuk mengubah keadaan negeri kita menjadi
baik atau menjadi lebih baik lagi,  Subhanallah.



Subhan ibn Abdullah

Pattaya, 16/07/2005


* http://www.sarikata.com/ * http://www.sarikata.biz/ * 
http://www.sarikata.net/ * 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/sarikata/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke