*Tobatnya Sang Penjagal* Malam itu, Jack bergegas naik ojek, menuju suatu tempat yang dirahasiakan. Deru sepeda motor menuju terminal, dan Jack langsung naik bus menuju ke puncak, Bogor. "Ada janji dengan orang penting," katanya kepada Dedy, teman akrabnya. Dedy hanya tersenyum melihat sahabatnya yang nyentrik itu. "Oke, Jack, selamat jalan. Hati-hati .!"
Puncak, begitu dingin. Sedikit gerimis. Jack menuju lokasi yang cukup berliku, menuju satu Villa yang cukup mewah. Ketika memasuki pintu gerbangnya, sejumlah ptreman bertato, dengan sigap memberi hormat kepada Jack yang malam itu cukup menampakkan wajah sangar. Jack memasuki sebuah Villa itu dengan jiwa yang penuh dengan kepasrahan sembari terus mengucapkan doa, agar seseorang yang begitu misterius itu terbuka hatinya. Jack dituntun oleh seorang pengawal dengan disekap kedua matanya. Ia pun hanya bertawakkal kepada Allah, entah apa yang bakal terjadi di tempat itu. Tahunya, ia dibawa ke sebuah lorong bawah tanah, melewati berbagai pintu rahasia. Begitu ia dibukakan tutp matanya, sedikit ia terbelalak. Sebuah ruang yang luas, dengan asesoris begitu modern dan cahaya lampu seperti hotel berbintang. Dalam hatinya bicara, "Pasti tokoh misterius ini merupakan manusia, yang bukan sembarangan manusia. Entah semabarangan sadisnya, atau sembarangan kayarayanya, atau sembarangan berkuasanya. Pertama kali muncul adalah wanita cantik, seksi dan gemuai dengan pakaian serba ketat, menyilahkan Jack sembari menyodorkan minuman. Dengan nakalnya, wanita itu menatapkan godaannya pada Jack. Jack hanya tersenyum. Sudah terbiasa dengan rayuan seperti itu. Tiba-tiba dari sudut kamar, muncul sosok yang tinggi besar, berkulit gelap penuh dengan tato. Pengawalnya di suruh menyingkir dari tempat itu, dan ia menatap tajam pada Jack. Jack pun membalasnya dengan tatapan tak kalah tajamnya. Tapi berbeda, jika tatapan manusia gelap itu sangat sadis dan mengerikan, sementara tatapan Jack sangat agung dab berkharisma. Mereka lama saling menatap. Tiba-tiba, lelaki kekar itu bersimpuh di lutut Jack, sambil menderukan jeritan tangisnya. Padahal dua orang itu tidak saling mengenal. Jack membiarkan tangisan orang itu sehabis-habisnya, sampai dua jam penuh. Sampai yang tersisa hanya sesenggukan yangt menyesakkan dadanya. "Ok, kawan !"kata Jack memecahkan kesunyian. "Apa yang anda inginkan dari saya? Saya ada di depan anda " "Cukup. Saya tidak menginginkan apa pun dari anda. Semua yang anda lihat di sini sudah cukup menjadi bukti, bagi anda, dan anda [pasti bisa membaca apa yang saya inginkan ." Jack menghela nafas dalam-dalam. "Baiklah kalau begitu. " Jack hanya menduga bahwa orang ini pasti mau bertobat. Ebntah apa pekerjaan sehari-harinya, tetapi melihat perpormannya ia adalah tokoh preman. "Apa saya diampuni Mas?" kata orang itu dengan sisa sesenggukannya. Jack hanya tersenyum penuh dengan harapan. "Anda belum tahu saya. Saya ini penjagal manusia. Entah berapa puluh manusia tewas dengan tangan saya. Belum lagi kelakuan saya sering disewa untuk mengawal orang-orang berduwit, dan saya tahu siapa dia. Koruptor kelas kakap atau tokoh Mafioso." "Bahkan kalau anda pernah membasmi manusia seluruh dunia sekali pun .." Orang itu memeluk Jack kuat-kuat sambil menderukan tangisnya lagi. "Aku akan pergi dari sini, dari tempat ini. Tempat ini akan saya bumi hanguskan. Tempat ini akan saya hancurkanh, walau pun saya bangun dengan uang puluhan milyar. Ini semua uang neraka, uang kotor, uang rakyat ." Tiba-tiba Jack tertawa terbahak-bahak mendengar ucapan si kawan itu. Suaranya meldak seperti hendak meruntuhkan bukit-bukit di puncak. Si penjagal itu tertegun bukan main, antara rasa bersalah dan rasa aneh, bahkan rasa tidak mengerti kenapa keinginannya malah ditertawakan. "Sobat! Kalau anda mau pergi, pergilah. Kalau anda mau tetap tinggal di sini, tetaplah di sini. Harta anda, lebih baik untuk menolong orang miskin. Rumah mewah ini, dan lorong di bawah tanah ini, kita jadikan pusat kebajikan di puncak ini. Saya senag melihat tempat ini. Nanti akan saya jadikan pusat pesulukan Tarekat ha ha ha Pesulukan yang dibhangun dari kotoran gha..ha..ha..ha Dan tempat ini, rumah ini, villa ini tidak ngin hangus sia-sia. Ia juga ingin menjadi villa di syurga sana ha..ha..ha ." Sang penjagal itu menatap Jack dalam-dalam. Lalu sekali lagi ia memeluknya. Ketika mereka melepas pelukan, tiba-tiba beberapa preman sudah berkumpul melingkar di ruangan itu. Mereka merunduk seperti kelu. Hidayah Allah rupanya telah turun di bukit itu. "Ngomong-ngomong, darimana anda kenal saya?" Tanya Jack. "Saya punya mata seribu Mas. Sudah tiga tahun ini saya mengamati anda, dan saya wantiwanti pada anak buah agar mereka turut menjaga anda." Jack, akhirnya pamit pulang. Ia hendak diantar dengan mobil paling mewah. Jack menolak. Biar dia naik ojek saja. Penjagal itu masih sembab matanya. Ia antar Jack sampai pintu gerbang. Perasaannya melayang. Diam-diam ia merindukan hidup seperti Jack. Sederhana, damai, penuh makna. Ia ingin sekali kembali hidup sebagaimana wajarnya, apa pun resikonya, termasuk semua hartanya jika harus sirna Sedangkan Jack masih melayang pula lamunannya menembus 14 abad silam, mengingat kenangan heroic ketika Khalid bin Walid yang terkenal sebagai musuh Islam, ternyata berbalik menjadi penglima islam, singa padang pasir tiada tandingnya. Wallahu A'lam, apakah si Penjagal kelak bernasib seperti Khalid bin Walid, ataukah tidak? Semua terserah Alklah, sebab manusia hanya bisa menghantar ke pintu gerbang Ilahi, sedangkan dibuka atau tidak pintu gerbang itu, sangat tergantung si empunya rumah: Allah Ta'ala. [Non-text portions of this message have been removed] ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> <font face=arial size=-1><a href="http://us.ard.yahoo.com/SIG=12h0j6hff/M=362335.6886444.7839734.2575449/D=groups/S=1705019888:TM/Y=YAHOO/EXP=1124692983/A=2894362/R=0/SIG=138c78jl6/*http://www.networkforgood.org/topics/arts_culture/?source=YAHOO&cmpgn=GRP&RTP=http://groups.yahoo.com/">What would our lives be like without music, dance, and theater?Donate or volunteer in the arts today at Network for Good</a>.</font> --------------------------------------------------------------------~-> * http://www.sarikata.com/ * http://www.sarikata.biz/ * http://www.sarikata.net/ * Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/sarikata/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
