Ibuku, sahabat terbaikku

Ketika saya membaca sebuah kutipan hadist tentang seseorang yang pantas 
dijadikan seorang figur sahabat, yaitu ibu, saya jadi berpikir begitu dalam. 
Pada hadist itu tiga kali Rasulullah SAW menjawab tiga pertanyaan dari seorang 
sahabat siapakah orang yang paling pantas dijadikan teman, dijawabnya "Ibu, 
ibu, dan ibu" barulah pertanyaan keempat yang sama beliau jawab "Bapakmu".

Saya menjadi merasa lega setelah membaca kutipan ayat tersebut, ternyata apa 
yang sudah saya lakukan selama ini ternyata bukanlah sebuah keanehan. Beberapa 
kali saya bertanya pada diri saya apakah saya ini normal untuk ukuran seorang 
laki-laki, apakah saya terkesan manja karena begitu dekatnya saya dengan 
seorang figur Bapak yang seringkali dalam berkumpulnya kami dirumah kami isi 
dengan berbagi cerita, bertukar pikiran, dan berdiskusi mengenai hal-hal yang 
terjadi diseputar kehidupan. Dan sementara dengan ibu, meski tak berjarak 
jarang sekali saya mengobrol dengannya, beliau selalu lebih memilih diam dan 
tak berkomentar apa-apa.

Biasanya jika bersama dengan ibu, sayalah yang selalu harus memulai 
pembicaraan. Pada awalnya topik pembicaraan yang akhirnya beragam itu selalu 
saya mulai dengan yang ringan-ringan saja seperti keadaan lingkungan ataupun 
keadaan keluarga misalnya. Kemudian biasanya darisanalah pembicaraan kami 
bergulir berganti-ganti topik pembicaraan. Saya akui memang untuk hal yang satu 
ini, berbicara, dalam keadaan yang bagaimanapun ibu saya jarang sekali 
mengeluarkan pendapat apalagi saran. 

Dulu sempat beberapa kali saya kesal pada beliau karena sikapnya itu. Pernah 
kekesalan itu mencapai puncaknya ketika saya sedang menghadapi beberapa masalah 
namun tidak tahu solusinya. Saat itu saya curhat dengan ibu saya, berharap akan 
sebuah saran dan mencari jalan penyelesaian. Namun tidak ada reaksi apapun 
darinya, apalagi saran. Hanya sebuah komentar bahwa beliau tidak tahu harus 
berbuat apa. Mendengar komentar seperti itu tentu saja saya menjadi marah dan 
kesal. Saya merasa seolah ibu saya sesungguhnya tidak peduli pada saya. Dan 
karena kekesalan itu saya kemudian mengurung diri dalam kamar dan keluar 
seperlunya saja untuk menenangkan hati. Masalah saya kini makin bertambah dan 
berkali-kali lipat. Lalu saya memutuskan untuk tidur saja.

Selepas tidur, tengah malam saya terbangun karena haus. Ketika memutuskan 
keluar kamar untuk mengambil air minum, saya mendengar suara ibu berucap lirih 
dan perlahan dari dalam kamarnya. Suara itu terdengar dengan jelas di heningnya 
malam. Dalam suara yang pelan dan lembut itu disebut-sebut nama saya, di 
mintakannya pada Tuhan untuk kebahagiaan saya dan kekuatan agar saya selalu 
mampu menghadapi setiap masalah dalam hidup. 

Saya terdiam lama dan tak mampu beranjak dari tempat saya mendengar suara ibu. 
Saya bayangkan di dalam kamar itu, ibu duduk diatas hamparan sajadahnya dibalut 
mukena putih dengan kedua tangan diangkat seraya berdo'a memanjatkan 
kebahagiaan hidup dan jalan keluar dari permasalahan yang saya hadapi. Ah... 
lagi-lagi saya salah dan merasa berdosa sekali. 

Sekujur tubuh ini perlahan terasa panas, seolah aura api neraka begitu dekat... 
saat itu saya merasa menjadi anak paling durhaka yang ada di dunia.

I love you Mom! thanks for everything... you're the best mother in the world

hary

 

~berfikir, membaca, dan menulis sebagai gaya hidup! 
http://pirez.blogs.friendster.com/pirezs_blog/

 

                
---------------------------------
 Start your day with Yahoo! - make it your home page 

[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
<font face=arial size=-1><a 
href="http://us.ard.yahoo.com/SIG=12h6lqfm1/M=362335.6886444.7839734.2575449/D=groups/S=1705019888:TM/Y=YAHOO/EXP=1122631644/A=2894362/R=0/SIG=138c78jl6/*http://www.networkforgood.org/topics/arts_culture/?source=YAHOO&cmpgn=GRP&RTP=http://groups.yahoo.com/";>What
 would our lives be like without music, dance, and theater?Donate or volunteer 
in the arts today at Network for Good</a>.</font>
--------------------------------------------------------------------~-> 

* http://www.sarikata.com/ * http://www.sarikata.biz/ * 
http://www.sarikata.net/ * 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/sarikata/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke