Tulip hitam berubah warna tersentuh sinar matahari, kelopaknya membelah menjadi ungu,
menggugurkan warna hitam kulit luar, dengan batang putih yang menjulur panjang, Perlahan ia mencoba menyerap cahaya matahari, membiarkan menyelusup ke dalam akarnya, naik melalui sulur-sulur ungu dan putih batangnya, merasuk ke dalam klorofil dedaunan dan dibiarkan menghangati kelopak bunganya yang perlahan mekar, Tetapi terasa masih hanya permukaannya saja, yang terkena hangatnya mentari baru di kulit luarnyanya saja.. Ia ingat ketika pernah mendapatkan petuah dari bunga matahari yang paling sering merasakan sinar mentari, "Berdzikirlah pada Tuhan, agar engkau mampu menyerap lebih banyak cahaya sang matahari, dan itu akan menambah kecantikan dirimu" Meski sudah beberapa saat agak terlambat, tak ada kata terlambat untuk menyerap cahaya sinar sang matahari, perlahan ia bersiap, menangkap pancaran sinar sang surya melalui dzikirnya, perlahan, ia menggoyang-goyangkan kelopak dirinya untuk memulai ingat pada Tuhannya, membaca beberapa kalamNya, membaca beberapa firmanNya, membaca beberapa kalimatNya, Terasa sudah kini benar-benar cahaya matahari, sinar mentari, masuk ke dalam dirinya, menyelusup melalui mahkota ungunya, merembes melalui pori-pori batangnya, menerobos nadi-nadi daunnya, dan mulai tercerap masuk ke dalam dirinya. Hangatnya sinar mentari ada bersama dirinya, "Bagaimana jika kamu mengikuti aku?", tanya sinar mentari "kemana?", tanya sang tulip berpikir "aku ingin mengajakmu melakukan perjalanan... ziaroh melewati rerimbunan hutan, melewati padang hujan yang deras, melalui debu-debu lautan pasir yang berterbangan, dan mungkin melalui topan badai yang menghadang" "hanya itukah yang nanti kita lalui?", tanya sang tulip lagi mencoba menggali informasi sinar mentari menggeleng perlahan, kemudian berkata, "tidak ., aku ingin mengajakmu pula melewati gurun pendekatan, melalui lautan keakraban, menyibak hutan kerinduan, dan mungkin kalau engkau siap, aku akan mengajakmu untuk mendaki gunung kasih sayang dan akan aku ajak engkau untuk masuk ke dalam lembah api cinta yang membakar" ia mengangguk penuh keraguan, "untuk apa semua itu aku lakukan ? Sedangkan kehidupanku yang sekarang sudah menyenangkan bagiku, meski aku ingin menjadikan diriku lebih sempurna lagi" sinar mentari menjawab, "tak inginkah engkau untuk selalu ada dalam pelukan hangat cahaya sang matahari ? "tak inginkah engkau memiliki wajah cantik yang tak layu terkena panas, dan tak beku terkena dingin?" "tak inginkah engkau memiliki jiwa yang secantik wajahmu?" "tak inginkah engkau memiliki kecantikan yang abadi? jasmanimu?jiwamu?" kembali ia bertanya dengan ragu-ragu meski sudah muncul semangat yang belum menggebu, "bagaimana mungkin aku tulip bumi yang cantik bisa memiliki kecantikan yang abadi seperti itu?" "sementara lumpur dosa sudah pernah aku lakukan...aku bunga yang terbuang dari taman sang raja" sinar mentari bertanya penuh kelembutan, "would you?" kembali sang tulip bertanya sambil sedikit menutup kelopaknya,....malu... "sementara aku sekarang masih terbelenggu dengan hasrat-hasrat nafsuku yang menggebu?keinginan bermain-main perasaan masih menguasaiku. bisakah aku mendapatkan keabadian kehangatan sang matahari ?" sekali lagi sinar mentari berkata, "hanya satu kata saja yang perlu kau ucapkan "mau", maka engkau akan kuantarkan menemui sang matahari, dan sang matahari akan membiarkan kecantikannya yang abadi menjadi milikmu... "lalu, mengapa engkau mau mengantarkanku untuk menemui sang matahari?", tanya tulip. "Aku berasal dari sang matahari yang tak pernah berpisah, dan sinarku tak terpisahkan darinya. Meski tak ada beda, tetapi aku bukanlah sang Matahari, meski aku tak lain dari pada cahayanya belaka. Dan kini, sudah tugasku untuk mengantarkanmu sampai kehadapan cahayanya" Huttaqi [Non-text portions of this message have been removed] * http://www.sarikata.com/ * http://www.sarikata.biz/ * http://www.sarikata.net/ * Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/sarikata/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
