Hindari Stimulus dan Lingkungan Kondusif SUDAH sejak remaja (SMA -red) Yossi merasakan ketertarikan terhadap lawan jenis maupun sesama jenis, terutama wanita yang berwajah manis dan berbadan bagus. Ia bisa terangsang bila sehabis olah raga bersama melihat temannya berganti baju.
Bukan itu saja, ia bisa terangsang apabila melihat bagian tubuh wanita, misalnya payudara yang terlihat. Atau saat sehabis olah raga membuka baju bersama."Rasanya saya menikmati bisa memandangi tubuh teman yang hanya memakai BH dan celana dalam saja," tutur Yossi. Sampai sekarang walaupun ibu dengan 2 orang putri ini termasuk sangat menikmati seks bersama suaminya (hampir 90 persen orgasme setiap kali berhubungan), tapi masih senang bahkan terangsang jika memandangi tubuh bugil di internet atau di BF, terutama adegan lesbi. Kadang-kadang melihat teman membuka baju di depan dia, rasanya ingin sekali memegang payudaranya, apalagi yang montok. "Kemudian ibu ini datang dan berkonsultasi kepada saya. Ia menanyakan apakah ini termasuk biseks ataukah ada bakat lesbian. Apakah ada kemungkinan bisa diobati atau dihilangkan," kata Prof. Dr. Dr. Wimpie Pangkahila, Dokter Ahli Andrologi dan Seksologi, mengawali ceritanya saat menangani pasien yang memiliki riwayat seksual yang lain dari biasanya. "Pada dasarnya manusia mempunyai ketertarikan terhadap kedua jenis kelamin, hanya derajat ketertarikannya berbeda terhadap kedua jenis kelamin. Namun tergantung derajatnya," katanya. Pria normal, kata Wimpie, hanya tertarik dan terangsang kepada wanita. Tetapi pria normal juga dapat mengagumi sesama pria, misalnya mengagumi wajahnya yang tampan. Kenyataan ini tidak menimbulkan masalah karena derajat ketertarikannya masih lebih kuat ke arah wanita. Kalau derajat ketertarikannya sangat kuat sehingga hanya tertarik dan terangsang kepada sesama pria, maka pria itu adalah pria homoseksual. Tetapi kalau derajat ketertarikannya seimbang terhadap sesama pria dan terhadap wanita, maka pria itu adalah pria biseksual. Wanita normal hanya tertarik dan terangsang kepada pria, kata Wimpie. Tapi wanita normal juga dapat tertarik dan mengagumi sesama wanita. Wanita normal tertarik melihat wajah yang cantik atau payudara yang bagus. Kalau wanita hanya tertarik dan terangsang kepada sesama wanita, dia adalah wanita homoseksual atau yang disebut dengan istilah khusus, lesbian. Tetapi kalau wanita itu tertarik dan terangsang terhadap kedua jenis kelamin, maka disebut biseksual. Kalau ibu Yossi merasa tertarik dan terangsang juga kepada sesama wanita, sangat mungkin ia seorang biseksual. Andaikata derajat ketertarikannya terhadap wanita kuat, kemudian tidak akan merasakan cukup puas hanya dengan melakukan hubungan seksual dengan suami. Maka, lanjutnya, sangat mungkin ibu ini berupaya mengekspresikan dalam bentuk perilaku, sebut saja melakukan percumbuan atau hubungan seksual dengan sesama wanita. Atau mungkinkah tidak pernah melakukan itu karena tidak ada kesempatan. "Bila kemudian ada kesempatan dan ada seorang wanita yang bersedia melakukan relasi seksual, maka ia seorang biseksual. Tetapi kalau ada kesempatan dan tidak menginginkannya, maka sesungguhnya bukan seorang biseksual," jelasnya. Yang harus diwaspadai pengalaman pertama. Tidak sedikit yang melakukan hubungan biseksual hanya didasarkan keinginan mempunyai pengalaman baru dengan sesama jenis. Ketika mereka merasa dapat menikmati hubungan itu, mereka sulit melepaskan hubungan biseksual, walaupun mungkin hubungan dengan sesama jenis lebih jarang dilakukan. Keakraban dengan sesama jenis juga dapat merupakan awal terjadinya hubungan biseksual pada mereka yang awalnya heteroseksual. Bagaimana mengatasinya? "Ya hindari rangsangan," kata dokter ahli Andrologi dan Seksologi ini. Memang tidak banyak penelitian yang dilakukan untuk mengungkap biseksual lebih jelas. Tetapi keadaan ini dapat menimbulkan masalah dalam perkawinan, terutama bila suami atau istri tidak dapat menerima kenyataan ini. "Saya sarankan bagi mereka yang memiliki kecenderungan seperti ini agar tidak sampai melakukan aktivitas seksual dan hubungan seksual dengan sesama wanita. Saya khawatir kalau sampai melakukan salah satu saja bentuk aktivitas seksual, katakanlah berciuman atau berpelukan, sangat mungkin akan berlanjut ke hubungan seksual," ujarnya. Untuk itu, lanjutnya, hindarilah setiap kesempatan yang memungkinkan hanya berdua dengan sesama wanita, apalagi yang dikagumi. Menjauh dari komunitas yang menyukai sesama jenis juga sebagai solusi. Kemudian hindari pula rangsangan seksual psikis seperti menonton film atau adegan biseksual, karena dapat menjadi media untuk menerima rangsangan seksual dari sesama wanita yang ada di film itu. "Dengan menghindari itu, saya kira dapat terhindar dari daya tarik rangsangan seksual sesama wanita. Kalau tidak menghindari itu, saya khawatir selanjutnya ingin melakukan dalam bentuk aktivitas seksual, bahkan hubungan seksual. Kalau sampai hal ini terjadi, tentu akan menimbulkan masalah baru dalam hubungan suami istri," imbuhnya.*** [Non-text portions of this message have been removed] ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> <font face=arial size=-1><a href="http://us.ard.yahoo.com/SIG=12hrausog/M=362335.6886444.7839734.2575449/D=groups/S=1705019888:TM/Y=YAHOO/EXP=1124692969/A=2894362/R=0/SIG=138c78jl6/*http://www.networkforgood.org/topics/arts_culture/?source=YAHOO&cmpgn=GRP&RTP=http://groups.yahoo.com/">What would our lives be like without music, dance, and theater?Donate or volunteer in the arts today at Network for Good</a>.</font> --------------------------------------------------------------------~-> * http://www.sarikata.com/ * http://www.sarikata.biz/ * http://www.sarikata.net/ * Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/sarikata/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
