Yusuf dan Zulaikha ke 4

Darah mengucur deras dari jari-jari para gadis itu...
Bagaimana tidak, pemilik separo wajah tampan dunia berjalan dengan 
anggunnya,

"itu bukan..bukan manusia....." teriak mereka tertahan...
"siapakah pemilik wajah malaikat itu ?"
"siapa..siapa ?"

Zulaikha tersenyum, 
para gadis itu telah tahu bahwa sungguh satu hal yang wajar, bila Zulaikha 
terpikat dengan Yusuf...

Berita tentang kejadian itu dan kejadian Yusuf terdengar juga ke telinga 
wazir...
Yusuf dipanggil terlebih dahulu,
Zulaikha yang dipanggil kemudian merasa,
pastilah Yusuf sudah berkata apa adanya kepada suaminya,
sebab ia tahu...Yusuf tak bisa berbohong....

Rasa cinta yang tak terbalas dari Zulaikha dan ketakutan serta rasa malunya 
sebab masalah itu sampai ke hadapan wazir menyebabkan ia berubah,
Rasa cinta yang tertolak menyebabkan butuh pelarian pada rasa sebaliknya,
maka ia berteriak,
"Budak tuan wahai wazir...!!! telah bertindak tidak senonoh kepada hamba 
sebagai majikannya..."
Wazir tersentak, sebenarnya Yusuf tidak berbicara apapun sejak tadi 
dihadapannya, tetapi begitu isterinya Zulaikha berkata seperti itu, langsung 
saja sang Wazir percaya,
"Engkau Yusuf...sudah kuanggap sebagai anakku sendiri, mengapakah engkau 
melakukan perbuatan yang rendah seperti itu ???"

Yusuf diam,
seandainya ia membuka kejadian sebenarnya, tentulah aib Zulaikha terbongkar 
dan itu juga aib sang wazir.
Yusuf memilih diam...

"Pengawal !!! Jebloskan budak ini ke dalam tahanan !!", teriak sang wazir.

Bergegas beberapa pengawal berlari dan menyeret Yusuf untuk dijebloskanb ke 
penjara.

Zulaikha tersenyum.. 
ada rasa senang dalam hatinya sebab bisa menutupi aibnya,
ada rasa senang dalam hatinya sebab sudah bisa mempermainkan Yusuf yang 
telah menolak keinginannya, 
ada rasa senang dalam hatinya sebab ia telah dapat mempengaruhi sang wazir 
untuk memenuhi keinginannya,
pelampiasan tertolaknya cinta dalam dirinya.....

Yusuf-pun masuk kedalam penjara di bawah tanah,
dalam penjara batu yang ditutup jeruji-jeruji besi.
Tembok batu yang lembab, tanah alas yang berlumut dan sebuah dipan dari kayu 
besi yang kotor......

Malampun tiba,
Yusuf asyik bertafakur tentang kebesaran Tuhannya dan bertafakur tentang 
kejadian-kejadian yang selama ini menimpanya,

Maka teringatlah ia perjalanan hidupnya selama ini...

Ketika kelahirannya menyebabkan saudara-saudaranya kurang mendapatkan 
perhatian dari sang Bapak...
Ketika kelebihan-kelebihan ada pada dirinya ....
Ketika ketampanan yang tak pernah diliki siapapun ia bawa mulai lahir....

dan ketika satu waktu ia bermimpi......

bersambung.....


[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Life without art & music? Keep the arts alive today at Network for Good!
http://us.click.yahoo.com/FXrMlA/dnQLAA/Zx0JAA/wnIolB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

Ditunggu selalu kontribusinya baik lewat website maupun mailing list.

Cara kirim cerita di website Sarikata.com :
http://www.sarikata.com/index.php?fuseaction=home.kirim_cerita
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/sarikata/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke