Dari 5000 ke 9949

DI ERA Pak Harto, nama Kotak Pos 5000 menyeramkan. Seram, karena
itulah tempat pengaduan tentang segala hal dari rakyat. Dan juga
angker karena dari situlah keputusan bisa dijatuhkan tanpa perlu
banyak orang tahu. Kotak Pos 5000 lama kelamaan menjadi ruang hitam
yang mati sendiri karena tidak dipedulikan.

Sekarang Presiden Susilo Bambang Yudhoyono membuka ruang serupa dengan
PO Box 9949. Sejak dibuka 16 Juni 2005, kotak ini telah menerima 1804
pengaduan atau rata-rata 70 dalam sehari. Tercatat delapan
departemen/lembaga yang memperoleh pengaduan di atas 10. Yang
terbanyak ialah Depdagri (44), Depdiknas (20), Mahkamah Agung dan
Depnakertrans masing-masing 17, lalu Menpan (16), kemudian BPN (15),
disusul Polri dan Kementerian BUMN masing-masing 14. Dari 1804
pengaduan, 223 layak ditindaklanjuti oleh instansi terkait.


SBY ternyata tidak cuma membuka PO Box 9949. Dia juga menyediakan
beberapa nomor ponsel untuk menerima pesan singkat (SMS). Sejak dibuka
sebulan yang lalu, sms yang masuk sudah mencapai 447.228. Belum
dijelaskan hendak diapakan ratusan ribu sms yang di awal masuk ke
ponsel SBY itu.


Kotak Pos 5000 menjadi hantu yang kemudian sekarat karena ketiadaan
dua hal mendasar, yaitu tindak lanjut dan transparansi. Ketiadaan
transparansi menyebabkan tindak lanjut terhadap pengaduan tidak
diawasi. Akibatnya, pengaduan-pengaduan yang masuk ke Kotak Pos 5000
menjadi sarana pemerasan. Nasib serupa bisa saja terjadi pada PO Box
9949, termasuk ponsel khusus sms.


Memeriksa 1804 pengaduan dan menindaklanjutinya bukan pekerjaan
gampang. Belum ditambah lagi dengan 447.228 sms yang semuanya harus
dibaca. Pengadu dan pengirim sms mempunyai harapan yang sama, yaitu
memperoleh respons memuaskan.

Nah, bila respons SBY seadanya--apalagi kemudian hilang, maka harapan
yang melambung tinggi itu akan lenyap. Harapan akan berubah menjadi
kekecewaan yang dalam.


Karena itu, respons yang diharapkan tidak sekadar mengemukakan
kategori permasalahan dan jumlah pengaduan. Yang jauh lebih penting
adalah terciptanya mekanisme tindak lanjut sampai tuntas, tidak
sekadarnya.

Transparansi tidak sebatas ekspose bulanan. Yang lebih penting ialah
pertanggungjawaban bahwa seluruh pengaduan dan sms yang masuk
ditanggapi secara serius. Misalnya, SBY mengumumkan di surat kabar
semua sms dan pengaduan yang masuk. Lalu secara berkala melaporkan
kepada publik tentang penyelesaian kasus-kasus yang ditindaklanjuti
oleh departemen/instansi terkait.

Satu bulan pertama belum bisa dijadikan indikator tentang kesungguhan.
Masih 48 bulan ke depan yang menunggu kesungguhan dan kejujuran.
Ratusan ribu pengaduan bukan pekerjaan mudah. Ia membutuhkan
keterbukaan dan kejujuran serta dukungan administrasi yang tekun dan
cekatan. Bila tidak, nasib PO Box 9949 sama dengan Kotak Pos 5000 yang
sekali berarti lalu mati.


* http://www.sarikata.com/ * http://www.sarikata.biz/ * 
http://www.sarikata.net/ * 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/sarikata/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke